Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparanbisnis

BPS Soroti Lonjakan Harga Daging Ayam Ras dan Daging Sapi di Sejumlah Daerah

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Badan Pusat Statistik (BPS) kembali soroti lonjakan harga daging yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Kenaikan harga daging ayam ras dan daging sapi

BPS Soroti Lonjakan Harga Daging Ayam Ras dan Daging Sapi di Sejumlah Daerah

BPS Soroti Lonjakan Harga Daging Ayam Ras dan Daging Sapi di Berbagai Daerah

Kabarnusantaraku.com – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali soroti lonjakan harga daging yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Kenaikan harga daging ayam ras dan daging sapi menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa kedua komoditas ini perlu diwaspadai karena mengalami perubahan signifikan dalam Indeks Perkembangan Harga (IPH). Data terbaru menunjukkan bahwa harga rata-rata nasional daging ayam ras mencapai Rp 39.712 per kilogram, sementara harga daging sapi menyentuh Rp 143.137 per kilogram.

Lonjakan Harga Daging Ayam Ras di Daerah Terpilih

Meskipun harga daging ayam ras masih berada sedikit di bawah ambang Harga Acuan Pembelian (HAP), laju peningkatannya tergolong sangat cepat. Saat ini, kenaikan IPH sudah meluas ke 188 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Beberapa wilayah bahkan mencatatkan lonjakan harga yang tergolong ekstrem. Di Kabupaten Bangka Selatan, perubahan IPH daging ayam ras menembus angka 34,58 persen. Sementara itu, di Kota Binjai lonjakannya mencapai 29,78 persen dengan harga yang sudah berada 5 persen di atas HAP.

“Kenaikan harga daging ayam di daerah umumnya dipicu oleh dinamika pasokan serta lonjakan permintaan pasar yang tidak seimbang,” ujar perwakilan BPS dalam keterangannya.

Di Bangka Selatan, kenaikan harga terjadi karena masyarakat beralih mengonsumsi ayam akibat cuaca buruk yang mengganggu aktivitas nelayan. Sementara di Binjai, faktor pemicunya adalah kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pascalibur sekolah. Kondisi ini menunjukkan bahwa berbagai faktor eksternal dapat mempengaruhi stabilitas harga daging di tingkat lokal.

Perkembangan Harga Daging Sapi yang Mengkhawatirkan

Pada minggu pertama Agustus 2026, rata-rata harga daging sapi secara nasional tercatat menyentuh angka Rp 143.137 per kilogram. Angka ini sudah berada jauh di atas kisaran HAP yang ditetapkan. Tekanan harga daging sapi yang paling tinggi terpantau di beberapa daerah seperti Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Melawi. Di kedua wilayah tersebut, harga jual melonjak hingga belasan hingga puluhan persen di atas HAP.

BPS menekankan agar pemerintah daerah terkait segera melakukan intervensi pasar guna meredam laju kenaikan harga tersebut. Langkah-langkah seperti penyaluran daging impor, pengaturan distribusi, dan stabilisasi harga melalui operasi pasar menjadi solusi yang diprioritaskan. Tanpa intervensi yang tepat, kenaikan harga daging sapi berpotensi mempengaruhi inflasi secara nasional.

Analisis Tren IPH Nasional

Secara keseluruhan, BPS mencatat 161 kabupaten dan kota mengalami penurunan IPH, dan 65 kabupaten dan kota mengalami kenaikan. Artinya, secara keseluruhan jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH masih lebih banyak dibandingkan daerah yang mengalami kenaikan. Namun, tren kenaikan harga daging ayam dan daging sapi tetap menjadi perhatian karena kedua komoditas ini merupakan bahan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia.

Para ahli ekonomi menyarankan agar pemerintah terus memantau perkembangan harga secara berkala. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga komoditas strategis. Dengan langkah yang tepat, diharapkan lonjakan harga daging dapat segera kembali ke level yang wajar dan tidak memberatkan masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Lonjakan Harga Daging

Apa yang menyebabkan lonjakan harga daging ayam ras?

Lonjakan harga daging ayam ras umumnya dipicu oleh dinamika pasokan dan lonjakan permintaan pasar. Cuaca buruk yang mengganggu aktivitas nelayan juga menyebabkan masyarakat beralih mengonsumsi ayam. Selain itu, operasional kembali SPPG pascalibur sekolah di beberapa daerah turut meningkatkan permintaan.

Berapa harga rata-rata daging sapi saat ini?

Pada minggu pertama Agustus 2026, rata-rata harga daging sapi secara nasional tercatat menyentuh angka Rp 143.137 per kilogram. Harga ini sudah berada jauh di atas kisaran Harga Acuan Pembelian (HAP).

Daerah mana saja yang mengalami lonjakan harga tertinggi?

Beberapa daerah yang mengalami lonjakan harga tertinggi antara lain Kabupaten Bangka Selatan untuk daging ayam ras dengan IPH 34,58 persen, Kota Binjai dengan 29,78 persen, serta Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Melawi untuk daging sapi.

Apakah pemerintah akan melakukan intervensi pasar?

Ya, BPS menekankan agar pemerintah daerah terkait segera melakukan intervensi pasar. Langkah-langkah yang diambil meliputi penyaluran daging impor, pengaturan distribusi, dan stabilisasi harga melalui operasi pasar untuk meredam laju kenaikan harga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *