Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pasar saham Amerika Serikat ditutup dengan tren positif pada Kamis (14/8), di mana indeks S&P 500 berhasil mencatatkan level penutupan tertinggi sepanjang

Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa

Wall Street Mencapai Rekor Baru, S&P 500 Tembus Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kabarnusantaraku.com – Pasar saham Amerika Serikat ditutup dengan tren positif pada Kamis (14/8), di mana indeks S&P 500 berhasil mencatatkan level penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan ini didorong oleh kinerja saham Sandisk serta sejumlah perusahaan teknologi raksasa. Menurut data Reuters, indeks S&P 500 naik sebesar 0,65 persen dan menyentuh angka 7.798,99 poin. Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yang ditetapkan pada hari Jumat.

Indeks Nasdaq juga menunjukkan penguatan dengan kenaikan 0,81 persen ke level 26.803,03 poin. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan lebih kecil sebesar 0,13 persen menjadi 53.839,99 poin. Sentimen optimis pasar juga didukung oleh data inflasi harga produsen di Amerika Serikat yang berada dalam batas terkendali. Hal ini semakin memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan September.

Kinerja Saham Teknologi dan Sektor Terkait

Saham produsen chip memori Sandisk menjadi salah satu penopang utama dengan lonjakan harga sebesar 13,7 persen. Micron Technology juga mencatatkan penguatan sebesar 4,2 persen. Di sektor teknologi lainnya, Microsoft naik hampir 1 persen dan Meta Platforms menguat 2,8 persen. Namun, tidak semua saham teknologi bergerak positif. CoreWeave, perusahaan penyedia layanan cloud berbasis kecerdasan buatan, justru turun 1,3 persen. Sebelumnya, saham CoreWeave telah melonjak 19 persen setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi belanja modal untuk tahun berjalan.

Kinerja perusahaan teknologi dalam beberapa pekan terakhir juga membantu meredakan kekhawatiran investor terkait besarnya pengeluaran untuk membangun pusat data AI. Microsoft dan Amazon menjadi beberapa perusahaan yang mencatatkan proyeksi kinerja yang kuat. Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors di New York, menyatakan bahwa ledakan teknologi yang didorong oleh kinerja laba AI terus berlanjut. Menurutnya, ini adalah ledakan laba, bukan gelembung.

Data Ekonomi dan Geopolitik

Sebanyak tujuh dari 11 indeks sektor S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor jasa komunikasi mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 1,56 persen, disusul oleh sektor real estat yang menguat 1,34 persen. Sepanjang tahun 2026, indeks S&P 500 telah menguat sekitar 14 persen. Nasdaq mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi, yakni sekitar 15 persen.

Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa harga produsen Amerika Serikat tidak berubah pada bulan Juli. Harga barang tercatat turun, sementara biaya jasa hanya meningkat tipis. Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran juga naik moderat pada pekan lalu, menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil. Berdasarkan perangkat FedWatch CME, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 63 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan depan.

Dari sisi geopolitik, Iran dan Amerika Serikat masih berselisih mengenai upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran secara permanen, menurut seorang sumber senior Iran. Sementara itu, lalu lintas di Selat Hormuz masih menghadapi pembatasan berat.

Pergerakan Komoditas dan Saham Individual

Di pasar komoditas, kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun sekitar 2 persen menjadi USD 87,07 per barel. Saham Netflix melonjak 5,4 persen setelah investor miliarder Bill Ackman mengungkapkan kepemilikan baru di perusahaan streaming tersebut. Langkah itu menjadi bagian dari perombakan terbesar portofolio Pershing Square dalam beberapa tahun terakhir.

Saham Tapestry merosot lebih dari 16 persen setelah pemilik merek Coach tersebut memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan yang terbatas. Dell Technologies naik 2,1 persen, sedangkan HP menguat 6,9 persen setelah laporan keuangan kuartalan Lenovo asal China melampaui ekspektasi pasar.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat di indeks S&P 500 lebih banyak dibandingkan saham yang melemah dengan rasio 1,7 banding 1. S&P 500 mencatat 30 saham mencapai level tertinggi baru dan satu saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 155 saham mencapai level tertinggi baru, sementara 85 saham mencatat level terendah baru. Aktivitas perdagangan di bursa Amerika Serikat relatif sepi dengan sebanyak 16,1 miliar saham berpindah tangan, di bawah rata-rata 17,5 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.

Frequently Asked Questions

What is Wall Street Cetak Rekor S P 500?

Wall Street Cetak Rekor S P 500 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wall Street Cetak Rekor S P 500 matter?

Wall Street Cetak Rekor S P 500 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *