Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Prefektur Akita, Dilirik Investor UEA

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Jepang Mau Bikin Pusat Data AI terbesar di prefektur Akita semakin mendapat perhatian serius dari investor internasional. Pemerintah prefektur dan kota Akita

Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Prefektur Akita, Dilirik Investor UEA

Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Akita, Dilirik Investor UEA

Kabarnusantaraku.com – Jepang Mau Bikin Pusat Data AI terbesar di prefektur Akita semakin mendapat perhatian serius dari investor internasional. Pemerintah prefektur dan kota Akita telah memutuskan untuk melanjutkan pembangunan pusat data kecerdasan buatan yang dipimpin oleh dua perusahaan teknologi informasi terkemuka. Menurut laporan Japan News pada Sabtu (15/8), fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu kompleks data terbesar yang ada di Jepang. Kabar menarik datang dari Uni Emirat Arab yang dikabarkan siap menyuntukkan dana untuk mendukung proyek ambisius ini.

Shihab Al Faheem, Duta Besar UEA untuk Jepang, bersama sejumlah pejabat tinggi negara tersebut dijadwalkan melakukan kunjungan ke Akita pada pertengahan Agustus. Pihak pemerintah daerah optimis bahwa kehadiran proyek ini akan menarik industri dan tenaga ahli di bidang AI ke wilayah mereka. Kunjungan diplomatik ini diharapkan dapat mempercepat proses negosiasi investasi yang sedang berlangsung.

Detail Proyek dan Target Investasi

Berdasarkan informasi dari pemerintah prefektur, proyek ini dipimpin oleh S2 Co., perusahaan IT lokal yang berkantor di Kota Akita dan menangani operasional pusat data, serta Bitgrit, Inc., startup AI asal Amerika Serikat yang berbasis di UEA. Kawasan industri yang terletak di bagian utara Kota Akita, yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah dan kota, telah diusulkan sebagai lokasi potensial. Area ini akan ditenagai oleh energi terbarukan yang melimpah dari sumber daya lokal.

S2 mengungkapkan bahwa pusat data tersebut direncanakan memiliki kapasitas penerimaan daya mencapai 500 megawatt. Meskipun jadwal konstruksi belum ditetapkan secara pasti, target operasional dimulai pada awal dekade 2030-an. Perusahaan ini menargetkan total investasi atau pembiayaan sebesar JPY 2 triliun dari berbagai pihak, termasuk pemerintah UEA dan Jepang. Selain itu, S2 berencana mendirikan perusahaan khusus bersama Bitgrit pada akhir tahun ini untuk mengelola fasilitas.

“Jika ini terwujud, Akita dapat berkembang menjadi kota terdepan untuk AI,” kata Presiden S2, Kohei Sudo.

Kolaborasi dan Kunjungan Diplomatik

Pembangunan proyek ini bermula dari kolaborasi antara pemerintah kota, S2, dan Bitgrit. Diskusi awal dimulai pada musim panas tahun lalu, dan kesepakatan mengenai lokasi pusat data tercapai pada bulan Oktober. Pemerintah prefektur memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Pemerintah prefektur diyakini telah mengadakan pembicaraan dengan Kedutaan Besar UEA mengenai potensi investasi yang signifikan untuk wilayah tersebut.

Seorang pejabat pemerintah prefektur mengatakan mereka yakin bahwa UEA sangat mungkin akan berinvestasi dalam proyek tersebut. Gubernur Akita Kenta Suzuki menyampaikan pandangannya:

“Jika proyek ini terwujud, ini akan menjadi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk diundang ke bidang terkait dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai prefektur, kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mewujudkannya,” kata Gubernur Akita Kenta Suzuki.

Duta Besar UEA untuk Jepang dan beberapa pejabat lainnya dijadwalkan mengunjungi prefektur tersebut pada 19 Agustus untuk bertemu dengan Suzuki dan Walikota Akita Jun Numaya, serta meninjau area sekitar Pelabuhan Akita. Pihak prefektur menyatakan ingin memajukan diskusi menuju penyelesaian perjanjian kemitraan komprehensif yang akan menguntungkan semua pihak involved.

“Kita akan dapat menikmati manfaat besar dalam hal pendapatan pajak properti, misalnya, [berkat proyek ini]. Kami berharap dapat melihat klaster industri terkait,” kata Numaya.

Manfaat Ekonomi dan Pengembangan Wilayah

Pembangunan pusat data AI di Akita tidak hanya akan membawa manfaat bagi sektor teknologi, tetapi juga untuk perekonomian regional secara keseluruhan. Dengan kapasitas 500 megawatt, fasilitas ini akan membutuhkan tenaga kerja yang signifikan selama masa konstruksi dan operasional. Pemerintah daerah memperkirakan akan tercipta ratusan lapangan kerja baru baik langsung maupun tidak langsung.

Lebih dari itu, kehadiran pusat data AI terbesar di Jepang ini akan meningkatkan daya tarik Akita sebagai destinasi bisnis internasional. Investor dari berbagai negara diharapkan akan tertarik untuk mengembangkan bisnis mereka di wilayah ini. Dukungan pemerintah dalam bentuk insentif pajak dan kemudahan perizinan akan semakin memperkuat posisi Akita sebagai hub teknologi di Jepang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Proyek Pusat Data AI Akita

Kapan proyek pusat data AI Akita akan mulai beroperasi? Target operasional dimulai pada awal dekade 2030-an, meskipun jadwal konstruksi masih dalam tahap penentuan final.

Berapa besar total investasi yang direncanakan? S2 menargetkan total investasi atau pembiayaan sebesar JPY 2 triliun dari berbagai pihak, termasuk pemerintah UEA dan Jepang.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam proyek ini? Pihak yang terlibat meliputi S2 Co. (perusahaan IT lokal Akita), Bitgrit, Inc. (startup AI AS-UEA), pemerintah prefektur Akita, pemerintah kota Akita, dan investor dari Uni Emirat Arab.

Apa keunggulan lokasi Akita untuk pusat data AI? Akita menawarkan energi terbarukan yang melimpah, kawasan industri yang sedang dikembangkan, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kota.

Bagaimana dampak proyek ini terhadap perekonomian lokal? Proyek ini diharapkan menciptakan ratusan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan pajak properti, dan menarik klaster industri teknologi ke wilayah Akita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *