Kumparannews

Kisah Kakek di NTT Tertimpa Puing saat Selamatkan Cucu dari Gempa

01m07tjvn40457wgz1q5xp63g9

Kakek di Manggarai Tertimpa Tembok Batako Saat Mencari Cucunya di Tengah Gempa Flores

Keputusan yang Mengubah Nasib

Kabarnusantaraku.com – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada dini hari meninggalkan jejak kehancuran di mana-mana. Ratusan rumah ambruk, dan ribuan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Di balik statistik korban itu, tersimpan kisah seorang kakek lanjut usia yang memilih kembali masuk ke puing-puing rumahnya demi menyelamatkan cucu kecilnya.

Muhammad Damin, pria yang diperkirakan berusia 78 atau 79 tahun, tertimpa tembok batako berukuran besar yang runtuh saat gempa mengguncang sekitar pukul 05.30 WITA. Ia berada di kawasan pesisir Kecamatan Mata Air Barang Kolong, Reo, Manggarai, NTT, ketika peristiwa itu terjadi.

Kabar yang Menyakitkan

Abdul Manan, anak pertama dari keluarga tersebut yang kini telah melewati usia 50 tahun, tidak berada di lokasi saat gempa melanda. Ia tinggal di kawasan pertengahan gunung, cukup jauh dari rumah ayahnya di pesisir. Informasi mengenai kondisi sang ayah baru sampai ke telinga Abdul setelah guncangan utama mereda, ketika warga masih berlarian menyelamatkan diri.

Adik Abdul kemudian membawa Muhammad Damin ke kampung di bagian atas. Abdul menggambarkan momen ketika ia melihat ayahnya diangkut tiga orang di atas kendaraan: “Sudah luar biasa sudah. Iya, rasanya sudah lain sudah perasaan saya tuh, karena memang mereka kan bonceng tiga. Dia di tengah, berarti saya bilang, wah mungkin agak parah Bapak ini. Ternyata betul dia tidak bisa goyang (bergerak) tuh. Ini alhamdulillah juga ini sudah agak (mendingan).”

Momen Kembali ke Rumah

Menurut keterangan Abdul, ayahnya sebenarnya sempat berhasil keluar dari rumah ketika gempa pertama kali mengguncang. Namun, ingatan tentang cucu yang masih terjebak di dalam bangunan membuatnya berbalik arah dan masuk kembali. Keputusan itulah yang berujung pada tertimpanya oleh tembok batako.

“Wah, hancur (rumah). Tidak ada harapan. Hancur. Sempat lari dia ini tuh, cuma dia ingat lagi dia punya cucu ya dia masuk kembali, akhirnya tertimpa tembok sudah.”

Kondisi Medis dan Proses Pemulihan

Cedera pada bagian bawah tubuh membuat Muhammad Damin kesulitan menggerakkan ekornya. Selain itu, ia mengalami luka di area dahi dan kepala yang memerlukan jahitan. Pada fase awal pascakejadian, sang kakek juga merasakan sesak napas dan nyeri hebat setiap kali tubuhnya disentuh.

“Awal-awal sesak. Iya, tidak bisa kita pegang badannya. Sakit.”

Abdul menegaskan bahwa ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya. Kesulitan bernapas itu baru muncul setelah tertimpa material bangunan dan akibat kejutan saat gempa.

“Itu sesudah kejadiannya ini. Dia tidak ada sakit. Memang dia tidak sakit, hanya karena memang waktu gempa, kaget itu, dia mau lari ke luar.”

Saat ditemui di lokasi pengungsian pada Minggu (16/8), Muhammad Damin tampak sangat kesakitan dengan selang oksigen terpasang di hidungnya. Setelah dua malam berada di tempat pengungsian, kondisi sang kakek mulai menunjukkan perbaikan perlahan. Ia sudah mampu menggerakkan tubuhnya sedikit, meskipun rasa nyeri masih terasa, terutama saat hendak buang air kecil.

“Batako yang besar itu (yang menimpa). Keberatannya lagi (tubuh) dia. Tapi ya bersyukur juga dia hanya cuma ini saja tuh.”

Skala Bencana Secara Keseluruhan

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (17/8), gempa tersebut telah menewaskan 68 orang dan melukai 213 lainnya. Gempa susulan masih terus dirasakan, khususnya di wilayah Manggarai, sehingga kekhawatiran warga belum sepenuhnya mereda. Di tengah puing rumah yang hancur dan ayah yang masih dalam perawatan, Abdul hanya memanjatkan harapan agar kondisi Muhammad Damin segera pulih sepenuhnya.

Frequently Asked Questions

What is Kisah Kakek di NTT Tertimpa Puing?

Kisah Kakek di NTT Tertimpa Puing is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kisah Kakek di NTT Tertimpa Puing matter?

Kisah Kakek di NTT Tertimpa Puing matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *