Skip to content
Yellow Desk
Agustus 30, 2026
Kumparannews

Pramono Anung Minta Politisi Belajar dari SBY soal Kritik dan Pesan ke Publik

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Di hadapan ratusan pengunjung yang hadir di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan agar para pelaku politik

Pramono Anung Minta Politisi Belajar dari SBY soal Kritik dan Pesan ke Publik

Pramono Anung Ajak Para Politisi Meneladani Gaya Komunikasi SBY

Kabarnusantaraku.com – Di hadapan ratusan pengunjung yang hadir di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan agar para pelaku politik mencontoh cara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menyampaikan kritik dan pesan kepada masyarakat. Seruan itu ia sampaikan saat meresmikan Pameran Lukisan SBY Art Community (SAC) 2026, Selasa (18/8).

Pelajaran dari SBY: Kritik Tanpa Menyinggung

Pramono menyoroti kecenderungan sebagian anggota legislatif yang memandang politik secara hitam-putih. Baginya, SBY layak dijadikan rujukan karena mampu menyampaikan substansi tanpa memicu kemarahan atau rasa tersinggung di kalangan pendengar.

“Terutama bagi anggota DPR RI atau anggota DPRD yang dalam melihat politik hitam-putih, harus banyak belajar dari Pak SBY.”

“Karena beliau menjadi role model yang tidak gampang mengkritik. Kemarin saya juga mengikuti pesan yang beliau buat, sangat substansi, tetapi tidak membuat orang marah, tidak membuat orang kemudian merasa tersinggung.”

Sejarah Panjang Interaksi Sejak 1999

Pramono mengisahkan bahwa pertemuannya dengan SBY bermula pada tahun 1999. Selama lebih dari dua dekade, hubungan politik keduanya tidak selalu sejalan, namun komunikasi personal tetap terjaga.

“Saya menjadi saksi sejarah panjang sebenarnya, ketika pertama kali di tahun 99 saya berinteraksi dengan Pak SBY.”

“Sejak perkenalan saya dengan Pak SBY, dalam politik itu kadang-kadang sama, tapi seringkali berhadapan. Tetapi yang tidak pernah berubah adalah komunikasi yang kami bangun bersama.”

Ia menegaskan bahwa bahkan ketika PDIP berada di luar pemerintahan selama satu dekade, silaturahmi dengan SBY tidak pernah terputus. Pertemuan dan diskusi berlangsung di berbagai lokasi, termasuk Hambalang maupun Istana Kepresidenan.

Peran Penghubung antara Megawati dan SBY

Hal yang jarang diketahui publik, ungkap Pramono, adalah perannya sebagai perantara pesan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan SBY.

“Pasti tidak banyak orang yang tahu bahwa saya menyampaikan message atau pesan yang dititipkan atau disampaikan oleh Ibu Mega kepada Pak SBY.”

Komunikasi semacam itu, menurutnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari ikatan panjang yang terjalin antara keduanya meskipun kerap berseberangan dalam arena politik.

Tiga Lukisan SBY di Koleksi Pribadi Pramono

Pramono juga menuturkan pengalaman pribadinya saat mendatangi kediaman SBY menjelang pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2024. Alih-alih membahas strategi politik, percakapan mereka justru lebih banyak berkisar pada seni, khususnya lukisan karya SBY.

Dari pertemuan itulah Pramono kemudian meminta izin untuk mengoleksi karya SBY. Saat ini ia memiliki tiga lukisan: satu diperoleh langsung dari SBY, satu lagi dibeli melalui mekanisme lelang, dan satu lainnya dibeli dari pihak ketiga.

Pujian untuk Multitalenta SBY

Pramono memuji rentang kemampuan SBY yang melampaui satu bidang saja. Ia menyebut SBY sebagai jenderal bintang empat, ketua umum partai, presiden, sekaligus seniman dengan karya yang sangat beragam.

“Sebagai tentara (dengan) jenderal bintang empat, sebagai ketua umum partai, menjadi Presiden, sebagai seniman, senimannya terlalu banyak.”

Di luar lukisan, SBY juga dikenal memiliki kemampuan di bidang musik, puisi, dan olahraga. Namun, Pramono secara khusus menyatakan kekagumannya terhadap karya lukis SBY sebagai salah satu hal yang paling ia hargai.

Detail Pameran SAC 2026

Pameran SBY Art Community 2026 mengusung tema “Art for Peace and a Better Future: Collaboration”. Acara berlangsung pada 19–30 Agustus 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Total 150 karya lukis dipamerkan, mencakup karya SBY, pelukis SAC, koleksi SAC, pelukis Jerman Christopher Lehmpfuhl, lima pelukis anak, serta karya simbolis dan kolaborasi SAC.

Frequently Asked Questions

What is Pramono Anung Minta Politisi Belajar?

Pramono Anung Minta Politisi Belajar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pramono Anung Minta Politisi Belajar matter?

Pramono Anung Minta Politisi Belajar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *