Skip to content
Yellow Desk
Agustus 29, 2026
Kumparanbisnis

Budiawansyah Mundur dari Jabatan Direktur Vale Indonesia

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 2 mins read

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) resmi menerima surat pengunduran diri Budiawansyah dari posisi Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs

Budiawansyah Mundur dari Jabatan Direktur Vale Indonesia

Budiawansyah Tinggalkan Kursi Direktur Vale Indonesia

Kabarnusantaraku.com – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) resmi menerima surat pengunduran diri Budiawansyah dari posisi Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer. Dokumen tersebut diterima oleh perseroan pada 20 Agustus 2026.

Menurut Corporate Secretary Ranty Astari Rachman, keputusan ini bersifat pribadi dan berkaitan dengan pertimbangan keluarga. Ia menegaskan bahwa operasional perusahaan serta seluruh agenda bisnis tetap berjalan normal tanpa gangguan.

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Perseroan akan mengajukan permohonan pengunduran diri tersebut untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang akan datang.”

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Sabtu (22/8). Ranty menambahkan bahwa detail mengenai perubahan susunan Direksi akan diumumkan sesuai aturan keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang berlaku.

Latar Belakang Penunjukan

Budiawansyah sebelumnya diangkat melalui RUPSLB pada 28 Juli 2025, bersamaan dengan pelantikan Bernardus Imanto sebagai Presiden Direktur dan CEO. Masa jabatannya dijadwalkan berlangsung hingga RUPS Tahunan 2027.

Proyek Blok Tanamalia dan Ekosistem Baterai

Sebelum mengundurkan diri, Budiawansyah sempat memaparkan rencana pertambangan nikel baru di Blok Tanamalia. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kisaran tahun 2029 hingga 2031. Selain itu, perusahaan berencana membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di area konsesi Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan Blok Tanamalia masih berada pada tahap kajian eksplorasi dan penelitian, serta baru akan diproses setelah proyek IGP Sorowako selesai.

“Habis itu 2029-2031 itu Tanamalia. Harapan kita studi detail eksplorasinya berjalan di Tanamalia sehingga kita bisa memastikan lagi kandungan sumber daya dan cadangannya yang ada, dari situ sebagai dasar seberapa lama ini life of mine-nya.”

Pernyataan tersebut diutarakan saat berbincang dengan media massa pada Kamis (13/8). Budi menegaskan bahwa pembahasan Blok Tanamalia belum menyentuh tahap desain proyek, mengingat perusahaan masih perlu memverifikasi kuantitas cadangan nikel sebelum menentukan arah pengembangan industri baterai.

Konteks Indonesia Growth Project

Vale Indonesia saat ini mengelola tiga proyek smelter terintegrasi dalam kerangka IGP, yaitu IGP Pomalaa, IGP Morowali-Bahodopi, dan IGP Sorowako. Proyek terakhir diperkirakan rampung pada tahun 2027. Adapun Blok Tanamalia masih menjalani fase front end loading (FEL) kedua yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun berjalan.

Frequently Asked Questions

What is Budiawansyah Mundur dari Jabatan Direktur Vale?

Budiawansyah Mundur dari Jabatan Direktur Vale is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Budiawansyah Mundur dari Jabatan Direktur Vale matter?

Budiawansyah Mundur dari Jabatan Direktur Vale matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *