KRL Formasi 12 Gerbong Akan Meluncur di Lintas Rangkasbitung pada Paruh Pertama 2027
Kabarnusantaraku.com – KAI Commuter menetapkan target operasional rangkaian kereta rel listrik berformasi 12 gerbong (SF12) di koridor Green Line paling lambat semester pertama tahun 2027. Langkah ini ditujukan untuk memperluas daya angkut di jalur Rangkasbitung yang kerap mengalami lonjakan penumpang di luar kemampuan armada eksisting.
Upgrade Infrastruktur Listrik sebagai Prasyarat Utama
Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, menjelaskan bahwa prioritas saat ini tertuju pada penguatan kapasitas listrik aliran atas di sepanjang koridor tersebut. Strategi yang ditempuh mencakup peningkatan daya gardu traksi yang sudah terpasang serta pemasangan gardu baru di beberapa lokasi strategis.
“Yang sekarang ini kita siapkan KAI dengan KCI terkait dengan prioritasnya adalah ke Green Line. Jadi yang prioritas adalah kita meng-upgrade gardu, sama menambah beberapa gardu baru sehingga bisa dijalankan SF12,”
Pernyataan itu disampaikan Purnomosidi seusai Press Conference Commuter Run 2026 yang digelar di Commuterline Hall, Stasiun Juanda, pada Senin (24/8).
Headway Belum Akan Dipangkas Jangka Pendek
Menurut Purnomosidi, meskipun rangkaian lebih panjang mulai beroperasi, jarak waktu antarperjalanan KRL di koridor tersebut tidak akan langsung diperpendek. Hal ini disebabkan sistem persinyalan yang masih berlaku belum mendukung interval lebih rapat, sehingga headway tetap berada di kisaran 10 menit.
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin telah menegaskan bahwa keterbatasan pasokan listrik merupakan hambatan paling krusial bagi pengoperasian formasi 12 gerbong di lintas Rangkasbitung. Kapasitas daya yang tersedia saat ini dinilai belum memadai untuk menopang beban rangkaian sepanjang 12 gerbong.
Evaluasi Pola Operasional Lintas Nambo
Di luar fokus Green Line, KAI Commuter tengah meninjau ulang skema layanan lintas Nambo. Rute yang kini mengakhiri perjalanan di Stasiun Jakarta Kota akan dievaluasi untuk dialihkan terminusnya ke Stasiun Citayam atau Depok. Tujuannya adalah menaikkan kapasitas layanan koridor Bogor sekaligus memangkas headway segmen Nambo–Depok dari sekitar satu jam menjadi 30 menit.
Proyek Pengadaan dan Retrofit Armada Baru
KAI Commuter juga masih dalam tahap pembahasan skema pendanaan untuk pengadaan 30 trainset KRL Commuter Line Jabodetabek baru, dengan dukungan anggaran sekitar Rp 5 triliun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Parallel dengan itu, program retrofit dua trainset bersama PT INKA serta penantian sembilan trainset baru tetap berjalan. Penerapan sanksi kontrak telah disiapkan sebagai mekanisme penalti apabila terjadi keterlambatan pengiriman oleh pihak manufaktur.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Atasi Kepadatan Penumpang KAI Commuter Siapkan?
Atasi Kepadatan Penumpang KAI Commuter Siapkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Atasi Kepadatan Penumpang KAI Commuter Siapkan matter?
Atasi Kepadatan Penumpang KAI Commuter Siapkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
