Sarjito: Indonesia Perlu Meniru Langkah Sistematis China dalam Membangun Bursa Mineral
Konektivitas Antarlembaga Jadi Prasyarat Utama
Kabarnusantaraku.com – Sarjito, calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) di bawah Otoritas Jasa Keuangan, menegaskan bahwa pembentukan lembaga perdagangan mineral tidak akan cukup jika berdiri sendiri. Dalam pandangannya, OJK tidak memiliki kapasitas tunggal untuk mengawasi sekaligus mengembangkan ekosistem bursa mineral tanpa dukungan institusi lain.
“Tentu harus berharmonisasi dengan Kementerian ESDM dan kemudian kementerian lain untuk memastikan bahwa ekosistem yang ada itu berjalan dengan baik.”
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan, pada Senin (24/8).
Dua Dekade Pengalaman China sebagai Rujukan
Sebagai acuan, Sarjito menunjuk pada perjalanan panjang Tiongkok yang menghabiskan sekitar dua puluh tahun untuk menyusun fondasi perdagangan mineralnya sebelum akhirnya melahirkan Shanghai Futures Exchange. Proses itu, menurutnya, dilakukan secara sangat terstruktur dan bertahap.
“Kalau kita belajar dari China sebelum membuat Shanghai Futures Exchange melakukan upaya yang sangat sistematis selama 2 dekade.”
Strategi Akumulasi Mineral dan Intelijen Industri
Sarjito menguraikan bahwa Tiongkok sejak awal membangun posisi kekuatannya dengan menyerap pasokan mineral dari berbagai negara. Bahan baku yang diimpor itu kemudian diarahkan untuk menopang kebutuhan manufaktur dalam negeri. Lebih jauh lagi, ia menyebut bahwa Beijing juga memanfaatkan keberadaan smelter di berbagai yurisdiksi sebagai instrumen pengumpulan informasi mengenai kapasitas industri negara lain, termasuk Indonesia.
“China mengumpulkan semua, mengimpor mineral-mineral dari negara lain kemudian mendorong industri nasional untuk memakainya, dan juga spying di banyak yurisdiksi dengan memakai smelter-smelter sehingga tahu semua negara lain kekuatannya termasuk tentu di Indonesia.”
Dari seluruh pengalaman tersebut, Sarjito menyimpulkan bahwa pembangunan BMKS di Indonesia harus dirancang sebagai ekosistem terintegrasi — bukan sekadar pendirian satu lembaga bursa — dengan keterlibatan lintas kementerian sejak tahap perancangan hingga operasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sarjito Ingin Tiru China untuk Bangun?
Sarjito Ingin Tiru China untuk Bangun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sarjito Ingin Tiru China untuk Bangun matter?
Sarjito Ingin Tiru China untuk Bangun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
