Destry Damayanti Uraikan Visi dan Misi di Hadapan Komisi XI DPR
Kabarnusantaraku.com – Proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk posisi Gubernur Bank Indonesia dijalani oleh Destry Damayanti di hadapan Komisi XI DPR RI pada Rabu, 26 Agustus. Dalam pemaparannya, Destry menegaskan bahwa arah kebijakan yang ia susun merupakan kelanjutan dari pengalaman dan pemahaman yang telah ia kumpulkan selama mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak tahun 2019.
Penilaian terhadap Kondisi Ekonomi dan Tantangan Strategis
Destry menyoroti pergeseran lingkungan strategis global yang ditandai oleh fragmentasi geopolitik, gejolak di pasar keuangan, serta percepatan digitalisasi beserta berbagai risiko yang menyertainya. Meskipun demikian, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang memadai. Sebagai bukti, pertumbuhan ekonomi pada triwulan 2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan, sedangkan inflasi Juli 2026 berada di angka 2,88 persen—masih berada dalam koridor sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Destry mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat Indonesia cepat berpuas diri. Ia menyebut sejumlah area yang masih memerlukan penguatan, termasuk pertumbuhan kredit, optimalisasi undisbursed loan, serta akses pembiayaan bagi sektor UMKM.
“Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa menjaga stabilitas saja belum cukup.”
Visi dan Tiga Misi Strategis
Jika terpilih sebagai Gubernur BI, Destry membawa visi menjadikan bank sentral sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan zaman, kredibel dalam menjaga stabilitas, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Visi itu ditopang oleh tiga misi utama:
Pertama, menjaga stabilitas sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kedua, berkontribusi secara langsung dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui konsep yang ia sebut “sinergi merah putih.”
Destry juga memaparkan lima inisiatif strategis yang akan menjadi kerangka kerja, yaitu penguatan bauran kebijakan BI, kebijakan lalu lintas devisa, penguatan inklusi dan keuangan berkelanjutan, tata kelola kelembagaan berbasis inovasi, serta implementasi sinergi merah putih.
Arah Kebijakan Moneter, Makroprudensial, dan Sistem Pembayaran
Di ranah kebijakan moneter, Destry menekankan pentingnya menjaga stabilitas rupiah sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi. Stabilisasi nilai tukar akan diperkuat melalui intervensi yang lebih terukur, sementara operasi moneter akan dioptimalkan agar transmisi kebijakan menjadi semakin efektif.
Pada sisi makroprudensial, berbagai instrumen akan dioptimalkan guna mendorong pembiayaan mengalir ke sektor-sektor prioritas. Adapun kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan secara aman, efisien, dan inklusif.
Destry menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh menghapus kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai.
“Bank Indonesia akan tetap memastikan ketersediaan rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah NKRI termasuk daerah 3T.”
Peran Kantor Perwakilan dan Prinsip Sinergi
BI juga akan memperkuat peran 46 kantor perwakilan dalam negeri sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Peran tersebut mencakup pengembangan potensi ekonomi lokal, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, serta pendorongan ekonomi kerakyatan.
Dalam keseluruhan pemaparannya, Destry menempatkan sinergi sebagai elemen sentral dalam menjalankan seluruh kebijakan BI. Ia menyatakan bahwa keberhasilan bank sentral tidak semata ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kapasitas membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri melainkan oleh kemampuan membangun sinergi merah putih bersama seluruh pemangku kepentingan.”
Destry menutup pemaparannya dengan menegaskan prinsip 3I dan 1S—kebijakan yang impactful, inklusif, dan integrasi—yang diwujudkan melalui sinergi.
“Dan buat kami, sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih kalau kita bekerja sendirian.”
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Destry Paparkan Visi dan Misi saat?
Destry Paparkan Visi dan Misi saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Destry Paparkan Visi dan Misi saat matter?
Destry Paparkan Visi dan Misi saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
