Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparanbisnis

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pertamina Eco RunFest 2026 Hadirkan tujuh inisiatif keberlanjutan lingkungan yang akan diimplementasikan secara langsung pada 6 Desember 2026 di kawasan

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Pertamina Eco RunFest 2026 Hadirkan Tujuh Inisiatif

Kabarnusantaraku.com – Pertamina Eco RunFest 2026 Hadirkan tujuh inisiatif keberlanjutan lingkungan yang akan diimplementasikan secara langsung pada 6 Desember 2026 di kawasan Gelora Bung Karno dan Istora Senayan, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-13, acara ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung. Tema tahun ini, “Spark the Change, Leave Zero Trace”, mengajak publik beralih dari sekadar memahami persoalan sampah plastik menjadi pelaku aktif pengurangannya melalui aktivitas konkret yang disediakan sepanjang rangkaian kegiatan.

Dari Lintasan Lari ke Festival Ekologis

Sejak pertama kali digelar, format acara telah bergeser jauh dari sekadar kompetisi lari. Kini, olahraga melebur dengan musik, gaya hidup, dan interaksi komunitas dalam satu panggung yang sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis. Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa dimensi keberlanjutan bukan pelengkap, melainkan elemen inti setiap penyelenggaraan.

“Bagi Pertamina, olahraga bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Olahraga mengajarkan semangat, disiplin, ketangguhan, kebersamaan, dan konsistensi untuk terus bergerak maju. Nilai-nilai tersebut menjadi pemantik bagi kami dalam mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk pengurangan dampak terhadap lingkungan.”

Pernyataan itu disampaikan Siddik dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Tujuh Pilar yang Terimplementasi Nyata

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), merinci bahwa penyelenggaraan tahun ini ditopang oleh tujuh inisiatif: eco jersey, eco innovation, eco mission, eco talent, eco production, eco waste management, dan eco education. Baron menekankan bahwa ketujuh pilar tersebut bukan narasi di atas kertas, melainkan terimplementasi pada setiap lini acara.

“Inisiatif keberlanjutan ini bukan sekadar wacana, melainkan tertuang nyata pada berbagai mata acara, mulai dari penggunaan material produksi, pembuatan jersey lari, hingga pengelolaan sampah.”

Dalam aspek eco jersey, limbah botol plastik dan bahan tekstil bekas diolah menjadi material kaos yang dikenakan para pelari. Sementara eco production mengadopsi prinsip ekonomi sirkular: mengoptimalkan bahan daur ulang, meminjam elemen produksi, serta mendaurgunakan komponen dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Untuk eco waste management, sistem pengelolaan sampah menjangkau seluruh rangkaian—mulai dari konferensi pers, road to event, hingga pelaksanaan utama—dengan pengolahan sampah organik difasilitasi melalui Maggot Corner.

Inisiatif eco innovation membuka ruang bagi pelajar merancang solusi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Eco mission menjembatani acara dengan manfaat langsung bagi sekolah, masyarakat sekitar, dan ruang publik. Eco talent melibatkan figur publik sebagai penggerak kampanye kebiasaan ramah lingkungan. Terakhir, eco education menyediakan sustainability dashboard serta carbon calculator agar peserta dapat mengukur jejak lingkungan dari aktivitas yang mereka lakukan.

“Seluruh inisiatif ini kami harapkan mendorong semangat menjaga lingkungan agar tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung, tetapi diterapkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.”

Donasi Penuh dari Penjualan Tiket

Baron mengungkapkan bahwa seluruh keuntungan dari penjualan tiket akan didonasikan 100 persen untuk mendukung pelaksanaan eco mission. Dengan skema ini, setiap pembelian tiket bukan hanya akses keikutsertaan, melainkan kontribusi nyata bagi program-program lingkungan.

“Setiap tiket yang dibeli tidak hanya menjadi bagian dari keikutsertaan, tetapi para peserta bisa memberikan manfaat nyata buat berbagai program lingkungan.”

Dukungan Institusional

Komitmen terhadap acara ini turut ditunjukkan oleh kehadiran Andri Yansyah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Jakarta, serta Setyo Haryo Wibisono, Ketua Komisi V DPR RI, yang hadir dalam konferensi pers sebagai bentuk dukungan institusional terhadap penyelenggaraan yang mengintegrasikan olahraga dan keberlanjutan lingkungan.

FAQ

Kapan dan di mana acara ini berlangsung? Penyelenggaraan dijadwalkan pada 6 Desember 2026 di kawasan Gelora Bung Karno dan Istora Senayan, Jakarta.

Berapa jumlah peserta yang ditargetkan? Sebanyak 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.

Apa yang membedakan penyelenggaraan tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya? Tahun ini mengintegrasikan tujuh inisiatif keberlanjutan secara konkret pada setiap lini acara, bukan sekadar sebagai narasi promosi. Selain itu, 100 persen keuntungan tiket didonasikan untuk program lingkungan.

Apakah ada komponen edukasi lingkungan bagi peserta? Ya. Melalui eco education, peserta dapat mengakses sustainability dashboard dan carbon calculator untuk mengukur jejak lingkungan dari aktivitas yang mereka lakukan selama acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *