Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparanbisnis

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional Best Sukuk-SME di Kuala Lumpur

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Industri keuangan syariah Indonesia kembali mencatatkan prestasi di panggung global. Pada Kamis (27/08), Four Seasons Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional Best Sukuk-SME di Kuala Lumpur

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional Best Sukuk-SME di Kuala Lumpur

Kabarnusantaraku.com – Industri keuangan syariah Indonesia kembali mencatatkan prestasi di panggung global. Pada Kamis (27/08), Four Seasons Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi lokasi penganugerahan The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2026, di mana PT Pegadaian (Persero) dinobatkan sebagai penerbit terbaik kategori Best Sukuk – SME (Small and Medium Enterprise). Trofi tersebut diterima langsung oleh Luh Putu Andarini, Kepala Divisi Treasuri PT Pegadaian, di hadapan para pemimpin lembaga keuangan syariah dan analis pasar modal dari kawasan Asia-Pasifik. Momen ini menegaskan bahwa Pegadaian raih penghargaan internasional Best Sukuk bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari strategi penerbitan yang matang dan berorientasi pada dampak ekonomi riil.

Skema Dual-Tranche yang Menggerakkan Pengakuan Global

Di balik gelar tersebut terdapat aksi korporasi berskala besar: penerbitan Sukuk Mudharabah berstruktur dua seri (dual-tranche) dengan nilai agregat Rp 1,75 triliun. Melalui instrumen ini, Pegadaian menghimpun likuiditas dari pasar modal dalam jumlah masif sekaligus menyalurkan permodalan yang dibutuhkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di dalam negeri. Arsitektur dual-tranche menghadirkan fleksibilitas tenor bagi investor, sementara di sisi emiten menekan biaya dana (cost of fund) di tengah volatilitas pasar keuangan global. Kombinasi kedua fungsi tersebut menjadikan transaksi ini salah satu penerbitan sukuk UMKM terbesar yang pernah tercatat di pasar modal Indonesia.

Penilaian Juri: Inovasi yang Menetapkan Standar Baru

Panel juri independen dari majalah finansial The Asset menyatakan bahwa langkah strategis Pegadaian tergolong sangat inovatif. Menurut penilaian mereka, skema tersebut tidak hanya menjembatani likuiditas pasar modal untuk pembiayaan UMKM secara luas, tetapi juga menetapkan benchmark baru bagi korporasi yang mampu menyelaraskan keandalan instrumen keuangan komersial dengan misi sosial pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan kata lain, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas ukuran transaksi, melainkan validasi atas kualitas desain produk dan konsistensi tata kelola.

Pernyataan Manajemen: Kepercayaan Investor sebagai Bahan Bakar

Ferdian Timur Satyagraha, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian (Persero), menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan keyakinan investor global terhadap fundamental kinerja serta transparansi perusahaan.

“Penghargaan Best Sukuk-SME di tingkat internasional ini merupakan bentuk pengakuan atas tingginya kepercayaan investor global terhadap fundamental kinerja dan transparansi Pegadaian. Keberhasilan penerbitan Sukuk Rp 1,75 Triliun ini bukan sekadar pencapaian finansial, melainkan bahan bakar bagi kami untuk terus mengalirkan permodalan syariah yang terjangkau bagi para pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing global.”

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa Pegadaian memandang penghargaan internasional sebagai titik awal, bukan garis finish. Fokus perusahaan tetap tertuju pada perluasan akses pembiayaan syariah bagi jutaan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan memperoleh modal kerja dari kanal perbankan konvensional.

Dampak Jangka Panjang terhadap Inklusi Keuangan Syariah

Raihan penghargaan internasional Best Sukuk-SME ini mempertegas posisi Pegadaian sebagai pionir keuangan syariah yang berorientasi pada pendalaman pasar domestik, perluasan inklusi keuangan, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional. Dengan modal yang dihimpun melalui pasar modal, perusahaan dapat memperluas portofolio pembiayaan mikro tanpa menambah rasio utang konvensional, sehingga struktur permodalan tetap sehat dan selaras dengan prinsip syariah. Dalam jangka panjang, model penerbitan semacam ini diharapkan menginspirasi emiten syariah lain untuk mengadopsi instrumen serupa, sehingga pasar sukuk UMKM Indonesia tumbuh lebih dalam dan likuid.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Apa itu Sukuk Mudharabah dan mengapa berbeda dari obligasi konvensional?

Sukuk Mudharabah adalah surat berharga syariah yang diterbitkan berdasarkan akad mudharabah, yaitu kerja sama bagi hasil antara penerbit dan investor. Berbeda dari obligasi berbasis bunga, imbal hasil sukuk mudharabah ditentukan secara proporsional dari keuntungan yang dihasilkan aset dasar, sehingga bebas dari unsur riba dan sesuai dengan prinsip syariah.

Siapa yang berhak membeli Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Pegadaian?

Sukuk yang diterbitkan melalui pasar modal umumnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan dapat dibeli oleh investor institusi maupun ritel yang memenuhi ketentuan minimum nilai investasi serta memiliki rekening efek pada sekuritas anggota bursa. Investor ritel dapat mengaksesnya melalui aplikasi sekuritas atau platform perdagangan efek resmi.

Bagaimana penghargaan ini berdampak pada pelaku UMKM?

Dana yang dihimpun dari penerbitan sukuk disalurkan sebagai pembiayaan bagi pelaku UMKM, sehingga mereka memperoleh akses modal kerja dengan syarat yang lebih terjangkau. Semakin besar skala penerbitan, semakin luas jangkauan pembiayaan dan semakin cepat UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi serta daya saingnya di pasar domestik maupun ekspor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *