Kumparannews

BGN Bakal Pindah Kantor ke Gedung Graha Merah Putih Telkom

01m1ks7t1srqex2smf9z1x8re7-1

Kantor Pusat BGN Akan Berpindah ke Graha Merah Putih di Gatot Subroto

Kabarnusantaraku.com – Badan Gizi Nasional (BGN) bersiap meninggalkan markas lamanya dan menempati gedung Graha Merah Putih, kompleks perkantoran milik PT Telkom yang berdiri di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam tata letak operasional lembaga yang bertugas mengoordinasikan program pemenuhan gizi masyarakat secara nasional. Pemindahan tersebut bukan sekadar urusan logistik; ia juga menyentuh pertanyaan tentang efisiensi penggunaan aset negara dan keterlibatan Danantara sebagai pengelola portofolio BUMN.

Koordinasi dengan Danantara Masih Berjalan

Kepala BGN, Sudaryono, mengonfirmasi bahwa proses perpindahan sedang dalam tahap finalisasi. Ia menjelaskan bahwa negosiasi teknis dengan Danantara—entitas yang kini memegang kendali atas sejumlah aset strategis BUMN—masih berlangsung aktif. Gedung Graha Merah Putih, yang selama ini difungsikan sebagai kantor Telkom, akan dialihkan penggunaannya kepada BGN dalam jangka waktu yang relatif singkat.

“Betul Pak, kami sedang berkoordinasi dengan Danantara dan dalam waktu dekat ini Badan Gizi Nasional akan menempati Graha Merah Putih yang saat ini menjadi kantor Telkom.”

Sudaryono menyampaikan pernyataan tersebut dalam forum rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (3/9). Ia menambahkan bahwa penghuni eksisting Graha Merah Putih tidak akan kehilangan tempat kerja; mereka akan direlokasi ke gedung Telkom lain yang terletak tepat di belakang kompleks tersebut.

“Orang yang menempati Graha Merah Putih itu akan menempati Gedung Telkom yang di belakangnya, gedungnya lebih tinggi Pak.”

Target Waktu: Satu hingga Dua Bulan

Berdasarkan penuturan Sudaryono, seluruh rangkaian pemindahan—mulai dari pengosongan ruang, penataan infrastruktur, hingga perpindahan personel—ditargetkan rampung dalam rentang satu sampai dua bulan ke depan. Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut sudah menjadi prioritas internal lembaga.

“Jadi memang kami ajukan atau kami sedang koordinasi dengan Danantara dan Insyaallah dalam satu dua bulan ini kami akan pindah kantor ke Graha Merah Putih.”

Perpindahan ini membawa implikasi praktis yang tidak kecil. Graha Merah Putih merupakan salah satu gedung perkantoran bertingkat di kawasan Gatot Subroto, koridor bisnis dan pemerintahan yang padat. Dengan menempati bangunan tersebut, BGN akan berada di jantung salah satu kawasan paling strategis ibu kota, berdekatan dengan berbagai kantor kementerian, lembaga negara, dan perusahaan multinasional. Lokasi semacam itu dapat mempercepat interaksi lintas-lembaga yang selama ini menjadi tantangan operasional BGN dalam mengoordinasikan program gizi di tingkat daerah.

Interogasi Anggaran dan Status Gedung dari Komisi IX

Forum rapat kerja tersebut tidak hanya menjadi panggung pengumuman rencana pemindahan, tetapi juga arena pertanyaan tajam dari para wakil rakyat. Beberapa anggota Komisi IX menyoroti isu ini karena kabar perpindahan sudah lebih dulu menyebar luas di berbagai platform media sosial sebelum dikonfirmasi secara resmi.

Pertanyaan Nuroji soal Pos Anggaran Rp 7 Triliun

Anggota Komisi IX DPR, Nuroji, menyoroti salah satu pos anggaran yang menurutnya bernilai sangat besar dan berpotensi terkait langsung dengan rencana perpindahan gedung. Ia merujuk pada nomor empat dalam struktur anggaran BGN, yang mencakup urusan keuangan, tata usaha, arsip rumah tangga, dan protokol, dengan nilai mencapai Rp 7 triliun.

“Kemudian, saya melihat anggaran di nomor 4, urusan keuangan serta tata usaha, arsip rumah tangga, dan protokol ada Rp 7 triliun. Ini apakah ada hubungannya dengan pemindahan gedung pak? Saya dengar pindah gedung ke gedung merah putih. Apakah termasuk itu?”

Pertanyaan ini menggarisbawahi kekhawatiran publik bahwa alokasi anggaran setinggi itu untuk komponen administrasi dan protokol perlu dijelaskan secara transparan, terutama ketika terjadi perubahan lokasi kantor pusat. Klarifikasi mengenai apakah sebagian dari nilai tersebut memang diperuntukkan bagi biaya perpindahan, penataan ulang, atau komponen lain menjadi penting bagi akuntabilitas lembaga.

Yahya Zaini: Mengapa BGN Masih Menyewa?

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, mengangkat dimensi berbeda dari persoalan yang sama. Ia mempertanyakan mengapa BGN selama ini masih beroperasi dengan skema sewa kantor, padahal tersedia sejumlah aset milik pemerintah pusat maupun BUMN yang secara teori dapat dimanfaatkan tanpa beban biaya sewa berulang.

“Yang terakhir, saya melihat kantor BGN itu masih menyewa. Betul pak ya? Apakah tidak ada kantor pemerintah atau kantor BUMN yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi kantor BGN sehingga lebih efisien ke depan.”

Ia kemudian merujuk pada kabar yang beredar di ruang digital mengenai kemungkinan pemanfaatan gedung Telkom di Gatot Subroto.

“Saya dapat informasi, yang beredar di medsos nih. Katanya gedung telkom yang di gatot subroto itu bisa dipakai untuk gedung BGN? Saya tidak tahu betul apa engga nih. Ini yang beredar di medsos pak ya. Mohon penjelasan pak ya.”

Komentar Yahya Zaini menyentuh persoalan efisiensi belanja negara yang kerap menjadi sorotan. Ketika sebuah lembaga pemerintah pusat memilih menyewa ruang kantor di pasar swasta, sementara aset milik negara atau BUMN tersedia di lokasi yang setara, pertanyaan tentang rasionalitas keputusan tersebut menjadi wajar. Perpindahan ke Graha Merah Putih, jika terealisasi, akan menjawab sebagian dari kekhawatiran itu dengan menempatkan BGN di bawah atap yang sudah dimiliki oleh ekosistem BUMN, sehingga beban sewa jangka panjang berpotensi berkurang secara substansial.

Secara lebih luas, langkah ini juga mencerminkan pola yang sedang berkembang: konsolidasi penggunaan aset fisik BUMN oleh lembaga-lembaga negara yang baru dibentuk atau direstrukturisasi. Dengan Danantara kini berperan sebagai payung pengelolaan portofolio, mekanisme alokasi ruang kantor antar-entitas menjadi lebih terpusat dan, secara teori, lebih efisien daripada setiap lembaga mencari lokasi secara terpisah di pasar komersial. Keberhasilan implementasi rencana ini dalam satu hingga dua bulan akan menjadi ujian pertama bagi mekanisme koordinasi tersebut.

Frequently Asked Questions

What is BGN Bakal Pindah Kantor ke Gedung?

BGN Bakal Pindah Kantor ke Gedung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BGN Bakal Pindah Kantor ke Gedung matter?

BGN Bakal Pindah Kantor ke Gedung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *