Ajukan Perpanjangan IUPK, Freeport Bidik Tambang Kucing Liar Dimulai 2029
PTFI Ajukan Perpanjangan IUPK dengan Fokus pada Tambang Kucing Liar
Kabarnusantaraku.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) telah resmi mengajukan permohonan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlaku hingga tahun 2041. Pengajuan ini menjadi langkah strategis agar perusahaan dapat melanjutkan kegiatan eksplorasi serta operasional pertambangan bawah tanahnya secara berkelanjutan. Tony Wenas, selaku Presiden Direktur PTFI, menjelaskan bahwa pengajuan tersebut dilakukan secara bertahap sejak pertengahan Juni 2026. Proses ini diperlukan karena pemerintah perlu mengkaji kelengkapan seluruh dokumen yang diserahkan oleh pihak perusahaan.
Dalam pengajuan ini, PTFI secara khusus menargetkan pengembangan tambang Kucing Liar yang merupakan salah satu aset berharga di distrik mineral Grasberg. Ajukan Perpanjangan IUPK Freeport Bidik tambang Kucing Liar dimulai pada tahun 2029 sesuai rencana strategis yang telah disusun. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi tembaga dan emas di Indonesia.
Divestasi Saham sebagai Prasyarat Utama
Salah satu poin krusial dalam pengajuan ini berkaitan dengan divestasi kepemilikan saham PTFI oleh perusahaan induk, Freeport McMoran (FCX), kepada negara. Saat ini, FCX memegang 48,76 persen saham di PTFI. Tony Wenas menegaskan bahwa perjanjian divestasi tambahan merupakan salah satu syarat mutlak sebelum IUPK diterbitkan. Tanpa pemenuhan syarat ini, proses perpanjangan izin tidak dapat dilanjutkan.
Menurut peraturannya, salah satu persyaratan diterbitkannya IUPK itu sudah ditandatangani perjanjian soal divestasi tambahan, pada saat diterbitkan, jadi itu menjadi salah satu prasyarat, ujarnya saat ditemui di Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia, dikutip Sabtu (8/8).
Perpanjangan Hak Operasional Pasca-2041
Sebelumnya, pada Februari 2026, FCX dan PTFI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) bersama pemerintah Indonesia. Dokumen ini mengatur perpanjangan hak operasional di distrik mineral Grasberg setelah tahun 2041. Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam MOU, persentase kepemilikan saham FCX di PTFI akan turun menjadi 37 persen mulai tahun 2042. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kepemilikan negara atas sumber daya alam strategis.
Tony Wenas berharap persetujuan perpanjangan IUPK dapat segera terwujud. Meskipun ia tidak menyebutkan secara eksplisit apakah proses ini akan selesai pada tahun ini, perusahaan telah menyusun rencana jangka panjang untuk pengelolaan tambang bawah tanah. Lebih cepat lebih bagus, karena pengembangan tambang bawah tanah itu perlu waktu yang lama, 15 tahun lebih. Jadi supaya tidak terjadi depresi di mendekati 2041, sebaiknya memang lebih cepat lebih bagus, tuturnya.
Operasi Tambang Bawah Tanah dan Kucing Liar
PTFI saat ini mengoperasikan tiga tambang bawah tanah berskala besar di distrik mineral Grasberg, yaitu Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan. Dalam kondisi operasi normal, aktivitas bawah tanah perusahaan menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga serta 1,3 juta ons emas setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan PTFI terhadap perekonomian nasional.
Seluruh kegiatan pengembangan tambang jangka panjang untuk deposit Kucing Liar di distrik mineral Grasberg telah dimulai sejak tahun 2022. Rencana strategis PTFI mencakup peningkatan produksi Kucing Liar yang akan dimulai pada tahun 2030, dengan kapasitas desain mencapai sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari. Tony Wenas menjelaskan bahwa tambang Kucing Liar masih berada dalam tahap pengembangan bawah tanah, termasuk pembukaan akses. Proses penambangan secara komersial direncanakan akan dimulai pada tahun 2029.
Pada tingkat produksi penuh, Kucing Liar akan menghasilkan rata-rata 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas per tahun. Angka ini akan memastikan keberlanjutan produksi skala besar di distrik mineral Grasberg. Hingga 30 Juni 2026, PTFI telah mengalokasikan sekitar USD 1,4 miliar untuk pengembangan Kucing Liar. Investasi modal tambahan diperkirakan akan mencapai sekitar USD 4 miliar hingga tahun 2033, dengan rata-rata pengeluaran sekitar USD 0,5 miliar per tahun.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu IUPK dan mengapa penting bagi PTFI? IUPK atau Izin Usaha Pertambangan Khusus adalah izin yang diberikan kepada perusahaan pertambangan untuk mengelola sumber daya alam dalam jangka waktu tertentu. Bagi PTFI, perpanjangan IUPK sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional tambang bawah tanah pasca-2041.
Kapan penambangan komersial Kucing Liar akan dimulai? Menurut rencana strategis PTFI, penambangan komersial tambang Kucing Liar akan dimulai pada tahun 2029. Saat ini, perusahaan masih berada dalam tahap pengembangan bawah tanah dan pembukaan akses.
Berapa total investasi yang dialokasikan untuk Kucing Liar? Hingga 30 Juni 2026, PTFI telah mengalokasikan sekitar USD 1,4 miliar untuk pengembangan Kucing Liar. Investasi modal tambahan diperkirakan akan mencapai sekitar USD 4 miliar hingga tahun 2033.
Apa hubungan antara divestasi saham dan perpanjangan IUPK? Divestasi saham merupakan prasyarat mutlak sebelum IUPK diterbitkan. FCX saat ini memegang 48,76 persen saham di PTFI, dan persentase ini akan turun menjadi 37 persen mulai tahun 2042 sesuai ketentuan MOU.
Bagaimana kontribusi PTFI terhadap perekonomian Indonesia? PTFI menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas setiap tahunnya. Dengan pengembangan Kucing Liar, produksi akan terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara.