KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Destry Damayanti Siapkan Revitalisasi Lalu Lintas Devisa jika Pimpin BI

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com

Foto : Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com

Destry Damayanti Janji Ubah Arah Kebijakan Lalu Lintas Devisa

Kabarnusantaraku.com – Jika terpilih memimpin Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan akan melakukan pergeseran fokus sekaligus pembaruan menyeluruh terhadap kerangka kebijakan Lalu Lintas Devisa (LLD). Dalam uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR RI pada Rabu (26/8), ia menyatakan bahwa penanganan sektor eksternal merupakan mandat konstitusional yang tak bisa diabaikan.

"Kebijakan lalu lintas devisa akan menjadi perhatian serius kami, sesuai dengan mandat BI berdasarkan undang-undang. Dengan berbagai tantangan terkait sektor eksternal, baik dari sisi makro dan infrastruktur LLD, kami ke depan akan melakukan refocusing dan revitalisasi kebijakan LLD, khususnya terkait dengan pengawasan berbasis digital dan subtech."

Menekan Under Invoicing Lewat Kolaborasi Lintas Lembaga

Salah satu tujuan utama penguatan LLD adalah meredam praktik under invoicing serta transfer pricing yang merugikan neraca devisa. Destry mengakui bahwa upaya tersebut tidak dapat dijalankan secara unilateral, mengingat data yang relevan tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga.

"Hal ini penting mengingat potensi under invoicing yang cukup besar, namun kami tidak bisa sendirian karena data terkait LLD melibatkan banyak pihak."

Komitmen Lebih Luas: Inklusi Keuangan dan Emisi Karbon

Di luar isu devisa, Destry juga memaparkan agenda penguatan sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan sebagai penopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pengembangan instrumen serta metodologi perhitungan emisi karbon bagi sektor perbankan dan korporasi akan terus dilanjutkan. Penguatan tata kelola kelembagaan bank sentral turut menjadi prioritas.

Tantangan Nilai Fundamental Rupiah

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie OFP, mengangkat persoalan nilai fundamental rupiah yang dalam asumsi APBN 2026 ditetapkan pada level Rp 16.500 per dolar AS. Ia langsung menanyakan apakah Destry sepakat dengan angka tersebut.

"Ibu sepakat dengan pandangan itu?"

Destry menjawab bahwa penetapan nilai fundamental sangat bergantung pada rentang pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan.

"Tergantung dari range. Jadi, kami memiliki range pertumbuhan ekonomi 4,9-5,7 persen."

Ia menambahkan bahwa apabila kondisi perekonomian berjalan sangat baik, nilai fundamental rupiah memang dapat berada di kisaran Rp 16.500 per dolar AS.

"Tapi, kan tentunya situasinya tergantung keadaan yang terjadi."

Dolfie kemudian merangkum bahwa pemulihan kurs dari level sekitar Rp 17.700 per dolar AS menuju Rp 16.500 per dolar AS akan menjadi ujian terbesar bagi Destry apabila ia resmi menjabat.

"Jadi, tantangan Ibu adalah mengembalikan nilai tukar rupiah dari Rp 17.700 per dolar AS itu harus kembali sesuai dengan fundamental ekonomi yaitu Rp 16.500 per dolar."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Destry Damayanti Siapkan Revitalisasi Lalu Lintas?

Destry Damayanti Siapkan Revitalisasi Lalu Lintas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Destry Damayanti Siapkan Revitalisasi Lalu Lintas matter?

Destry Damayanti Siapkan Revitalisasi Lalu Lintas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.