KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

ESG hingga Government 5.0, Strategi BPK Dorong Tata Kelola Berkelanjutan

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By Emily Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Emily Davis - kabarnusantaraku.com

Transformasi Tata Kelola: ESG dan Government 5.0 sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045

Kabarnusantaraku.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menegaskan pentingnya penguatan sistem pemerintahan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta akselerasi transformasi menuju Government 5.0. Kedua pendekatan tersebut diyakini dapat mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

Peran Strategis Pemeriksaan Keuangan

Nyoman Adhi Suryadnyana, yang menjabat sebagai Anggota I BPK RI sekaligus Pelaksana Tugas Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV, menyampaikan pandangan mendalam mengenai fungsi pemeriksaan. Menurutnya, proses audit tidak sekadar menghasilkan opini keuangan. Lebih dari itu, pemeriksaan berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menjamin setiap rupiah anggaran negara dikelola dengan akuntabilitas dan transparansi tinggi.

"Pemeriksaan laporan keuangan bukan hanya menghasilkan opini, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang berkelanjutan,"

Ungkapan tersebut disampaikan Nyoman saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2025 kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Acara penyerahan tersebut berlangsung pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus.

Transformasi Digital dan Prinsip ESG

Transformasi menuju Government 5.0 menuntut pemanfaatan teknologi digital secara maksimal. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), analisis data, serta kolaborasi lintas sektor menjadi elemen kunci. Selain itu, masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan harus ditempatkan sebagai pusat dalam setiap pengambilan kebijakan.

Sementara itu, prinsip ESG menjadi landasan penting. Penerapannya memastikan kebijakan dan pengelolaan keuangan negara tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. Menurut Nyoman, kedua pendekatan ini harus berjalan beriringan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.

"Kunci dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 adalah menerapkan kombinasi Government 5.0 dengan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan melalui prinsip ESG,"

Tantangan dan Capaian Kementerian ESDM

BPK mengidentifikasi setidaknya enam tantangan utama dalam transformasi menuju Government 5.0. Tantangan tersebut mencakup belum meratanya transformasi digital, fragmentasi data pemerintah, keterbatasan talenta kecerdasan buatan, rendahnya integritas tata kelola, kapasitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan, hingga persoalan keamanan siber dan kolaborasi. Karena itu, transformasi pemerintahan membutuhkan pendekatan whole-of-government yang mampu mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, BPK mengapresiasi sejumlah capaian Kementerian ESDM sepanjang tahun 2025. Pencapaian tersebut meliputi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang melampaui target, peningkatan kinerja organisasi, tingginya nilai reformasi birokrasi, hingga keberhasilan mencapai Indeks Kematangan Keamanan Siber level 4 atau Terkelola.

Kementerian ESDM juga telah menindaklanjuti 82,44 persen rekomendasi hasil pemeriksaan BPK serta menyelesaikan 88 dari 99 kasus kerugian negara. Capaian tindak lanjut tersebut berada di atas rata-rata nasional sebesar 76 persen. Selain itu, Kementerian ESDM kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025.

WTP sebagai Fondasi, Bukan Tujuan Akhir

Meskipun meraih opini WTP, Nyoman menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan tujuan akhir dalam pengelolaan keuangan negara. Opini WTP justru menjadi fondasi untuk terus memperkuat kelemahan dan kekurangan sehingga tata kelola pemerintahan menjadi semakin efisien, efektif, dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

BPK masih menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan keuangan dan tata kelola di Kementerian ESDM. Di antaranya penyempurnaan dasar hukum penagihan dan penyetoran denda administratif atas pelanggaran kegiatan usaha pertambangan di kawasan hutan, pelaksanaan pekerjaan yang belum sepenuhnya sesuai ketentuan, serta pengelolaan jaminan pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara yang belum tertib.

Atas temuan tersebut, BPK telah menyampaikan sejumlah rekomendasi. Rekomendasi itu diharapkan tidak hanya menyelesaikan temuan pemeriksaan, tetapi juga menjadi momentum perbaikan sistemik melalui penguatan pengendalian intern, peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan aset negara, serta pembangunan kepatuhan yang berkelanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is ESG hingga Government 5 0 Strategi?

ESG hingga Government 5 0 Strategi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does ESG hingga Government 5 0 Strategi matter?

ESG hingga Government 5 0 Strategi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.