Extended Concourse: Membawa Wajah Baru TOD ke Bawah Bundaran HI
Wajah Baru TOD: Extended Concourse di Kedalaman 18 Meter Bawah Bundaran HI
Kabarnusantaraku.com – Paradigma tentang fungsi sebuah stasiun kereta bawah tanah sedang dirombak di ibu kota. Di kedalaman sekitar 18 meter di bawah Bundaran HI, PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah membangun sebuah ruang bawah tanah yang jauh melampaui sekadar titik transit. Melalui anak perusahaannya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), proyek extended concourse ini dirancang untuk mendefinisikan ulang pengalaman berjalan kaki di kawasan yang kerap dijuluki jantung Jakarta.
Bundaran HI selama ini identik dengan keramaian wisatawan—lokal maupun mancanegara—yang berfoto di depan Patung Selamat Datang dan air mancur ikoniknya. Namun, kepadatan simpang jalan di area tersebut kerap menjadi penghalang bagi pejalan kaki yang hendak berpindah antar titik. Extended concourse hadir sebagai jawaban atas persoalan itu: koridor pejalan kaki bawah tanah yang menjembatani celah mobilitas di permukaan.
Mengantisipasi Lonjakan Penumpang Fase 2
Ferdiansyah Roestam, Direktur Utama PT ITJ, menjelaskan bahwa gagasan proyek ini lahir dari kebutuhan antisipasi. Setelah perpanjangan jalur MRT Fase 2 menuju Monas dan Kota Tua rampung, volume penumpang diproyeksikan melonjak. Ferdi memperkirakan tambahan sekitar 6.000 penumpang di Stasiun MRT Bundaran HI. Dengan trafik rata-rata saat ini di angka 11.000 orang, total penumpang berpotensi menyentuh 17.000 orang.
"Extended concourse memang didesain supaya pertama bisa memenuhi safety factor, jika terjadi emergency. Yang kedua, meningkatkan layanan publik supaya tidak terjadi bottlenecking, dan yang ketiga, area itu bisa menjadi multifunction untuk mendukung mobilitas orang."
Pernyataan tersebut disampaikan Ferdi dalam kelas MRTJ Fellowship 2026, dikutip Selasa (25/8).
Ruang Multifungsi dan Aktivitas Ekonomi Baru
Di dalam concourse, perusahaan merancang 24 area multifungsi dengan total luasan 4.439 m². Ruang-ruang itu dapat dikembangkan secara fleksibel untuk berbagai fungsi komersial—F&B, retail, lifestyle, layanan, hingga tenant partnership—sehingga koridor publik bawah tanah tersebut sekaligus menjadi katalis aktivitas ekonomi baru.
"Ada pergeseran paradigma dari kawasan yang awalnya dia hanya menjadi titik lintasan, akhirnya sekarang titik lintasan itu ternyata harus bisa memenuhi kebutuhan orang bergerak. Makan, minum, charging, itu kebutuhan sehari-hari."
Konektivitas Antar Aset Properti dan Moda Transportasi
PT ITJ akan membangun dua muara akses. Muara 1 di sisi barat terhubung ke pusat perbelanjaan Plaza Indonesia serta Hotel Grand Hyatt Jakarta. Muara 2 di sisi timur tersambung ke Hotel Pullman dan perkantoran Wisma Nusantara. Selain itu, extended concourse juga menjembatani dua moda transportasi umum—Stasiun MRT dan Halte Transjakarta—secara lebih seamless. Penumpang cukup memanfaatkan eskalator atau lift untuk berpindah antar kedua fasilitas tersebut.
Progres Konstruksi dan Target Peresmian
Per Juli 2026, progres konstruksi extended concourse Bundaran HI telah mencapai 21,46 persen—terrealisasi lebih cepat dari rencana. Pada Agustus 2026, angka tersebut diproyeksikan menyentuh 24,8 persen. Perusahaan menargetkan progres 45 persen pada akhir tahun berjalan, guna mengejar jadwal peresmian pada Juni 2027.
"Ambience-nya hopefully kita tidak kalah dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, dan mudah-mudahan ini akan menjadi precedent untuk pengembangan lebih lanjut untuk ruang bawah tanah yang menghubungkan satu sama lain."
Inspirasi dari Singapura dan Mimpi Sejak 2017
Ferdi mengungkapkan bahwa ambisi menciptakan Jakarta yang lebih ramah bagi pejalan kaki sudah tumbuh sejak lama. Ia mencontohkan Singapura, yang berhasil membangun ekosistem bawah tanah sangat aktif di sepanjang Jalan Orchard—mulai dari Takashimaya hingga ION, seluruhnya terhubung lewat koridor bawah tanah.
"Singapura dari Takashimaya sampai ION, semuanya lewat bawah dan ternyata ruangnya sangat aktif di bawahnya. Saya orang construction, saya mikir masa Indonesia enggak bisa punya kayak begini sih, cukup panjang mimpinya bahkan dari 2017-2018 ide ini udah mulai tumbuh."
Untuk saat ini, fokus extended concourse tertuju pada Bundaran HI. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berencana memperluas konsep serupa ke beberapa kawasan lain, menjadikan proyek ini sebagai preseden bagi pengembangan akses pejalan kaki bawah tanah di stasiun-stasiun MRT berikutnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Extended Concourse?Extended Concourse is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Extended Concourse matter?Extended Concourse matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.