KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Batu Bara Turun ke USD 127.85 per Ton, Nikel Melesat 1,44 Persen

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Linda Brown - kabarnusantaraku.com

Foto : Linda Brown - kabarnusantaraku.com

Analisis Lengkap Pergerakan Harga Komoditas: Batu Bara, Nikel, Timah, dan CPO

Kabarnusantaraku.com – Pasar komoditas global menunjukkan dinamika yang menarik dalam beberapa hari terakhir. Harga Batu Bara Turun ke USD 127,85 per ton, menandai koreksi tipis setelah periode penguatan sebelumnya. Di sisi lain, nikel justru melesat naik 1,44 persen, menunjukkan sentimen positif dari investor logam ini. Pergerakan beragam ini memberikan gambaran tentang kondisi permintaan dan penawaran di pasar internasional.

Pergerakan Harga Nikel yang Menggembirakan

Nikel mencatatkan kinerja yang menggembirakan pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2021. Logam strategis ini mengalami kenaikan nilai yang signifikan, didorong oleh permintaan yang kuat dari sektor industri. Berdasarkan data resmi yang dirilis London Metal Exchange (LME), harga nikel naik 1,44 persen menjadi USD 17.004 per ton.

Nikel menjadi salah satu komoditas yang paling diperhatikan investor, terutama dengan meningkatnya permintaan dari industri baterai kendaraan listrik global.

Penguatan ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang nikel. Produsen utama seperti Indonesia dan Filipina diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ekspor.

Harga Batu Bara Turun ke USD 127,85 per Ton

Sementara nikel menguat, batu bara mengalami koreksi yang lebih moderat. Harga Batu Bara Turun ke USD 127,85 per ton pada penutupan perdagangan Senin, 10 Agustus 2021. Penurunan sebesar 0,31 persen ini tercatat berdasarkan informasi dari situs tradingeconomics yang memantau pergerakan harga komoditas secara real-time.

Koreksi ini tidak terlalu signifikan dan masih berada dalam kisaran yang wajar. Faktor-faktor seperti perubahan permintaan dari negara-negara importir utama dan kondisi pasokan global menjadi pendorong utama pergerakan harga batu bara saat ini.

Timah dan CPO Mengalami Penurunan

Dalam rentang waktu yang sama, timah juga ikut mencatatkan penurunan. Laporan dari London Metal Exchange (LME) mengindikasikan penurunan nilai sebesar 1,01 persen. Akibatnya, harga timah saat ini berada di posisi USD 55.530 per ton, mencerminkan tekanan permintaan dari beberapa sektor industri.

Minyak kelapa sawit (CPO) tidak luput dari tren penurunan. Data tradingeconomics menyebutkan harga CPO anjlok 0,19 persen ke MYR 4.677 per ton. Namun, secara mingguan, komoditas ini masih berhasil mencatatkan pertumbuhan sekitar 0,5 persen setelah sempat tertekan di awal minggu.

Faktor Pendukung Penguatan CPO Mingguan

Kenaikan mingguan CPO tersebut didorong oleh permintaan kuat dari India, negara konsumen terbesar minyak kelapa sawit di dunia. Impor minyak sawit dari Indonesia ke India terus meningkat seiring dengan kebutuhan domestik yang tinggi. Selain itu, kondisi cuaca yang mendukung produksi di beberapa wilayah penghasil CPO juga menjadi faktor positif.

Investor dan pelaku industri diharapkan untuk terus memantau perkembangan harga komoditas ini, terutama dengan adanya ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga Komoditas

Apa yang menyebabkan harga batu bara turun? Harga batu bara turun akibat perubahan permintaan dari negara-negara importir utama dan kondisi pasokan yang lebih stabil di pasar global.

Berapa persen kenaikan harga nikel? Harga nikel naik 1,44 persen menjadi USD 17.004 per ton berdasarkan data London Metal Exchange (LME).

Apakah tren CPO masih positif secara mingguan? Ya, meskipun mengalami penurunan harian, CPO masih mencatatkan pertumbuhan sekitar 0,5 persen secara mingguan.

Siapa konsumen terbesar CPO? India merupakan konsumen terbesar minyak kelapa sawit, yang menjadi pendorong utama permintaan global terhadap komoditas ini.

Related Reading