KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Minyak Mentah Naik Tipis, OPEC-IEA Pangkas Proyeksi Permintaan

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com

Foto : Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com

Minyak Dunia Terdongkrak oleh Ketegangan Timur Tengah dan Penurunan Proyeksi Permintaan

Kabarnusantaraku.com – Harga Minyak Mentah Naik Tipis pada perdagangan Rabu (12/8) seiring dengan serangan berkelanjutan terhadap kapal-kapal di wilayah Timur Tengah serta stagnasi negosiasi untuk mengakhiri konflik Iran. Laporan yang dikutip Reuters pada Kamis (13/8) mengonfirmasi bahwa kenaikan harga tertahan akibat pemangkasan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 oleh OPEC dan IEA. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase ketidakpastian yang signifikan.

Reaksi Pasar terhadap Geopolitik

Kontrak minyak Brent berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 7 sen, menyentuh level USD 88,98 per barel. Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga mencatatkan kenaikan serupa menjadi USD 83,27 per barel. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif dari investor yang khawatir terhadap gangguan pasokan.

Kekhawatiran investor semakin memuncak setelah sumber senior Iran menginformasikan kepada Reuters bahwa belum ada dialog antara Teheran dan Washington untuk memperpanjang gencatan senjata. Pemerintah Iran bahkan menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak memiliki tanggal mulai, sehingga tidak ada hal yang perlu diperpanjang. Hal ini menambah ketidakpastian di pasar energi global.

"Penguatan harga minyak terjadi karena pasar semakin meragukan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat untuk mengurangi gangguan aliran minyak mentah dari kawasan tersebut atau mencegah konflik kembali meningkat," jelas Simon-Peter Massabni, Head of Business Development XS.com.

Kecemasan pasar juga diperparah oleh serangan terhadap kapal-kapal di dua jalur pelayaran vital, yaitu Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Amerika Serikat serta kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran melaporkan adanya insiden serangan pada kedua jalur tersebut pada hari Selasa (11/8). Serangan-serangan ini berdampak langsung pada volume perdagangan minyak internasional.

Penurunan Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz

Data pelayaran mengungkapkan bahwa jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz pada Selasa (11/8) anjlok menjadi hanya delapan kapal. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kondisi pra-perang yang mencatatkan sekitar 125 hingga 140 kapal melintas setiap harinya. Penurunan drastis ini menjadi indikator kuat adanya gangguan logistik.

Penurunan lalu lintas kapal ini memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan minyak global. Gangguan di Selat Hormuz berpotensi menghambat pengiriman minyak dari negara-negara produsen utama di kawasan Timur Tengah, yang merupakan sumber pasokan krusial bagi pasar internasional. Banyak analis memperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga situasi geopolitik membaik.

Proyeksi Permintaan dan Pasokan yang Menurun

Dalam laporan pasar minyak bulanan, OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026 menjadi sekitar 580.000 barel per hari. Sementara itu, IEA memproyeksikan permintaan minyak dunia justru akan mengalami kontraksi sebesar 1,6 juta barel per hari pada tahun ini. Proyeksi-proyeksi ini menunjukkan perubahan fundamental dalam dinamika pasar.

Meskipun permintaan diproyeksikan menurun, IEA juga memperkirakan pasokan minyak dunia akan berkurang sekitar 4,3 juta barel per hari. Kondisi ini berpotensi menciptakan defisit pasar sebesar 1,27 juta barel per hari pada tahun 2026. Defisit ini dapat memberikan tekanan tambahan pada harga minyak mentah.

"Pertanyaannya, setelah perang berakhir, seberapa banyak permintaan tersebut akan kembali? Saya rasa tidak semuanya akan kembali," ujar Simon Wong, Manager Portofolio di Gabelli.

Simon Wong menilai bahwa penurunan proyeksi permintaan bukanlah hal yang mengejutkan. Banyak kilang, khususnya di Asia, menghadapi kesulitan dalam mendapatkan minyak mentah akibat gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. Keterbatasan pasokan ini memaksa perusahaan kilang untuk mengurangi aktivitas pengolahan minyak secara signifikan.

Menurut Wong, tantangan utamanya terletak pada seberapa besar penurunan tersebut dan sejauh mana hal itu mencerminkan pengelolaan permintaan sementara dibandingkan dengan hilangnya permintaan secara permanen. Analisis ini memberikan perspektif penting bagi para pelaku industri energi.

Tekanan dari Peningkatan Stok AS

Tekanan tambahan terhadap harga minyak datang dari Amerika Serikat. Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS justru meningkat secara tidak terduga pada pekan lalu. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak Januari 2023 dan menjadi faktor penyeimbang dalam pasar global.

Peningkatan stok terutama terjadi karena ekspor minyak mentah AS melemah, sementara impor meningkat tajam. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan dinamika baru dalam pasar minyak global yang masih terus berkembang. Para trader perlu memantau perkembangan ini dengan cermat.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa penyebab utama kenaikan harga minyak mentah terbaru? Kenaikan harga minyak mentah terutama disebabkan oleh serangan terhadap kapal-kapal di jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, serta stagnasi negosiasi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Berapa proyeksi penurunan permintaan minyak global untuk 2026? OPEC memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026 menjadi sekitar 580.000 barel per hari, sementara IEA memperkirakan permintaan akan mengalami kontraksi sebesar 1,6 juta barel per hari pada tahun ini.

Bagaimana dampak penurunan lalu lintas kapal di Selat Hormuz? Penurunan lalu lintas kapal dari 125-140 kapal menjadi hanya delapan kapal per hari berpotensi menghambat pengiriman minyak dari negara-negara produsen utama di kawasan Timur Tengah, yang merupakan sumber pasokan krusial bagi pasar internasional.

Apa yang menyebabkan peningkatan stok minyak mentah di Amerika Serikat? Peningkatan stok minyak mentah AS terutama disebabkan oleh melemahnya ekspor minyak mentah AS, sementara impor meningkat tajam. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak Januari 2023.

Related Reading