KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IHSG Diperkirakan Kembali Menguat, Intip Saham yang Berpotensi Cuan

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com

Foto : Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com

Kabarnusantaraku.com – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan sinyal positif. IHSG diperkirakan kembali menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (28/8) dengan target level 6.552. Sebelumnya, pada Kamis (27/8), indeks acuan tersebut melonjak 116,07 poin atau 1,81 persen dan menutup di angka 6.521,75. Pergerakan ini didorong oleh kombinasi faktor teknikal, sentimen eksternal dari Wall Street, serta kelegaan domestik pasca-aksi di Gedung DPR RI yang berakhir damai.

Faktor Teknis dan Tekanan Eksternal dari Pasar Global

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG diperkirakan kembali menguat karena terbentuknya pola high baru dalam struktur uptrend. Indikator MA20&60 telah mencatat positive crossover, sementara Stochastics K_D memancarkan sinyal beli dan RSI berpeluang membentuk golden cross. Dari sisi eksternal, lonjakan indeks Nasdaq lebih dari 1,5 persen—yang dipicu laporan keuangan Nvidia—memberi dorongan sentimen positif ke bursa-bursa Asia.

"Indikator inflasi inti (PCE) yang masih bertahan di atas target 2 persen serta ketahanan pertumbuhan ekonomi AS membuat spekulasi pengetatan Fed Rate tetap menjadi perhatian para pelaku pasar," ujar Nafan.

Nafan menambahkan bahwa pidato perdana Kevin Warsh dalam forum Jackson Hall Symposium menjadi katalis utama bagi pasar global. Investor menanti kejelasan arah kebijakan moneter The Fed di tengah inflasi AS yang belum terkendali dan meningkatnya volatilitas di pasar obligasi. Ketidakpastian inilah yang membuat penguatan IHSG diperkirakan kembali menguat secara bertahap, bukan dalam satu lonjakan besar.

Sentimen Domestik, Rebalancing MSCI, dan Rekomendasi Saham

Di dalam negeri, kepastian situasi politik dan keamanan pasca-aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR RI pada 27 Agustus yang berakhir damai memberikan kelegaan bagi pelaku pasar. Keputusan DPR yang menargetkan pengesahan UU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026 turut dipersepsikan positif karena menjawab salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut. Di sisi lain, potensi penyesuaian portofolio menjelang rebalancing MSCI pada 31 Agustus atau efektif 1 September 2026 masih menjadi perhatian.

Dalam penyesuaian MSCI kali ini, saham GOTO dan CPIN dikeluarkan dari Global Standard Index, sedangkan sembilan emiten terdepak dari Small Cap Index: ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI. Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham BKSL, DEWA, dan LSIP untuk perdagangan Jumat (28/8).

Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi dengan area penguatan di 6.666 dan area koreksi di 6.290–6.394. "Posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave iv dari wave (c); cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.290–6.394, sedangkan area penguatan akan menguji 6.666," tulis MNC Sekuritas. Rekomendasi saham dari MNC Sekuritas meliputi DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO.

FAQ: Hal Penting yang Perlu Dipahami Investor

Apa dasar teknikal di balik proyeksi penguatan IHSG? Proyeksi tersebut bertumpu pada positive crossover MA20&60, sinyal beli dari Stochastics K_D, serta potensi golden cross pada RSI. Kombinasi indikator ini mengindikasikan bahwa momentum beli masih dominan selama harga bertahan di atas level support kunci.

Bagaimana dampak rebalancing MSCI terhadap portofolio investor? Keluarnya GOTO dan CPIN dari Global Standard Index serta sembilan emiten dari Small Cap Index berpotensi memicu arus jual pasif dari dana-dana yang mereplikasi indeks MSCI. Investor aktif disarankan memantau volume perdagangan pada saham-saham tersebut menjelang tanggal efektif 1 September 2026.

Apakah artikel ini merupakan ajakan membeli saham tertentu? Tidak. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada pertimbangan dan risiko masing-masing pembaca. Informasi di atas bersifat edukatif dan bukan rekomendasi jual-beli produk investasi tertentu.

Related Reading