KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IHSG Ditutup Anjlok 0,69% ke level 6.365

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Susan Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Susan Davis - kabarnusantaraku.com

IHSG Tertekan di Level 6.365,37 Meski Rupiah Menguat

Kabarnusantaraku.com – Perdagangan Senin (10/8) ditutup dengan penurunan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setelah mengalami pergerakan fluktuatif sejak sesi pertama, indeks utama akhirnya mengakhiri hari di zona merah. Menariknya, kondisi ini terjadi bersamaan dengan penguatan nilai tukar rupiah serta lonjakan signifikan pada bursa-bursa saham Asia.

Berdasarkan rekaman data dari Stockbit, IHSG kehilangan 44,28 poin atau setara dengan koreksi sebesar 0,69%. Penutupan tercatat pada level 6.365,37. Tidak jauh berbeda, indeks LQ45 juga mencatatkan pelemahan dengan penurunan 0,96% dan berhenti di angka 634,13.

Volume Transaksi Mencapai 46,60 Miliar Lembar

Nilai transaksi pada sesi sore hari ini mencapai Rp 18,01 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 46,60 miliar lembar saham yang ditransaksikan melalui 2,61 juta kali transaksi.

Dalam daftar saham dengan pergerakan positif, GIAA (Garuda Indonesia (Persero)) menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan 18 poin atau 33,33% ke level 72. GMFI (Garuda Maintenance Facility Aero Asia) juga menguat 17 poin (31,48%) ke 71, sementara SULI (SLJ Global) naik 25 poin (27,78%) ke 115.

STAR (Calculus Global Ventures) mencatatkan kenaikan 66 poin (24,81%) ke 332, dan IOTF (Sumber Sinergi Makmur) naik 13 poin (24,53%) ke 66.

Di sisi lain, FORU (Fortune Indonesia) menjadi salah satu saham yang paling terdampak dengan penurunan 360 poin (15%) ke 2.040. BAIK (Bersama Mencapai Puncak) juga turun 115 poin (14,94%) ke 655, dan VOKS (Voksel Electric) kehilangan 28 poin (10,37%) ke 242. MITI (Mitra Investindo) turun 12 poin (5,77%) ke 196, sedangkan RODA (Pikko Land Development tbk.) melemah 4 poin (5,41%) ke 70.

Saham Paling Aktif Dagang

Dari sisi nilai transaksi, TPIA (Chandra Asri Pacific) memimpin dengan nilai Rp1,43 triliun, diikuti DSSA (Dian Swastatika Sentosa) senilai Rp1,27 triliun. BUMI (Bumi Resources) tercatat senilai Rp850,25 miliar, BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) Rp720,95 miliar, dan BMRI (Bank Mandiri (Persero)) Rp621,94 miliar.

Sedangkan berdasarkan volume, BUMI menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan 44,89 juta lembar. IATA (Karya Pacific Energy) menyusul dengan 35,39 juta lembar, GMFI 28,32 juta lembar, BNBR (Bakrie & Brothers) 21,92 juta lembar, dan GIAA (Garuda Indonesia (Persero)) 16,61 juta lembar.

Rupiah Menguat 0,1% ke Rp 17.757

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada sore hari ditutup di level Rp 17.757. Angka ini menunjukkan penguatan dibandingkan harga pembukaan pagi yang berada di Rp 17.776. Secara kumulatif, rupiah menguat sebesar 18,2 poin atau naik 0,1% sepanjang hari ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, bursa saham Asia secara kompak ditutup menguat. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 2,2% ke 67.064, sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong meningkat 1,05% ke 25.939,5. Di China, Indeks SSE Composite naik 0,67% ke 3.966,59, dan di Singapura, Indeks Straits Times juga naik 1,05% ke 5.698,43.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is IHSG Ditutup Anjlok 0 69 ke level?

IHSG Ditutup Anjlok 0 69 ke level is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does IHSG Ditutup Anjlok 0 69 ke level matter?

IHSG Ditutup Anjlok 0 69 ke level matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.