KAI Masih Kaji Pembangunan Jalur Kereta di Kalimantan dan Bali
Progres Studi Jalur Kereta Trans-Kalimantan dan Bali: KAI Masih Kaji Pembangunan Jalur Secara Menyeluruh
Kabarnusantaraku.com – Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat strategis kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk merancang dan mengembangkan jaringan perkeretaapian di tiga kawasan utama, yakni Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Hingga saat ini, KAI masih kaji pembangunan jalur di masing-masing wilayah dengan pendekatan teknis yang berbeda-beda sesuai tingkat kesiapan infrastruktur dan kondisi geografisnya. Mandat tersebut menjadi kerangka kerja utama perusahaan pelat merah dalam memperluas konektivitas nasional melampaui Pulau Jawa.
Tahapan Teknis di Setiap Koridor
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan bahwa koridor Trans-Sumatera telah melangkah ke tahap detail engineering design (DED). Tahap ini menandai transisi dari studi kelayakan menuju perencanaan teknis rinci, termasuk spesifikasi teknis perlintasan, stasiun, dan sistem pendukung operasional. Artinya, proyek tersebut sudah melewati fase identifikasi risiko dan analisis ekonomi awal.
Untuk koridor Trans-Kalimantan, prosesnya masih berada pada tahap kajian studi. Bobby menegaskan bahwa belum ada keputusan untuk memasuki fase konstruksi atau pengadaan lahan secara masif. Sementara itu, rencana perkeretaapian di Bali juga telah dimasukkan ke dalam instruksi presiden, meskipun detail teknis dan urutan pelaksanaannya belum diumumkan secara publik.
Menyangkut prioritas penyelesaian ketiga proyek, Bobby memilih tidak memberikan urutan pasti. Ia menyatakan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah seluruh kajian teknis rampung dan faktor-faktor pendukung terpenuhi.
"Nanti surprise mana yang akan kita selesaikan yang paling duluan," ujar Bobby.
Hambatan Lahan dan Kompleksitas Implementasi
Salah satu kendala paling krusial dalam setiap pembangunan jalur kereta baru adalah pembebasan lahan. Bobby menekankan bahwa koridor Trans-Kalimantan, yang membentang melintasi wilayah dengan kepadatan penduduk dan tutupan hutan yang beragam, menuntut pendekatan pembebasan lahan yang sangat hati-hati dan berkeadilan.
"Trans-Kalimantan kita sedang selesaikan studinya juga. Nanti kita lihat, yang namanya pembangunan jalur kereta baru ini banyak faktor-faktornya, terutama juga faktor pembebasan lahannya," kata Bobby dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
Faktor lain yang turut memperumit implementasi meliputi kondisi topografi, ekologi, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Setiap segmen koridor memerlukan analisis dampak lingkungan yang komprehensif sebelum izin konstruksi dapat diterbitkan.
Arahan Presiden untuk Trans-Sumatera dan Trans-Kalimantan
Pada Kamis (30/7), Prabowo secara eksplisit menginstruksikan KAI dan Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan proyek jalur kereta Trans-Sumatera yang membentang dari Bakauheni, titik paling selatan Pulau Sumatera, hingga Medan di titik paling utara. Instruksi itu disampaikan saat meresmikan revitalisasi tahap I Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah.
"Habis ini Trans-Sumatra Railway dari Bandar Lampung, mana titik yang paling selatan? Bakauheni sampai ke titik paling utara, Medan. Bisa KAI? Bisa Menteri Perhubungan? Kita kasih dia tugas harus kasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan," kata Prabowo.
Prabowo juga mendorong agar pembangunan Trans-Kalimantan dapat dimulai setelah Trans-Sumatera berjalan, atau bahkan secara simultan. Ia menegaskan bahwa kedua proyek tersebut tidak harus menunggu satu sama lain secara berurutan.
"Habis Trans-Sumatera nanti Trans-Kalimantan kalau bisa bersamaan kita mulai," ujar Prabowo.
Visi Konektivitas dan Identitas Nasional
Bagi pemerintah, perluasan jaringan kereta ke luar Pulau Jawa merupakan pilar penguatan konektivitas antardaerah. Prabowo menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan pernyataan komitmen terhadap masa depan Indonesia yang inklusif dan berakar pada sejarah.
"Indonesia menghadapi masa depan dengan optimis, dengan gembira, dengan semangat, tanpa melupakan sejarah. Sejarah penting bagi kita, bagi kepribadian kita, bagi masa depan kita," pungkasnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kajian Jalur Kereta
Apakah Trans-Kalimantan sudah memasuki tahap konstruksi? Belum. KAI masih kaji pembangunan jalur Trans-Kalimantan pada tahap studi. Fase konstruksi belum dimulai dan bergantung pada hasil kajian teknis serta penyelesaian aspek pembebasan lahan.
Di mana posisi proyek Trans-Sumatera saat ini? Trans-Sumatera telah memasuki tahap detail engineering design (DED), yang merupakan langkah lanjutan setelah studi kelayakan selesai. Ini berarti perencanaan teknis rinci sedang disusun.
Kapan jalur kereta di Bali akan direalisasikan? Belum ada jadwal pasti. Rencana perkeretaapian Bali tercakup dalam instruksi presiden, namun urutan prioritas dan detail teknisnya masih dalam tahap penentuan oleh KAI dan kementerian terkait.
Apa tantangan terbesar dalam pembangunan jalur kereta baru di luar Jawa? Pembebasan lahan merupakan tantangan utama, ditambah kompleksitas topografi, ekologi, dan kebutuhan koordinasi lintas instansi pemerintah di sepanjang koridor.