KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kepala BPS soal Tukang Becak Masuk Desil 9: Sekarang Sudah Jadi Desil 3

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Foto : Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Data Tukang Becak Kulon Progo Resmi Turun ke Desil 3

Kabarnusantaraku.com – Amalia Adininggar Widyasanti, pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS), mengonfirmasi bahwa klasifikasi ekonomi seorang tukang becak di Kulon Progo telah diperbarui. Warga yang sebelumnya tercatat pada kategori desil 9 kini sudah beralih ke desil 3.

"Kan, sudah. Sudah dimutakhirkan sekarang dia ada di desil 3."

Pernyataan itu disampaikan Amalia ketika ditemui di kediaman resmi Ketua MPR RI, kawasan Jakarta Selatan, pada Jumat (28/8).

Penyebab Keterlambatan Pemutakhiran

Menurut Amalia, lonjakan klasifikasi tersebut bukan mencerminkan perubahan kondisi riil, melainkan akibat data yang belum diperbarui lewat jalur resmi yang telah disiapkan. Ia menegaskan bahwa mekanisme pemutakhiran informasi merupakan elemen sentral agar setiap catatan statistik tetap selaras dengan realitas terkini.

"Karena beliau belum memasukkan datanya itu ke dalam kanal pemutakhiran."

"Jadi pemutakhiran menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru."

Komitmen Anggaran untuk Perbaikan DTSEN

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa BPS tengah menangani persoalan tersebut, termasuk melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menyebut besaran dana yang dialokasikan untuk kegiatan statistik nasional sangat signifikan.

"Saya ngeluarin uang cukup banyak loh untuk ke BPS tahun ini, ya. Jadi data DTSEN sama Sensus Ekonomi itu kalau nggak salah hampir Rp 7 triliun."

Komentar itu diutarakan Purbaya seusai Sidang Debottlenecking, juga pada Jumat (28/8). Ia menambahkan bahwa BPS telah mengajukan permohonan tambahan anggaran di awal tahun 2026, dengan fokus utama pada kelancaran perbaikan DTSEN.

Sebagai klarifikasi, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa angka Rp 7 triliun tersebut merujuk pada keseluruhan alokasi anggaran operasional serta program BPS, bukan semata-mata untuk satu kegiatan tertentu.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kepala BPS soal Tukang Becak Masuk?

Kepala BPS soal Tukang Becak Masuk is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kepala BPS soal Tukang Becak Masuk matter?

Kepala BPS soal Tukang Becak Masuk matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.