Melihat Produksi Pelumas Pertamina di Unit Jakarta, Diekspor ke Jepang-Afrika
Pelumas Pertamina Diekspor ke 16 Negara dari Unit Jakarta
Kabarnusantaraku.com – Melihat Produksi Pelumas Pertamina di Unit Jakarta, PT Pertamina Lubricants membuktikan kualitas produknya di kancah global. Perusahaan yang berada di bawah naungan Pertamina Patra Niaga ini kini mengekspor pelumas ke 16 negara di berbagai benua. Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants, menyebutkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi menjadi keunggulan utama karena seluruh proses manufaktur dilakukan di Indonesia.
PT Pertamina Lubricants mengoperasikan tiga fasilitas produksi utama di Jakarta, Gresik, dan Cilacap. Unit Produksi Jakarta merupakan yang terbesar dengan kapasitas pengolahan mencapai 270.000 kiloliter per tahun. Strategi ekspansi yang dilakukan perusahaan berhasil menjangkau pasar internasional dengan berbagai segmen produk.
Pasar yang menjadi sasaran pelumas Pertamina tidak hanya domestik, tapi kita juga sudah merambah ke pasar mancanegara. Kita sudah merambah mencapai ke 16 negara untuk saat ini.
Jangkauan Ekspor ke Asia, Afrika, dan Australia
Dody Arief Aditya, Manager Production Unit Jakarta, menjelaskan bahwa volume ekspor saat ini masih kalah dibandingkan pasar dalam negeri. Namun, jangkauan ekspor telah mencakup wilayah Asia, Afrika, serta Australia. Produk yang dikirim ke luar negeri meliputi segmen automotive seperti Pertamina Fastron dan Pertamina Enduro, serta aplikasi industri yang mencakup hydraulic, transmission, marine, dan berbagai produk lainnya.
Berdasarkan kronologi tahun dimulainya ekspor, Pertamina telah memasok ke Korea Selatan, Afrika Selatan, Bangladesh, China, Myanmar, Vietnam, Thailand, Nigeria, Yaman, Timor Timur, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Filipina, dan Tanzania. Perusahaan juga mengoperasikan satu fasilitas produksi di Thailand yang berfungsi melayani wilayah Indochina sejak akuisisi pada tahun 2015.
Jadi di Ayutthaya kurang lebih 3 jam dari Bangkok itu kita bukan bikin pabrik baru sih sebenarnya, tapi kita akuisisi di tahun 2015 dari pabrik lokal yang ada di Thailand. Kapasitasnya mungkin paling kecil saat ini yaitu 60.000 KL per tahun.
Proses Produksi Modern dengan Teknologi Digital
Unit Produksi Jakarta telah berdiri sejak tahun 1957 dan mengalami modernisasi bertahap hingga saat ini. Dody menyebutkan bahwa pabrik ini menghasilkan berbagai jenis produk dengan kapasitas berbeda-beda. Pelumas atau lubricant diproduksi sebanyak 270.000 KL per tahun, grease atau pelumas padat mencapai 8.000 metrik ton per tahun, VII aditif sebesar 14.000 KL per tahun, solvent based petrochemical 500 KL per tahun, serta coolant 2.500 KL per tahun.
Bahan baku utama yang digunakan adalah minyak dasar atau base oil yang sebagian besar berasal dari kilang milik Pertamina sebanyak 60-70 persen. Sisanya, sekitar 10 sampai 25 persen, masih diimpor. Untuk zat aditif, sebagian besar juga masih impor meskipun perusahaan memiliki kemampuan produksi in-house untuk beberapa jenis tertentu.
Kita masih ada base oil yang kita impor sekitar 10 sampai 25 persen itu kita masih impor. Kemudian additive itu ada dua macam, tadi ada yang diproduksi in-house ada yang masih kita impor, sebagian besar memang masih kita impor.
Proses produksi di unit Jakarta sepenuhnya terintegrasi dari hulu ke hilir dan didukung oleh teknologi digitalisasi mulai dari bahan baku hingga pengiriman. Kontrol kualitas dilakukan melalui delapan tahap yang didukung oleh tiga laboratorium di setiap unit produksi.
Tahapan produksi terbagi menjadi tiga bagian utama. Pertama adalah proses penerimaan dan penyimpanan bahan baku yang tiba dari kilang, misalnya base oil yang dikirim melalui kapal tanker dan disimpan di tangki perusahaan. Kedua adalah proses blending atau pencampuran base oil dengan additive sesuai formula tertentu. Ketiga adalah proses pengisian atau filling yang dilakukan setelah pengujian sampel dari hasil blending.
Ada tiga jenis filling line, curah ini yang kebanyakan tadi factory fill, ya, ke tambang, ke marine itu kebanyakan kita layani di curah, kemudian drum untuk pelumas-pelumas industri, dan botol yang nantinya kita masukkan ke dus.
Setelah seluruh proses selesai, produk pelumas sebagian besar disimpan di gudang atau warehouse di Terminal Plumpang. Untuk produk curah atau bulk, pengiriman langsung dilakukan ke distributor maupun konsumen industri. Seluruh rangkaian produksi didukung oleh teknologi otomasi terkini yang menjamin efisiensi dan akurasi tinggi dalam setiap tahapannya.
Frequently Asked Questions
Berapa banyak negara yang menjadi tujuan ekspor pelumas Pertamina? Saat ini Pertamina Lubricants mengekspor produknya ke 16 negara di berbagai benua termasuk Asia, Afrika, dan Australia.
Berapa kapasitas produksi Unit Jakarta? Unit Produksi Jakarta memiliki kemampuan pengolahan mencapai 270.000 kiloliter setiap tahunnya.
Apa saja produk yang diekspor oleh Pertamina? Produk yang diekspor meliputi segmen automotive seperti Pertamina Fastron dan Pertamina Enduro, serta aplikasi industri yang mencakup hydraulic, transmission, dan marine.
Kapan Unit Produksi Jakarta didirikan? Unit Produksi Jakarta telah berdiri sejak tahun 1957 dan mengalami modernisasi bertahap hingga saat ini.