Perkuat Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Buat Inovasi Pemulihan Tanah
Inovasi Pemulihan Tanah Petrokimia Gresik Perkuat Ketahanan Pangan
Kabarnusantaraku.com – PT Petrokimia Gresik kembali menunjukkan komitmen kuat dalam sektor pertanian melalui peluncuran program inovatif bernama GladiAgro: Next-Gen Soil Revival. Program ini dirancang khusus untuk memulihkan kesehatan lahan pertanian yang semakin menurun, sekaligus perkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis teknologi dan produk hayati, inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi produktivitas sektor pertanian Indonesia.
Mengatasi Krisis Kualitas Tanah Nasional
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa penurunan kualitas tanah menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani Indonesia. Kondisi ini secara langsung memengaruhi efektivitas pemupukan dan hasil panen yang dicapai setiap musim. Program GladiAgro hadir sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi masalah kesehatan lahan yang selama ini menghambat peningkatan produktivitas pertanian.
GladiAgro merupakan bagian dari upaya Petrokimia Gresik menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan tanah. Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga, ujar Daconi dalam keterangannya, Rabu (12/8).
Data pengujian yang dilakukan Petrokimia Gresik menunjukkan adanya tantangan serius dalam sektor pertanian. Sejak tahun 2016, perusahaan telah menganalisis 40.282 sampel tanah dari 27 provinsi di seluruh Indonesia. Hasilnya, sebanyak 91,9 persen sampel memiliki kadar karbon organik yang rendah. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas dan kesuburan tanah, sekaligus mengurangi efektivitas pemupukan. Pada akhirnya, rendahnya kualitas tanah dapat menghambat upaya peningkatan produktivitas pertanian secara nasional.
Teknologi GladiAgro dan Aplikasi AI Pendukung
GladiAgro memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba bernama Petro Gladiator untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). Nutrisi ini kemudian dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan membantu memulihkan kesuburannya. Proses ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem pertanian.
GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik. Ketika kualitas tanah membaik, penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lahan lebih adaptif terhadap perubahan iklim, jelas Daconi.
Implementasi GladiAgro sejauh ini telah diterapkan pada sejumlah komoditas pangan dan hortikultura di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Proses ini didukung oleh AgrooFertile App yang berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Aplikasi tersebut memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan komoditas dan kondisi lahan. Dengan rekomendasi yang lebih spesifik, pemupukan diharapkan dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan. [Baca juga: Strategi Digitalisasi Pertanian Indonesia](https://kumparan.com/kumparanbisnis)
Pengakuan Internasional dan Prospek Pengembangan
Inovasi GladiAgro meraih penghargaan tertinggi sebagai Outstanding Distinguished Innovator dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN). Capaian tersebut membuka kesempatan bagi GladiAgro untuk diperkenalkan dalam forum UN Global Compact di New York, Amerika Serikat, pada September 2026. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal memiliki potensi untuk bersaing di kancah internasional.
Program SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 berlangsung selama enam bulan sejak Desember 2025 dan diikuti 72 inovator muda dari 18 perusahaan. Daconi mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperluas implementasi GladiAgro di berbagai komoditas dan wilayah. Dengan dukungan ini, Petrokimia Gresik optimis dapat perkuat ketahanan pangan melalui pemulihan tanah yang lebih luas.
Penghargaan ini bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan dan memperluas manfaat GladiAgro. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi praktik baik dari Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membantu petani menjawab tantangan kesehatan tanah dan memperkuat ketahanan pangan nasional, pungkasnya.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu GladiAgro? GladiAgro adalah program inovasi dari PT Petrokimia Gresik yang bertujuan memulihkan kesehatan tanah pertanian melalui penggunaan produk hayati berbasis mikroba dan teknologi AI untuk rekomendasi pemupukan yang lebih presisi.
Bagaimana GladiAgro memperkuat ketahanan pangan? Dengan meningkatkan kesuburan tanah dan efektivitas pemupukan, GladiAgro membantu petani mencapai hasil panen yang lebih optimal. Tanah yang sehat menghasilkan tanaman yang lebih produktif, sehingga mendukung ketersediaan pangan nasional.
Apa peran Petro Gladiator dalam program ini? Petro Gladiator adalah produk hayati berbasis mikroba yang berfungsi sebagai dekomposer untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). Nutrisi ini kemudian dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan memperbaiki struktur tanah.
Di mana saja GladiAgro telah diimplementasikan? Sejauh ini, GladiAgro telah diterapkan pada sejumlah komoditas pangan dan hortikultura di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perusahaan berencana memperluas implementasi ke wilayah lain di Indonesia.
Berapa banyak sampel tanah yang telah dianalisis? Sejak tahun 2016, Petrokimia Gresik telah menganalisis 40.282 sampel tanah dari 27 provinsi. Hasilnya menunjukkan bahwa 91,9 persen sampel memiliki kadar karbon organik yang rendah, yang menjadi dasar pengembangan program GladiAgro.