KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PLN Indonesia Power dan PGE Garap Proyek Panas Bumi, Kapasitas 45 MW

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com

Foto : Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com

PLN Indonesia Power dan PGE Garap Proyek Panas Bumi 45 MW di Ulubelu dan Lahendong

Kabarnusantaraku.com – Dalam gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menandatangani Letter of Intent (LoI) pembelian tenaga listrik untuk dua unit pembangkit geothermal berkapasitas total 45 megawatt. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya mengoptimalkan sumber daya panas bumi yang sudah beroperasi di Indonesia sekaligus memperkuat posisi negara dalam transisi energi bersih.

Rincian Teknis dan Lokasi Kedua Unit

Unit pertama berkapasitas 30 MW ditempatkan di lapangan Ulubelu, Lampung, sementara unit kedua berkapasitas 15 MW memanfaatkan lapangan Lahendong di Sulawesi Utara. Keduanya menerapkan teknologi bottoming yang mengubah panas dari fluida brine—sisa fluida panas bumi yang sebelumnya belum termanfaatkan—menjadi tambahan suplai listrik bersih. Pendekatan ini memungkinkan peningkatan kapasitas pembangkitan tanpa membuka lapangan kerja panas bumi baru secara penuh, sehingga biaya investasi, risiko lingkungan, dan waktu pembangunan dapat ditekan secara signifikan dibandingkan pembangunan pembangkit dari nol.

Konteks Strategis dan Pipeline 230 MW

Dua proyek tersebut merupakan bagian dari pipeline perencanaan kerja sama strategis yang secara keseluruhan berpotensi mencapai kapasitas 230 MW. Melalui kolaborasi lintas entitas—meliputi PLN, anak perusahaannya, serta operator panas bumi—langkah ini menjadi bentuk optimalisasi sumber daya pada wilayah kerja yang sudah beroperasi. Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa percepatan transisi energi tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja; sinergi pemerintah, investor, dan pelaku industri menjadi prasyarat agar pembangkit bersih yang berkelanjutan dapat hadir lebih cepat di jaringan kelistrikan nasional.

"Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Melalui kolaborasi pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional," ujar Bernadus Sudarmanta pada Minggu (23/9).

Dukungan Pemerintah dan Warisan Seratus Tahun Geothermal

Penandatanganan LoI disaksikan sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat konversi potensi geothermal menjadi listrik yang dapat dinikmati masyarakat.

"Potensi itu tidak boleh hanya tersimpan di dalam bumi atau berhenti menjadi angka. Energinya harus kita hadirkan menjadi listrik yang memberi manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat kemandirian energi bangsa," kata Bahlil Lahadalia dalam pidato di

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is PLN Indonesia Power dan PGE Garap?

PLN Indonesia Power dan PGE Garap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PLN Indonesia Power dan PGE Garap matter?

PLN Indonesia Power dan PGE Garap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.