KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Potensi Ekonomi Digital USD 130 M, Investasi Infrastruktur Jadi Kunci Telkom

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Foto : Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Investasi Infrastruktur Digital Jadi Penentu Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Potensi Triliunan Dolar yang Menanti

Kabarnusantaraku.com – Kawasan Asia Pasifik tengah menyaksikan lonjakan pertumbuhan ekonomi digital, dan Indonesia menempati posisi strategis di dalamnya. Proyeksi nilai ekonomi digital nasional melampaui USD 130 miliar pada tahun 2026, dengan estimasi melonjak ke angka di atas USD 360 miliar menjelang 2030. Skala potensi sebesar ini menuntut kesiapan infrastruktur yang setara, baik dari sisi konektivitas maupun platform yang memenuhi standar global.

Dian Siswarini, President Director Telkom Indonesia, menegaskan bahwa tanpa fondasi infrastruktur yang memadai, angka-angka proyeksi tersebut akan tetap menjadi wacana belaka. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada Selasa (25/8).

"Potensi tersebut hanya akan remain sebagai potensi kalau kita tidak bisa menerjemahkan potensi tersebut ke dalam infrastruktur digital yang mumpuni."

Transformasi Digital Meluas ke Seluruh Sektor

Adopsi teknologi digital oleh masyarakat Indonesia yang terus meluas menciptakan tekanan transformasi di hampir semua lini ekonomi. Pemerintah pusat, BUMN, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga pelaku UMKM semuanya menghadapi kebutuhan migrasi digital yang mendesak. Dian menilai dinamika inilah yang menjadi landasan pertumbuhan ekonomi digital nasional ke depan.

Komitmen Capex 18–20% untuk Menjaga Momentum

Menjawab kebutuhan investasi yang kian masif, Telkom mempertahankan rasio belanja modal (capital expenditure) di kisaran 18–20% dari total pendapatan tahunan. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan infrastruktur pendukung bisnis digital terus berkembang dan tidak tertinggal oleh laju permintaan pasar.

Lonjakan Permintaan Konektivitas Didorong AI

Perkembangan artificial intelligence (AI) membawa konsekuensi langsung terhadap kebutuhan konektivitas, khususnya pada segmen compute-to-compute connectivity. Budi Satria D. Purba, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, memperkirakan kebutuhan pada segmen tersebut bisa melonjak 10 hingga 20 kali lipat dari kapasitas saat ini.

"Compute-to-compute connectivity-nya itu lebih dari 10 kali, antara 10 sampai 20 kali."

Budi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur konektivitas harus mampu mengejar laju permintaan yang demikian cepat. Ia mengilustrasikan dengan fakta bahwa pembangunan satu kabel laut internasional membutuhkan waktu sekitar lima tahun, sementara kapasitas kabel Bifrost yang baru saja diselesaikan oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) telah terserap habis dalam waktu kurang dari satu tahun.

"Makanya tadi saya ceritakan, kita bangun kabel butuh waktu 5 tahun tapi belum 1 tahun sudah habis."

Telin dan Peran Kabel Bawah Laut sebagai Tulang Punggung

Abdul Rahman Ansyori, CEO Telin, menambahkan bahwa lanskap konektivitas ke depan akan semakin kompleks seiring perubahan yang dibawa oleh AI, cloud, dan digital platform. Ketiganya, menurutnya, pada akhirnya bermuara pada satu kebutuhan fundamental: konektivitas itu sendiri.

"AI itu akan mengubah cara orang bekerja. Cloud akan mengubah bagaimana bisnis atau perusahaan mengembangkan bisnisnya. Digital platform akan mengubah bagaimana cara customer kita berperilaku. Ketiga perubahan ini ... akan mengerucut ke kebutuhan satu hal, just connectivity."

Sebagai respons, Telin berkomitmen melanjutkan investasi berkelanjutan, terutama pada infrastruktur submarine cable. Langkah ini tidak sekadar memenuhi permintaan pasar domestik, melainkan juga memperkuat posisi Indonesia sebagai simpul penghubung antara Asia dan kawasan dunia lainnya.

Indonesia Menuju Regional Hub Konektivitas Global

Budi Satria menilai posisi geografis kepulauan Indonesia menyimpan peluang besar untuk menjadi regional hub konektivitas global. Infrastruktur yang lebih resilien sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi arus investasi digital yang ingin masuk ke pasar Indonesia.

"Kalau itu yang terjadi, maka akan banyak sekali investasi juga yang datang ke Indonesia karena konektivitasnya sudah ada dari Indonesia ke seluruh dunia."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Potensi Ekonomi Digital USD 130 M Investasi?

Potensi Ekonomi Digital USD 130 M Investasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Potensi Ekonomi Digital USD 130 M Investasi matter?

Potensi Ekonomi Digital USD 130 M Investasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.