S&P 500 dan Nasdaq Menguat, Saham AI Jadi Penopang Utama
Wall Street Ditutup Menguat Didorong Kinerja Positif Saham AI dan Data Inflasi
Kabarnusantaraku.com – Indeks saham utama Amerika Serikat mencatatkan penutupan positif pada hari Rabu, 12 Agustus. S&P 500 dan Nasdaq sama-sama menguat, didorong oleh hasil kuartalan yang menggembirakan dari CoreWeave serta berbagai perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur kecerdasan buatan. Di sisi lain, angka inflasi yang moderat semakin memperkuat keyakinan para investor bahwa Federal Reserve AS akan memutuskan untuk tidak mengubah suku bunganya pada pertemuan bulan September mendatang.
Berdasarkan laporan Reuters, S&P 500 berhasil naik sebesar 0,26 persen dan menyentuh level 7.748,50 poin di akhir sesi perdagangan. Pencapaian ini menjadikan indeks acuan tersebut telah menguat sekitar 13 persen sepanjang tahun 2026. Nasdaq Composite juga mencatatkan kenaikan 0,54 persen ke angka 26.588,49 poin. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen menjadi 53.770,27 poin.
Saham AI dan Infrastruktur Menguat Signifikan
CoreWeave menjadi salah satu penopang utama penguatan pasar dengan lonjakan harga sebesar 19 persen. Perusahaan cloud yang berfokus pada AI ini berhasil menaikkan proyeksi belanja modalnya untuk tahun berjalan serta melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi para analis. Sektor operator pusat data juga menunjukkan kinerja yang baik. IREN mencatat kenaikan hampir 10 persen, sedangkan Applied Digital menguat sebesar 4,9 persen.
Nebius Group, sebuah perusahaan pusat data, melonjak tajam sebesar 34 persen setelah kinerja kuartal keduanya melebihi prediksi pasar. Super Micro Computer juga ikut menguat 19 persen setelah produsen server AI tersebut memproyeksikan pendapatan untuk tahun fiskal 2027 berada di atas ekspektasi Wall Street. Saham-saham pembuat chip semikonduktor juga mengalami kenaikan. Nvidia naik 3 persen, sementara Micron Technology bertambah 4,9 persen. Indeks PHLX Semiconductor menguat sekitar 2,5 persen, meskipun masih tercatat turun sekitar 15 persen dari level penutupan tertingginya sepanjang sejarah yang dicapai pada 22 Juni lalu.
Data Inflasi dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Harga konsumen di Amerika Serikat hampir tidak mengalami kenaikan pada bulan Juli. Penurunan harga bensin untuk bulan kedua berturut-turut menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi. Sementara itu, inflasi inti tetap terkendali, sehingga semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan depan.
"Angkanya sesuai dengan perkiraan. Reaksi pasar sedikit positif karena sebelumnya pasar khawatir hasilnya akan lebih buruk dari yang terjadi. Pasar kini melihat bahwa The Fed tidak berada dalam posisi yang terdorong untuk menaikkan suku bunga," kata Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager di Dakota Wealth, Fairfield, Connecticut.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, para pedagang kini memperkirakan peluang sebesar 62 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Sebelum data inflasi Juli dirilis, ekspektasi pasar terbagi antara kemungkinan kenaikan suku bunga dan tidak adanya perubahan.
Sektor Lain dan Konflik Geopolitik
Di tengah penguatan pasar, konflik antara AS dan Iran masih berlangsung secara fluktuatif. Seorang sumber senior Iran mengatakan belum ada kemajuan dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni serta menentukan jangka waktu pelaksanaannya. Sementara itu, serangan terhadap kapal-kapal terus berlanjut.
Sektor real estat memimpin kenaikan dengan 1,08 persen, disusul sektor teknologi informasi yang naik 1,06 persen. Sebanyak delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 menguat. Cava Group naik 14,2 persen setelah jaringan restoran tersebut membukukan penjualan dan laba inti kuartal II di atas ekspektasi Wall Street. Lumentum Holdings melonjak 13,6 persen setelah perusahaan produk fotonik tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi analis dan membukukan kinerja kuartal IV yang melampaui perkiraan.
Volume Perdagangan dan Statistik Pasar
Indeks Volatilitas Cboe atau fear gauge Wall Street turun 0,8 poin menjadi 14,45, level terendah sejak Januari. Di seluruh pasar saham AS, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah dengan rasio 1,7 banding 1. S&P 500 mencatat 19 saham yang mencapai level tertinggi baru dan dua saham yang mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 123 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 95 saham yang mencatat level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 15,5 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 17,5 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is S P 500 dan Nasdaq Menguat?S P 500 dan Nasdaq Menguat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does S P 500 dan Nasdaq Menguat matter?S P 500 dan Nasdaq Menguat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.