KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tambah Pasokan Biodiesel, Agrinas Palma Bakal Perluas Kebun Sawit 400 Ribu Ha

Published September 4, 2026 · Updated September 4, 2026 · By Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Foto : Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Tambah Pasokan Biodiesel: Agrinas Palma Perluas Kebun 400 Ribu Ha

Kabarnusantaraku.com – Keputusan memperluas lahan perkebunan kelapa sawit hingga 400 ribu hektare menjadi langkah sentral dalam upaya menambah pasokan biodiesel Agrinas Palma untuk menjawab pengetatan mandatori pencampuran nasional. PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) saat ini mengelola 730 ribu hektare kebun, angka yang dinilai tidak lagi memadai seiring rencana kenaikan kadar pencampuran dari B50 ke B60. Dengan target produksi 1,5 juta ton per tahun, perusahaan BUMN ini menghadapi jendela waktu yang sempit sekaligus posisi strategis sebagai tulang punggung energi nabati Indonesia.

Target Produksi dan Kemitraan End-to-End dengan Pertamina

Dalam paparannya di EBTKE ConEx 2026 pada Kamis (3/9), Direktur Utama Mohammad Abdul Ghani menegaskan bahwa penambahan 400 ribu hektare bukan opsi melainkan mandat. Ia menjelaskan bahwa kerja sama end-to-end dengan PT Pertamina (Persero) akan mencakup seluruh rantai nilai—budidaya, pengolahan, hingga distribusi hilir—sehingga dalam satu tahun ke depan perusahaan ditargetkan menyalurkan 600 ribu ton ke Pertamina.

"Kami ditugaskan untuk menambah 400 ribu. Kami ajak Pertamina end to end untuk bekerja sama, paling tidak itu ada 1,5 juta ton biodiesel nanti dari kita."

Lonjakan dari kisaran 900 ribu ton produksi saat ini menuju 1,5 juta ton menuntut revitalisasi lahan dan peningkatan efisiensi secara simultan. Ghani mengakui bahwa kapasitas pengolahan bukan lagi kendala utama; yang menjadi faktor pembatas justru ketersediaan bahan baku mentah di hulu.

Diversifikasi Bahan Baku: Singkong dan Sorgum untuk Bioetanol

Di luar ekspansi sawit, perusahaan juga menerima mandat pembukaan 300 ribu hektare lahan singkong atau sorgum sebagai feedstock bioetanol. Ghani merinci bahwa satu hektare tebu menghasilkan sekitar 5 kiloliter etanol, singkong berkisar 3–4,5 kiloliter, sementara satu hektare kelapa sawit memproduksi sekitar 4 kiloliter bahan baku biodiesel.

"Jadi kami akan buka 300 ribu (hektare) berarti 1,2 juta kiloliter etanol."

Diversifikasi ini mengurangi ketergantungan tunggal pada satu komoditas dan membuka jalur produksi bioetanol yang melengkapi portofolio bahan bakar nabati nasional. Mengingat kapasitas terpasang pengolahan biodiesel Indonesia telah mencapai 22 juta kiloliter, ketersediaan bahan baku mentah menjadi variabel kritis yang menentukan apakah kapasitas tersebut dapat termanfaatkan secara optimal.

Tantangan Produktivitas dan Peremajaan Lahan

Ghani menyoroti persoalan struktural yang menekan yield perkebunan sawit Indonesia. Dari total 17 juta hektare, output nasional hanya sekitar 50 juta ton tandan buah segar—setara rata-rata 3 ton per hektare per tahun—jauh di bawah potensi genetik varietas unggul yang mampu melampaui 10 ton per hektare.

"Persoalannya adalah untuk melakukan peremajaan 3 juta hektare, itu maksimum atau paling lama harus sekitar 6 tahun. Artinya apa? Setiap tahun harus direplanting 500.000 sampai 600.000. Faktanya hari ini yang bisa dilakukan hanya 30.000 sampai 40.000."

Kesenjangan antara kebutuhan replanting tahunan (500.000–600.000 hektare) dan kapasitas aktual (30.000–40.000 hektare) menciptakan defisit produktivitas berkepanjangan. Tanpa percepatan peremajaan, target pasokan akan terus terhambat oleh rendahnya yield per hektare, terlepas dari seberapa besar kapasitas pabrik pengolahan yang tersedia.

Perspektif Regulator: Jalan Menuju B60

Kementerian ESDM menyatakan optimisme bahwa mandatori pencampuran FAME 60 persen (B60) dapat diterapkan pada 2027. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menegaskan posisi Indonesia sebagai pionir global dalam implementasi B50. Pengawasan dua bulan terakhir menunjukkan realisasi rata-rata seluruh badan usaha telah mencapai 80 persen, dengan harapan penyaluran penuh tercapai pada bulan berjalan. Menjelang transisi ke B60, para peneliti dalam negeri tengah mengkaji apakah campuran dapat diperkaya dengan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) untuk meningkatkan stabilitas dan performa mesin; studi BPDP yang ditargetkan rampung pada Desember akan menjadi dasar perhitungan tambahan kapasitas.

FAQ

Apakah B60 sudah berlaku saat ini? Belum. Mandatori saat ini berada pada tahap B50. Kementerian ESDM menargetkan penerapan B60 pada tahun 2027, dengan studi teknis BPDP yang dijadwalkan selesai pada Desember sebagai landasan regulasi.

Berapa luas lahan yang akan ditambahkan oleh Agrinas Palma? Perusahaan berencana menambah 400 ribu hektare kebun kelapa sawit serta 300 ribu hektare lahan singkong atau sorgum untuk bioetanol, sehingga total ekspansi mencapai 700 ribu hektare.

Kapan target produksi 1,5 juta ton akan tercapai? Ghani menyatakan lonjakan dari sekitar 900 ribu ton menuju 1,5 juta ton ditargetkan pada tahun berikutnya, dengan 600 ribu ton di antaranya disalurkan langsung ke Pertamina dalam kerangka kerja sama end-to-end.

Related Reading