KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

UMKM Binaan Pertamina Sukses Raih Omzet Rp 8,57 Miliar Sepanjang Semester I 2026

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Susan Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Susan Davis - kabarnusantaraku.com

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp 8,57 Miliar Semester I 2026

Kabarnusantaraku.com – Menembus pasar yang lebih luas, memperluas jaringan, hingga bertemu konsumen baru merupakan elemen krusial dalam transformasi usaha kecil menjadi bisnis yang lebih besar. Selama enam bulan pertama tahun 2026, pelaku UMKM yang dibina Pertamina berhasil meraih omzet mencapai Rp 8,57 miliar melalui partisipasi di sejumlah pameran tingkat regional, nasional, hingga internasional. Angka ini membuktikan bahwa akses pasar yang memadai mampu membuka peluang pertumbuhan bagi para pelaku usaha.

Selain menghasilkan transaksi langsung, ajang pameran juga berfungsi sebagai wadah untuk memperkenalkan produk, menjalin hubungan dengan calon pembeli serta mitra bisnis, membangun kolaborasi antar UMKM, dan menguji daya saing produk di kancah yang lebih kompetitif.

Peran Penting Akses Pasar dan Dukungan Pertamina

Sambal Ning Niniek menjadi salah satu contoh nyata. Usaha yang didirikan Sri Wahyuni ini terus mengembangkan jangkauan pasarnya melalui berbagai kesempatan pameran dan program pengembangan usaha. Sri Wahyuni menyampaikan bahwa setiap tahapan yang dilalui merupakan bagian dari proses pertumbuhan.

"Peran Pertamina dalam perjalanan Sambal Ning Niniek sangat luar biasa. Kami mendapatkan bantuan modal Rp 35 juta pada 2023 yang sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi. Bisa terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan usaha ini," ujar Sri Wahyuni.

Menurut Sri Wahyuni, pelatihan melalui UMK Academy serta kesempatan mengikuti berbagai pameran turut membantu mengembangkan kapasitas usahanya sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Kesiapan Usaha dan Produk dalam Menangkap Peluang

Di balik keberhasilan UMKM seperti Sambal Ning Niniek, akses pasar perlu ditopang oleh kesiapan usaha dan produk. Mulai dari legalitas dan sertifikasi, kualitas produk, kemampuan pemasaran hingga pengelolaan bisnis menjadi bagian penting agar UMKM dapat menangkap peluang pasar yang tersedia.

Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 2.822 sertifikasi telah difasilitasi bagi UMKM binaan Pertamina. Sertifikasi membantu pelaku usaha memenuhi aspek legalitas dan standar produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen sebagai bekal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Penguatan kemampuan pelaku usaha juga dilakukan melalui 579 pelatihan yang diselenggarakan melalui Rumah BUMN Pertamina, mencakup pemasaran digital, legalitas, peningkatan kualitas dan daya saing produk, hingga pengelolaan usaha.

Sementara untuk membuka akses pasar, UMKM binaan telah difasilitasi mengikuti 414 pameran berskala regional, nasional hingga internasional, antara lain Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026.

Dukungan Ekosistem untuk Pertumbuhan UMKM

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan dukungan tersebut diarahkan untuk memberikan bekal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.

"Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Namun, langkah mereka sering terhenti oleh keterbatasan ruang untuk berkembang. Memahami kondisi ini, Pertamina hadir bukan sekadar memberi pelatihan. Kami membantu UMKM melengkapi sertifikat serta legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh," ujar Baron.

Menurut Baron, momentum Hari UMKM Nasional juga menjadi pengingat bahwa pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha terus berkembang. Dalam ekosistem tersebut, Pertamina mengambil peran sebagai enabler, melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, sertifikasi, serta pembukaan akses terhadap pasar.

Upaya tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengembangan UMKM juga sejalan dengan Asta Cita ketiga melalui penguatan kewirausahaan, industri kreatif, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program UMKM Binaan Pertamina

Berapa lama program pembinaan UMKM oleh Pertamina berlangsung? Program pembinaan umumnya berlangsung selama beberapa tahun dengan tahapan pendampingan, pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan pasca-pameran untuk memastikan keberlanjutan usaha.

Apa saja manfaat yang diperoleh UMKM dari program ini? UMKM mendapatkan akses modal, pelatihan bisnis, sertifikasi produk, kesempatan pameran, serta pendampingan dalam pengembangan pasar dan branding produk.

Bagaimana cara UMKM mendaftar untuk menjadi binaan Pertamina? UMKM dapat mendaftar melalui portal resmi Pertamina atau melalui program Pertamina Aggregator yang dibuka secara berkala setiap tahun.

Apakah program ini terbuka untuk seluruh Indonesia? Ya, program pembinaan UMKM Pertamina terbuka untuk pelaku usaha dari seluruh wilayah Indonesia yang memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan.

Melalui ekosistem yang semakin terbuka, UMKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang lebih kuat, kompetitif, dan mampu memperluas pasar secara mandiri.

Related Reading