Vale Targetkan Blok Tanamalia Beroperasi 2029, Bakal Dibangun Ekosistem Baterai
Vale Targetkan Blok Tanamalia Beroperasi 2029 dengan Ekosistem Baterai
Kabarnusantaraku.com – PT Vale Indonesia Tbk atau INCO menargetkan Blok Tanamalia mulai beroperasi pada tahun 2029. Proyek pertambangan nikel ini akan dilengkapi dengan pembangunan ekosistem baterai untuk kendaraan listrik di kawasan Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung industri kendaraan listrik di Indonesia.
Budiawansyah, Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Indonesia, menjelaskan bahwa proyek Blok Tanamalia masih berada dalam tahap kajian eksplorasi dan penelitian. Tahap ini akan diproses setelah proyek IGP Sorowako selesai. "Habis itu 2029-2031 itu Tanamalia. Harapan kita studi detail eksplorasinya berjalan di Tanamalia sehingga kita bisa memastikan lagi kandungan sumber daya dan cadangannya yang ada," ujar Budiawansyah pada Kamis (13/8).
Tahap Pengembangan Proyek
Pembahasan mengenai Blok Tanamalia belum mencapai tahap desain proyek. Perusahaan masih perlu memastikan kuantitas cadangan nikel sebelum menentukan pengembangan industri baterai. Vale Indonesia saat ini memiliki tiga proyek smelter terintegrasi dalam Indonesia Growth Project (IGP), yaitu IGP Pomalaa, IGP Morowali-Bahodopi, dan IGP Sorowako. Proyek terakhir diprediksi akan rampung pada tahun 2027.
Proyek Blok Tanamalia masih berada dalam tahap front end loading (FEL) kedua hingga akhir tahun ini. "Kita melakukan pendetailan sekarang yang kami bilang masuk kepada tahap FEL 2 untuk melakukan pendetailan sumber daya cadangan di situ," tutur Budiawansyah. Ia menambahkan bahwa tahun 2027 akan menjadi proses pendetailan eksplorasi, termasuk studi eksplorasi tahap 2 dan pendetailan desain. Estimasi operasi dimulai pada tahun 2029.
Komitmen Lingkungan dan Masyarakat
Perusahaan akan tetap mendengarkan aspirasi masyarakat, mengingat wilayah Blok Tanamalia beririsan dengan hutan lindung dan perkebunan masyarakat. Semua kerangka risiko telah dipersiapkan untuk tahap FEL 3. "Pada saat nanti FEL 3 kita sudah bicara detail bagaimana kita konstruksi tambang dengan aman, bagaimana beban lingkungan kalau kita nambang sekian jangan sampai mencemari Danau Towuti," tegasnya.
Perusahaan memastikan akan ada ekosistem baterai terintegrasi di Blok Tanamalia, sama seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) IGP. Keputusan akhir belum bisa dipastikan sebelum ada data cadangan yang lengkap. "Tambang ini kan padat modal, padat risiko gitu ya, padat karya. Ya, jadi ini benar-benar harus kita confirm berapa besar cadangan yang ada dan berapa besar sumber daya yang ada di situ," tandas Budiawansyah.
Detail Lokasi dan Timeline Proyek
Tanamalia merupakan proyek pengembangan Vale Indonesia yang berlandaskan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta PPKH No. 885 Tahun 2025 untuk kegiatan eksplorasi di kawasan hutan. Proyek ini berlokasi di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas seluas 13.556,8 Ha di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Eksplorasi telah dilakukan bertahap sejak tahun 1970.
Proyek direncanakan memasuki eksplorasi rinci pada periode 2025-2026, konstruksi pada 2027-2028, dan penambangan paling cepat pada tahun 2030, bergantung pada kelayakan cadangan nikel. Sebelumnya, Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Imanto, menyatakan bahwa kelanjutan proyek Blok Tanamalia masih dalam tahap eksplorasi. Rencana investasi untuk proyek hilirisasi, berupa pembangunan smelter, akan dilaksanakan secara terpisah.
"Kita masuk eksplorasi, kemudian nanti kan investasi untuk hilirisasinya kan terpisah gitu ya. Jadi kita fokus dulu untuk bisa mengeksplorasi, untuk men-justify pengembangan tambang," ungkap Bernardus Imanto.
Saat ditanya mengenai mitra di proyek tersebut, Bernardus tidak berkomentar banyak, termasuk apakah kemungkinannya adalah perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW) yang sebelumnya menyatakan ketertarikan pada proyek Vale Indonesia. Ia hanya menyebutkan bahwa mitra tersebut akan bekerja sama dengan perusahaan dalam pengembangan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang mengolah nikel kadar rendah (limonit).
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Blok Tanamalia
Kapan Blok Tanamalia diperkirakan mulai beroperasi? Blok Tanamalia ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029 hingga 2031, setelah tahap eksplorasi dan konstruksi selesai.
Apa yang akan dibangun di Blok Tanamalia? Selain tambang nikel, akan dibangun ekosistem baterai untuk kendaraan listrik, mirip dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) IGP.
Di mana lokasi Blok Tanamalia? Blok Tanamalia berlokasi di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas seluas 13.556,8 Ha di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Apakah ada mitra asing dalam proyek ini? Volkswagen (VW) dari Jerman sebelumnya menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama dengan Vale Indonesia dalam pengembangan smelter HPAL yang mengolah nikel kadar rendah.