KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Sandra Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Sandra Davis - kabarnusantaraku.com

Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur: Kritik Tegas Atas Kepemimpinan FIFA

Kabarnusantaraku.com – Presiden La Liga Desak Gianni Infantino untuk mengundurkan diri dari posisi kepresidenan FIFA. Javier Tebas, pemimpin organisasi sepak bola Spanyol yang telah lama menjadi suar kritik, memberikan pernyataan tegas bahwa era kepemimpinan Gianni Infantino sebagai presiden FIFA telah mencapai titik akhir. Menurut Tebas, langkah-langkah kontroversial yang diambil Infantino dalam beberapa waktu terakhir justru merusak esensi dari permainan sepak bola demi keuntungan segelintir elit bisnis, khususnya setelah rencana pendanaan swasta untuk turnamen terbesar dunia itu mengalami kegagalan total.

Situasi politik sepak bola dunia menjadi semakin panas lantaran berbagai federasi benua Eropa, termasuk Football Association Inggris dan Union of European Football Associations (UEFA), secara bersamaan menuntut agar sang presiden FIFA mengundurkan diri. Tekanan ini juga diperkuat oleh isu tata kelola internal yang selama ini menjadi sorotan, serta potensi boikot dari negara-negara benua Eropa yang masih mengintai otoritas tertinggi sepak bola dunia dengan penuh kehati-hatian.

Akar Masalah dan Dampak bagi Sepak Bola Eropa

Sejak tahun 2013 memimpin La Liga, Tebas tidak ragu menyatakan bahwa arahan Infantino belum memberikan manfaat signifikan bagi kemajuan olahraga dunia. Ia melihat proyek-proyek yang digagas FIFA di bawah bimbingan Infantino justru mengancam keberlangsungan liga-liga domestik yang menjadi tulang punggung permainan tersebut. Banyak pihak yang khawatir bahwa komersialisasi berlebihan akan menggeser nilai-nilai tradisional sepak bola yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Menurut pandangan saya, masa keemasan Gianni Infantino telah berakhir jauh-jauh hari, kata Tebas saat berbicara dengan koran Le Monde.

Ia juga menekankan bahwa Infantino bukan tokoh yang mendorong pertumbuhan game tersebut. Justru, inisiatif-inisiatif yang digelontorkannya merusak fondasi permainan, tambahnya. Pernyataan ini bukan sekadar reaksi impulsif terhadap konflik terkini, melainkan hasil analisis Tebas terhadap gaya kepemimpinan Infantino selama bertahun-tahun. Banyak pengamat sepak bola yang sepakat bahwa pendekatan Infantino cenderung terlalu berorientasi pada keuntungan finansial daripada pengembangan olahraga secara menyeluruh.

Permintaan agar Infantino turun dari kursi kekuasaannya dipicu oleh ambisi FIFA menjual saham turnamen kepada pihak swasta, sebuah langkah yang ditarik kembali setelah mendapat reaksi keras dari berbagai pihak. Meskipun Infantino telah menyampaikan permohonan maaf kepada asosiasi anggota terkait proses penyusunan rencana tersebut, ketegangan politik di Eropa belum sepenuhnya mereda. Para pemangku kepentingan masih menunggu kejelasan mengenai arah kebijakan FIFA ke depan.

Di luar urusan bisnis, nama baik Infantino juga ternoda oleh skandal pembayaran pesangon UEFA kepada seorang karyawan wanita yang dikabarkan memiliki ikatan istimewa dengannya semasa ia menjadi sekretaris jenderal UEFA. Kendati Infantino membantah keras tuduhan tersebut, sorotan dari publik dan organisasi tetap berada pada level tertinggi. Skandal ini menambah beban tekanan yang harus dihadapi sang presiden FIFA dalam memimpin organisasi sepak bola terbesar di dunia.

Tebas berharap pergantian kepemimpinan tidak hanya soal tukar guling orang, tapi juga membawa perubahan fundamental pada struktur organisasi. Ia menyoroti lemahnya kebijakan tata kelola di dalam tubuh FIFA yang dinilai sudah mengakar sejak lama, jauh sebelum krisis ini muncul ke permukaan. Reformasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan bahwa sepak bola dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa terganggu oleh kepentingan politik dan bisnis yang saling bertabrakan.

Struktur lama bisa bertahan meski pelakunya berganti. Semoga perubahan sesungguhnya datang, pemimpin baru tiba, dan manajemen yang lebih baik ditegakkan di FIFA, tutupnya.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Situasi FIFA

Apa alasan utama Presiden La Liga Desak Gianni Infantino mundur? Alasan utamanya adalah kegagalan rencana pendanaan swasta dan kritik terhadap gaya kepemimpinan Infantino yang dianggap merusak fondasi sepak bola.

Bagaimana reaksi federasi Eropa terhadap tuntutan ini? Berbagai federasi benua Eropa, termasuk FA Inggris dan UEFA, mendukung penuh tuntutan pengunduran diri Infantino dari posisi kepresidenan FIFA.

Apakah ada skandal lain yang mempengaruhi kepercayaan terhadap Infantino? Ya, skandal pembayaran pesangon UEFA kepada karyawan wanita dengan ikatan istimewa dengannya menjadi salah satu faktor tambahan yang mempengaruhi kepercayaan publik.

Berapa lama Infantino memimpin FIFA? Gianni Infantino telah memimpin FIFA sejak tahun 2016 hingga saat ini, melewati periode yang cukup panjang dengan berbagai tantangan dan kontroversi.

Apa dampak jangka panjang jika Infantino benar-benar mundur? Jika Infantino mundur, FIFA diharapkan dapat melakukan reformasi struktural yang lebih mendalam dan mengembalikan kepercayaan negara-negara anggota terhadap organisasi sepak bola dunia.

Related Reading