KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

1.011 Hektare Lahan Terbakar di Banjar, Titik Api Kembali Muncul di Tungkaran

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com

Foto : Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com

1.011 Hektare Lahan Terbakar di Banjar

Kabarnusantaraku.com – Hingga pertengahan Agustus 2026, total 1.011 hektare lahan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, telah hangus dilahap api. Angka tersebut mencakup 178 titik kebakaran yang tersebar di 12 kecamatan dan 59 desa. Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan bahwa sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan tidak produktif yang sebelumnya tidak dikelola secara aktif.

Skala dan Dampak Kebakaran Lahan

Penyebaran titik api yang begitu luas membuat penanganan menjadi kompleks. BPBD Kabupaten Banjar tidak bekerja sendiri; koordinasi rutin dilakukan bersama BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya ketika kobaran muncul di lokasi yang sulit dijangkau lewat jalur darat. Dalam kondisi demikian, pihak BPBD meminta dukungan heli bombing agar api dapat dipadamkan sebelum meluas ke kawasan permukiman.

"Paling banyak yang terbakar adalah lahan yang tidak produktif. Bila ada titik api yang sulit dijangkau, kita meminta agar diturunkan heli bombing," ujar Wasis Nugraha.

Wasis juga menjelaskan bahwa pemantauan harian tetap berjalan tanpa jeda. Personel BPBD ditempatkan di sejumlah wilayah yang dinilai berisiko tinggi, sementara posko-posko siaga beroperasi selama 24 jam. Koordinasi dengan relawan pemadam swasta turut diperkuat guna mempercepat respons di lapangan.

Titik Api Baru di Desa Tungkaran, Martapura

Pada Rabu dini hari, 26 Agustus 2026, kobaran api baru dilaporkan muncul di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura. Api melahap semak belukar dalam radius yang cukup besar dan berjarak sekitar 50 meter dari jalan serta permukiman warga. Arah angin yang bertiup ke sisi hunian membuat situasi semakin mengkhawatirkan bagi penduduk sekitar.

Relawan pemadam kebakaran setempat segera bergerak setelah menerima laporan. Napi, salah satu anggota relawan, menjelaskan bahwa keputusan untuk turun diambil seketika meskipun waktu sudah larut malam.

"Kami mendapatkan informasi adanya kobaran api. Dikhawatirkan api mendekati rumah warga, karena itu kami turun memadamkan meski sudah dini hari," kata Napi.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala nyata. Akses menuju titik api sangat terbatas, penerangan hampir tidak ada, dan relawan harus waspada terhadap kemungkinan hewan liar seperti ular yang berkeliaran di kegelapan. Dari sisi logistik, hanya satu unit mobil tangki yang dapat dikerahkan karena sumber air di sekitar lokasi sulit dijangkau. Setelah hampir dua jam perjuangan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.

"Kita bawa satu unit mobil tangki karena sumber air sangat sulit. Kita takutnya ada hewan liar seperti ular, kondisinya masih gelap, jadi kami harus ekstra hati-hati," tambah Napi.

FAQ: Kebakaran Lahan di Kabupaten Banjar

Bagaimana warga melaporkan titik api di Banjar?

Masyarakat dapat menghubungi posko BPBD Kabupaten Banjar atau relawan pemadam setempat secara langsung. Laporan dini sangat membantu karena mempercepat waktu respons sebelum api menjalar ke permukiman.

Apakah kebakaran lahan di Banjar hanya menyangkut lahan kosong?

Berdasarkan keterangan BPBD, mayoritas area yang terbakar memang lahan tidak produktif. Namun, karena jaraknya kerap berdekatan dengan permukiman, setiap titik api tetap ditangani sebagai potensi ancaman bagi keselamatan warga.

Langkah apa yang dilakukan BPBD untuk mencegah kebakaran berulang?

BPBD menempatkan personel siaga 24 jam di posko-posko wilayah rawan, melakukan pemantauan harian titik api, serta berkoordinasi dengan BPBD provinsi dan relawan swasta untuk dukungan heli bombing maupun tambahan armada pemadaman.

Related Reading