KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Cetak Sejarah! Putra-Putri Indonesia Sabet Juara di MTQ King Abdulaziz di Makkah

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Sandra Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Sandra Davis - kabarnusantaraku.com

Sejarah Baru Ditulis di Makkah: Indonesia Bawa Pulang Gelar Juara dari Kompetisi Al-Qur'an Internasional

Kabarnusantaraku.com – Untuk pertama kalinya sejak ajang ini diselenggarakan, Kompetisi Internasional King Abdulaziz ke-46 untuk Hafalan, Tilawah, dan Tafsir Al-Quran di Makkah, Arab Saudi, membuka pintu bagi peserta perempuan. Keputusan bersejarah tersebut langsung dimanfaatkan Indonesia yang menerjunkan utusan putra sekaligus putri ke kompetisi tahunan itu. Hasilnya, dua wakil Tanah Air berhasil menembus lima besar di cabang masing-masing dan membawa pulang penghargaan dari Makkah.

Momen Puncak: Pengumuman Pemenang

Upacara penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Rabu (19/8) malam waktu setempat, yang bertepatan dengan Kamis (20/8) dini hari di Indonesia. Sesi untuk peserta putra digelar di kompleks Masjidil Haram Makkah. Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishal bin Abdulaziz, hadir mewakili Raja Salman dalam kesempatan tersebut. Sementara itu, pengumuman untuk peserta putri berlangsung di Hilton Convention Hotel Makkah, dihadiri oleh Putri Fahda bint Falah Al Hithlain, permaisuri Raja Salman.

Prestasi Dua Wakil Indonesia

Di kategori Putra, Muhammad Husni Assidik menempati posisi kelima pada Cabang 3 (Hafalan Al-Quran 30 Juz). Atas pencapaian itu, ia menerima hadiah sebesar SAR 160.000, setara sekitar Rp 660 juta.

Di kategori Putri, Fehima Najaha Asy Syarifah menorehkan catatan bersejarah sebagai hafizah Indonesia pertama yang meraih penghargaan di Makkah. Ia finis di peringkat kelima Cabang 4 Putri (Hafalan 15 Juz) dan memperoleh SAR 110.000, atau sekitar Rp 454 juta.

Total hadiah yang disediakan penyelenggara dalam kompetisi ini melampaui Rp 48 miliar. Setiap peserta, tanpa memandang hasil akhir, juga menerima uang apresiasi sebesar 5 ribu riyal (sekitar Rp 23,7 juta).

Empat Utusan Indonesia

Indonesia menerjunkan empat orang ke kompetisi yang diikuti 334 peserta laki-laki dan perempuan dari 133 negara tersebut. Mereka adalah:

Aliifah Khansa Dewi dari Kalimantan Timur, mengikuti cabang Hafalan 30 Juz Putri; Fehima Najaha Asy Syarifah dari Jawa Timur, cabang Hafalan 15 Juz Putri; Muhammad Hasbi Assidik dari Kepulauan Riau, cabang Hafalan 30 Juz Putra; serta Muhammad Habibul Haq al-Hanif dari Riau, cabang Hafalan 15 Juz Putra.

Daftar Lengkap Pemenang Kompetisi Internasional King Abdulaziz Ke-46

Cabang 1 Putra (Hafalan 30 Juz + 7 Qira'at Mutawatir)

Abdurrahman bin Mukhtar bin Ahmad Muhammad (Arab Saudi) — SAR 500.000 Abdul Karim Rajab Agha (Suriah) — SAR 450.000 Qasim Saif Rasul Tsalats Biyukovich (Kirgizstan) — SAR 400.000 Abdullah bin Ahmad bin Abdurrazzaq Al-Math'u (Arab Saudi) — SAR 350.000 Umar Faruq (Kamerun) — SAR 325.000

Cabang 2 Putra (Hafalan 30 Juz + Tafsir Mufradat)

Umar bin Abdullah bin Hamad As-Shabih (Arab Saudi) — SAR 300.000 Fattal Zakaria (Aljazair) — SAR 275.000 Badr Sayed Hamid Yusuf Musyail (Bahrain) — SAR 250.000 Ahmad bin Hamad bin Rasyid As-Suhaili (Arab Saudi) — SAR 225.000 Muhammad Marza Abdullah (Nigeria) — SAR 220.000 Naji Athiyah Naji bin Sulaiman (Libya) — SAR 200.000 Muhammad Al-Wadi Al-Gharbi (Tunisia) — SAR 190.000 Syekh Muhammad Mahmud Al-Hasan (Bangladesh) — SAR 180.000 Ubaid Husain (Inggris) — SAR 170.000 Muhammad Husni Ash-Shiddiq (Indonesia) — SAR 160.000 Muhammad Zakaria (Bangladesh) — SAR 150.000 Hammam Mustafa Al-'Abid Zirqan (Libya) — SAR 140.000 Mir Yusuf Musa (Kirgizstan) — SAR 130.000 Abdulhalim Syekh Dhiya (Arab Saudi) — SAR 120.000 Syaban Mubin (Myanmar) — SAR 110.000 Toria Taufiq (Myanmar) — SAR 65.000 Syakir Syeikh Ghosob (Bangladesh) — SAR 60.000 Muhammad Imad Iyas Muhammad (Sierra Leone) — SAR 55.000 Nasir Syafi Khan (Afghanistan) — SAR 50.000 Barak Azim (Brasil) — SAR 45.000

Cabang 1 Putri (Hafalan 30 Juz + 7 Qira'at Mutawatir)

Jum'ah Syurabithah (Aljazair) — SAR 500.000 Ra'id binti Husain bin Ali Al-Ridhwan (Arab Saudi) — SAR 450.000 Hibah binti Majid bin Rasyidi Al-Shamdi (Arab Saudi) — SAR 400.000 Iman Jamal Faruq Hasan (Mesir) — SAR 350.000 Shabihah Barghuts (Suriah) — SAR 325.000

Cabang 2 Putri (Hafalan 30 Juz + Tafsir Mufradat)

Maryam Thah Armi Ibrahim (Nigeria) — SAR 300.000 Ummaturrahman Badi'ah Mathur Kulaib (Bahrain) — SAR 275.000 Amani binti Syaib bin Aun Al-Hasbiki Al-Harizi (Arab Saudi) — SAR 250.000 Zainab binti Ibrahim bin Abdul Salam Idris (Arab Saudi) — SAR 225.000 Syumu' binti Faiz bin Hamdan Az-Zahrani (Arab Saudi) — SAR 220.000 Shafa Iman bin Yahya (Aljazair) — SAR 200.000 Zainab Abdurrahman (Ghana) — SAR 190.000 Musfirah binti Mahmud (Bangladesh) — SAR 180.000 Fatimah Syafa Zahir (Maladewa) — SAR 170.000 Fathiyah Hasan Rasyid (Kenya) — SAR 160.000 Bint Ji Mun (Myanmar) — SAR 150.000 Rami Syahir Yusuf Yunus (Palestina) — SAR 140.000 Rabithah binti Ramadhan (Bangladesh) — SAR 130.000 Maisam binti Ahmad bin Muhammad bin Sarhan Al-Habsiyah (Oman) — SAR 120.000

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Cetak Sejarah Putra Putri Indonesia Sabet?

Cetak Sejarah Putra Putri Indonesia Sabet is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cetak Sejarah Putra Putri Indonesia Sabet matter?

Cetak Sejarah Putra Putri Indonesia Sabet matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.