KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Curhat Warga Imbas Mahakam Surut: Ongkos Naik dari Rp 400 Ribu Jadi Rp 1 Juta

Published Agustus 19, 2026 · Updated Agustus 19, 2026 · By Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com

Foto : Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com

Curhat Warga Imbas Mahakam Surut: Ongkos Naik Jadi Rp 1 Juta

Kabarnusantaraku.com – Curhat Warga Imbas Mahakam Surut kembali ramai diperbincangkan setelah musim kemarau menekan debit Sungai Mahakam hingga ke titik terendah. Bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), penurunan muka air bukan sekadar fenomena alam; ia langsung mengubah cara warga berpindah, berbelanja, dan mengakses layanan dasar. Tarif perjalanan yang semula terjangkau kini melonjak lebih dari dua kali lipat, memaksa ribuan keluarga pedalaman menanggung beban ekonomi yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kenaikan Tarif yang Menimpa Langsung

Desy, warga Kecamatan Long Hubung, menjadi salah satu suara yang paling lantang menyuarakan keluhan tersebut. Selama bertahun-tahun, ia mengandalkan kapal penumpang dari Samarinda menuju kampungnya dengan biaya sekitar Rp 400 ribu per orang. Angka itu sudah termasuk kenyamanan berjam-jam di atas air tanpa harus menyetir atau berdiri di jalan berbatu.

Kondisi berubah drastis ketika kedalaman sungai tak lagi memadai bagi lambung kapal. Desy terpaksa beralih ke jalur darat dengan kendaraan roda empat. Waktu tempuh Samarinda–Long Hubung via darat membentang antara 15 hingga 18 jam, tergantung kondisi ruas jalan. Biaya satu kali perjalanan melonjak ke kisaran Rp 1 juta, belum termasuk pengeluaran makan selama belasan jam di perjalanan.

"Kalau biasanya naik kapal sekitar Rp 400 ribu, sekarang harus lewat darat. Biayanya bisa sampai Rp 1 juta," ujar Desy kepada kumparan, Rabu (19/8).

"Belum lagi untuk makan selama di perjalanan. Kalau dihitung semuanya, pasti lebih dari Rp 1 juta," tambahnya.

Lonjakan biaya ini tidak berdiri sendiri. Ia beririsan dengan harga kebutuhan pokok yang ikut naik karena distribusi barang ke pedalaman terhambat. Warga yang bergantung pada satu kali pelayaran bulanan untuk membawa beras, minyak, dan obat-obatan kini harus mengalokasikan anggaran jauh lebih besar hanya untuk sampai ke tujuan.

Mahakam sebagai Tulang Punggung Mobilitas

Sungai Mahakam membentang sepanjang 980 kilometer, menjadikannya sungai terpanjang dan terbesar di Kalimantan Timur. Aliran ini bukan hanya lanskap; ia merupakan urat nadi logistik yang menghubungkan Samarinda dengan kawasan hulu di Mahulu. Kapal penumpang sekaligus kapal kargo mengangkut manusia, bahan bangunan, hasil bumi, dan kebutuhan harian yang tak bisa dijangkau jalur darat dalam kondisi normal.

Ketika debit surut, seluruh rantai distribusi ini terputus. Warga kehilangan moda transportasi murah sekaligus satu-satunya jalur yang layak untuk barang berat. Dampaknya terasa paling keras pada kelompok rentan: lansia, ibu rumah tangga, dan anak sekolah yang tidak mampu menanggung biaya darat berulang kali.

Jalur Darat yang Belum Layak

Alternatif darat memang tersedia secara teknis, namun kondisinya jauh dari memadai. Sebagian ruas masih dalam tahap perbaikan, berlubang, dan berbatu. Perjalanan belasan jam di atas jalan semacam itu bukan hanya mahal, tetapi juga melelahkan secara fisik.

"Kecuali jalan sudah bagus mungkin bisa jadi alternatif utama, tapi kalau jalannya kaya gitu capek dan nggak kuat jalan darat," ungkap Desy.

Desy menegaskan bahwa ia lebih memilih menunggu kapal beroperasi kembali meskipun waktu tempuh via air bisa mencapai hingga 24 jam. Baginya, kenyamanan dan keterjangkauan biaya jauh lebih penting daripada menghemat beberapa jam.

"Walaupun menggunakan kapal agak lama, tapi kita nggak capek bisa baring-baring di dalam kapal," ucapnya.

"Kalau kapal bisa jalan lagi, tentu lebih enak dan lebih murah. Sekarang kalau lewat darat, biaya dan kondisi jalan, ampun," katanya.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Berapa selisih biaya antara jalur air dan jalur darat saat ini? Tarif kapal penumpang dari Samarinda ke Long Hubung sebelumnya sekitar Rp 400 ribu. Dengan surutnya Mahakam, warga harus menggunakan jalur darat dengan biaya sekitar Rp 1 juta per orang, belum termasuk makan selama perjalanan.

Berapa lama waktu tempuh masing-masing moda? Jalur darat memakan waktu 15–18 jam tergantung kondisi jalan. Jalur air, ketika sungai kembali memadai, membutuhkan hingga 24 jam namun jauh lebih nyaman bagi penumpang.

Kapan kapal diperkirakan kembali beroperasi? Tidak ada jadwal pasti. Operasional kapal bergantung sepenuhnya pada pemulihan debit Sungai Mahakam yang mengikuti siklus musim hujan. Warga diimbau memantau informasi dari pemerintah daerah dan operator pelayaran setempat.

Apakah ada subsidi atau bantuan biaya transportasi untuk warga Mahulu? Hingga berita ini ditulis, belum ada program subsidi khusus yang diumumkan. Warga yang terdampak disarankan menghubungi kantor kecamatan atau Dinas Perhubungan Mahulu untuk informasi terkini mengenai bantuan logistik.

Surutnya Sungai Mahakam mengingatkan bahwa bagi masyarakat pedalaman Kalimantan Timur, transportasi sungai bukan pilihan gaya hidup melainkan kebutuhan eksistensial. Setiap penurunan debit air berimplikasi langsung pada daya beli, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan keberlangsungan ekonomi keluarga di hulu Mahakam.

Related Reading