Fakta-fakta Terbakarnya KMP Putri Yasmin: Ratusan Penumpang Dievakuasi, 1 Tewas
Fakta-fakta Terbakarnya KMP Putri Yasmin: Ratusan Penumpang Dievakuasi
Kabarnusantaraku.com – Fakta fakta Terbakarnya KMP Putri Yasmin menjadi perhatian publik setelah kapal penyeberangan mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 12 Agustus, tepatnya di kawasan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kapal yang sedang berlayar dari Pelabuhan Padang Bai di Bali menuju Pelabuhan Lembar di Lombok tersebut mulai terbakar sekitar pukul 04.15 WITA. Evakuasi menyeluruh terhadap seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil diselesaikan dengan satu korban jiwa.
Respons Cepat SAR Mataram dalam Menangani Kebakaran
Kantor SAR Mataram segera menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA setelah menerima informasi mengenai terbakarnya KMP Putri Yasmin. Respons cepat dilakukan dengan mengerahkan personel serta berbagai armada penyelamatan ke lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa tim SAR telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi," kata Muhamad Hariyadi.
Menurut Hariyadi, kondisi darurat di laut menuntut proses evakuasi untuk mendapatkan dukungan dari berbagai unsur SAR maupun kapal-kapal yang melintas di sekitar area kebakaran. KMP Putri Yasmin saat itu membawa total 173 orang yang merupakan kombinasi penumpang dan awak kapal. Seluruh orang tersebut telah berhasil dievakuasi melalui dua jalur, yaitu Pelabuhan Padangbai di Karangasem, Bali, dan Pelabuhan Lembar di Lombok.
Detail Korban dan Penumpang yang Terlibat
Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, memberikan rincian mengenai korban yang terlibat dalam insiden ini. "Total korban yang sudah terdata sebanyak 173 orang. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, atas nama Indah Dwi Septiani (19) dengan alamat Asrama Brimob Gatep Ampenan. Dari total 173 orang, dua di antaranya merupakan WNA asal Australia," jelasnya.
"Total korban yang sudah terdata sebanyak 173 orang. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, atas nama Indah Dwi Septiani (19) dengan alamat Asrama Brimob Gatep Ampenan. Dari total 173 orang, dua di antaranya merupakan WNA asal Australia," jelas I Gusti Lanang Wiswananda.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai, Harry Wiyanto, menyampaikan informasi berbeda mengenai jumlah orang yang tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin. Menurut catatan manifes, terdapat 131 orang yang terdiri dari 114 penumpang dan 17 anak buah kapal. Perbedaan jumlah ini mungkin disebabkan oleh penumpang tambahan yang tidak tercatat dalam manifes resmi.
Para penumpang selamat dievakuasi ke Pelabuhan Lembar di Lombok dan Pelabuhan Padangbai di Bali. Sebagian besar penumpang terlihat mengalami syok dan menangis usai berhasil dievakuasi dari kapal yang terbakar. Para penumpang juga mendapatkan penanganan medis intensif di ruang terminal penumpang untuk memastikan kondisi mereka stabil setelah peristiwa tersebut.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran KMP Putri Yasmin
Kapan kebakaran KMP Putri Yasmin terjadi? Kebakaran terjadi pada hari Rabu, 12 Agustus, sekitar pukul 04.15 WITA di perairan Selat Lombok.
Berapa jumlah penumpang dan awak kapal yang dievakuasi? Terdapat dua versi jumlah. SAR Mataram mencatat 173 orang, sementara manifes KSOP Padangbai mencatat 131 orang.
Siapa korban jiwa dalam insiden ini? Indah Dwi Septiani (19) dari Asrama Brimob Gatep Ampenan dinyatakan meninggal dunia.
Dimana penumpang dievakuasi? Penumpang dievakuasi ke dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Padangbai di Bali dan Pelabuhan Lembar di Lombok.
Apakah ada penumpang asing yang terlibat? Ya, terdapat dua penumpang asing asal Australia yang berhasil dievakuasi bersama penumpang lainnya.