KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Imbas Kabut Asap Tebal, Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Jambi

Published Agustus 25, 2026 · Updated Agustus 25, 2026 · By Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Foto : Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Dua Penerbangan dari Jakarta Dialihkan karena Asap Karhutla Menutup Langit Jambi

Kabarnusantaraku.com – Bandara Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menghadapi gangguan serius pada Selasa (25/8) ketika kabut asap tebal hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mereduksi jarak pandang secara drastis. Akibatnya, dua pesawat yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, tidak dapat melakukan pendaratan di Jambi.

Garuda Indonesia GA 128 Menuju Batam

Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 128, yang semula dijadwalkan tiba sekitar pukul 13.40 WIB, terpaksa berputar berulang kali di atas wilayah Jambi. Setelah kondisi dinilai tidak aman untuk menyentuh landasan, kru memutuskan mengalihkan rute ke Bandara Hang Nadim, Batam.

Citilink QG 966 Berpindah ke Palembang

Nasib serupa menimpa pesawat Citilink QG 966. Penerbangan yang seharusnya mendarat sekitar pukul 15.20 WIB juga sempat mengitari langit Jambi sebelum akhirnya diarahkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Konfirmasi dari Manajemen Bandara

Ardon Marbun, General Manager Bandara STS Jambi, mengonfirmasi bahwa kedua pesawat tersebut memang gagal mendarat karena gangguan asap.

"Ya benar, two pesawat gagal mendarat di Jambi akibat kabut asap," kata Arton.

Mengenai pesawat Citilink, ia menambahkan:

"Ada juga pesawat mau turun saat sore hari, namun karena asap tebal, pesawat langsung beralih ke Palembang," tuturnya.

Soal manuver Garuda di udara, Ardon menjelaskan:

"Sempat berputar-putar beberapa kali di langit Jambi dan langsung menuju Bandara Batam," ujarnya.

Fluktuasi Jarak Pandang Sepanjang Siang

Data operasional menunjukkan jarak pandang di STS Jambi berfluktuasi tajam sepanjang siang itu. Pada pukul 14.00 WIB, visibilitas tercatat sekitar 1.500 meter. Angka tersebut merosot menjadi 1.000 meter pada pukul 14.30 WIB, lalu menyentuh titik terendah sekitar 800 meter pada pukul 15.00 WIB. Setelahnya, jarak pandang membaik kembali ke kisaran 1.200 meter.

Ardon menegaskan bahwa seluruh penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan demi menjaga faktor keselamatan penumpang dan awak pesawat.

"Kita doakan bersama kabut asap karhutla di Jambi cepat hilang," katanya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Imbas Kabut Asap Tebal Dua Pesawat?

Imbas Kabut Asap Tebal Dua Pesawat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Imbas Kabut Asap Tebal Dua Pesawat matter?

Imbas Kabut Asap Tebal Dua Pesawat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.