KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Iring-iringan Ambulans Antar Bang Jek Sang Relawan ke Peristirahatan Terakhir

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Sandra Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Sandra Davis - kabarnusantaraku.com

Bang Jek Diantar ke Peristirahatan Terakhir dalam Kirab Ambulans yang Menggema di Jakarta Barat

Kabarnusantaraku.com – Sirine ambulans memecah keheningan sore itu ketika ratusan pelayat berbondong-bondong mengiringi jenazah seorang relawan kemanusiaan menuju liang lahat. Suasana pemakaman di TPU Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, pada Sabtu (21/8) jelang waktu magrib tampak begitu ramai dan penuh haru. Ahmad Zaki Ali, yang akrab dipanggil Bang Jek, dimakamkan setelah jenazahnya terlebih dahulu tiba di Jakarta dan diserahkan kepada keluarga dari Bandara Soekarno-Hatta sebelum dibawa ke rumah duka di ibu kota bagian barat.

Dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut, personel rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta hadir bersama ratusan potensi SAR se-Jabodetabek serta komunitas ambulans se-Jabodetabek.

"Mereka hadir bukan hanya untuk mengantar seorang relawan menuju peristirahatan terakhir, tetapi juga untuk memberikan penghormatan kepada seseorang yang telah mendedikasikan tenaga, waktu, dan hidupnya untuk kemanusiaan," demikian dikutip dari akun Kantor SAR Jakarta, Minggu (23/8).

Pendiri Yayasan Gerak Bareng yang Mendedikasikan Hidup untuk Kemanusiaan

Bang Jek bukan sekadar relawan biasa. Ia merupakan pendiri Yayasan Komunitas Gerak Bareng, sebuah organisasi berbasis di Jakarta yang aktif menjalankan berbagai kegiatan amal. Sepanjang hidupnya, ia kerap terlibat dalam sejumlah operasi SAR, baik di wilayah ibu kota maupun di daerah-daerah lain di Indonesia. Sebelum peristiwa terakhir yang merenggut nyawanya, namanya sudah dikenal luas di kalangan penggiat kemanusiaan.

Salah satu aksi amalnya yang sempat viral adalah penyerahan bantuan sepeda motor kepada Ahmad Aziz, seorang guru yang menjadi sorotan publik karena mengayuh sepeda kecil sambil membonceng anaknya menempuh jarak berkilo-kilometer menuju sekolah.

Misi Terakhir: Membawa Bantuan ke Tengah Bencana NTT

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi pemicu bencana paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Dampak terberat dirasakan di Manggarai Timur serta sejumlah wilayah lain di Nusa Tenggara Timur. Sedikitnya 83 jiwa dilaporkan tewas akibat bencana alam tersebut.

Sejak gempa terjadi, Bang Jek langsung bergegas menuju lokasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Namun, takdir berkata lain. Ia gugur di usia ke-38 tahun saat membantu mengangkut logistik dari Reo menuju Desa Satar Padut, Manggarai Timur. Operasi SAR terakhirnya berakhir dengan kepergian yang menyisakan duka mendalam di kalangan para relawan dan penggiat kemanusiaan.

Kata-Kata Terakhir di Media Sosial

Beberapa jam sebelum wafat, pada Jumat (21/8) pagi, almarhum sempat mengunggah pesan di akun Instagramnya yang diikuti lebih dari 53 ribu pengikut.

"Update pagi ini, hari ke-6 saya di lokasi bencana. Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan. Di fase tanggap darurat kita akan fokus pada kebutuhan dasar. Oleh karenanya kita butuh support orang orang baik."

Pada bagian lain unggahan yang sama, ia menulis pesan penuh ketenangan:

"Rencana mengingatkan kita bahwa manusia tidak pernah benar-benar punya kendali. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar, saling menjaga, dan memperbanyak doa. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan saudara-saudara kita yang sedang berada di wilayah terdampak bencana. Tetap waspada. Jangan panik. Jangan lupa berdoa."

Ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai komunitas maupun perseorangan. Tubuhnya memang telah dimakamkan, tetapi semangat yang ia tanamkan terus menghidupi generasi relawan berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Iring iringan Ambulans Antar Bang Jek Sang?

Iring iringan Ambulans Antar Bang Jek Sang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Iring iringan Ambulans Antar Bang Jek Sang matter?

Iring iringan Ambulans Antar Bang Jek Sang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.