Karhutla Jambi Capai 300 Hektare, Gubernur Ajak Warga Salat Minta Hujan
Gubernur Jambi Serukan Salat Istisqa di Tengah Wabah Karhutla
Kabarnusantaraku.com – Provinsi Jambi tengah menghadapi tantangan serius akibat cuaca panas dan kering yang berkepanjangan. Gubernur Jambi, Al Haris, secara khusus menyoroti masalah kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas. Dalam upaya mengatasi situasi tersebut, ia mengajak seluruh ulama, kiai, serta imam masjid untuk menggelar salat istisqa. Doa bersama ini diharapkan dapat memohonkan hujan agar segera turun ke bumi Jambi. Kumparan News melaporkan bahwa kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Al Haris saat ia meninjau lokasi sekaligus membantu upaya pemadaman di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Kunjungan ini dilakukan pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus 2026. Kondisi cuaca yang semakin memanas membuat persediaan air mulai menipis, sementara debu juga mulai terlihat di berbagai titik di wilayah tersebut. Warga sekitar melaporkan bahwa kualitas udara mulai menurun drastis.
Luas Karhutla Mencapai 300 Hektare
Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, total luas area yang terbakar sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai angka 300,12 hektare. Kabupaten Sarolangun mencatatkan angka tertinggi dengan 87,32 hektare lahan yang hangus. Berikutnya, Tanjung Jabung Barat berada di posisi kedua dengan 58,10 hektare, diikuti Batanghari sebesar 50,03 hektare.
Wilayah lain yang juga terdampak meliputi Muaro Jambi seluas 37,99 hektare, Tebo dengan 30,76 hektare, Tanjung Jabung Timur 22,71 hektare, serta Merangin yang mengalami kebakaran pada 3,25 hektare. Angka-angka ini menunjukkan bahwa karhutla telah menyebar ke hampir seluruh kabupaten di Jambi. Baca juga: Data lengkap karhutla Jambi.
Peringatan dan Ajakan kepada Masyarakat
Al Haris menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Ia meminta agar setiap desa memastikan tidak ada lahan yang terbakar di wilayah mereka.
Pastikan lahan-lahan di desa kita aman dari api. Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan desanya tidak ada lahan yang terbakar,
tegas Al Haris dalam siaran persnya.
Bagi desa-desa yang memiliki kawasan gambut, gubernur meminta agar dilakukan pemetaan lebih lanjut dan peningkatan kesiapsiagaan. Tim relawan desa diharapkan menjadi garda terdepan dalam merespons jika ditemukan titik api.
Petakan daerah gambut. Yang di desa-desanya ada gambutnya, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing,
ujarnya.
Selain aspek teknis pemadaman, Al Haris juga mengajak umat beragama untuk memperbanyak doa. Ia meminta para pemimpin agama untuk menyisihkan waktu setelah salat wajib guna melaksanakan salat istisqa.
Mohon pada para ulama, kiai, imam masjid, mari kiranya kita sediakan waktu kita habis salat wajib untuk melakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini,
tuturnya.
Rapat Koordinasi dan Penanganan Berkelanjutan
Hari Senin, 10 Agustus 2026, Al Haris menghadiri rapat koordinasi untuk membahas eskalasi karhutla. Rapat ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, perwakilan Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam pertemuan tersebut, gubernur melaporkan bahwa lahan terbakar di Kabupaten Muaro Jambi mencapai sekitar 50 hektare.
Sudah kita laporkan, mudah-mudahan tidak akan meluas lagi. Tim masih terus bekerja sampai hari ini,
kata Al Haris. Ia menjelaskan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga pendinginan dan pemantauan ketat untuk mencegah munculnya kembali titik api, khususnya di kawasan gambut.
Al Haris memastikan bahwa Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama seluruh unsur terkait tetap berada di lapangan. Mereka terus melakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif. Masyarakat juga diminta untuk terlibat aktif dalam memantau potensi munculnya titik api di wilayah masing-masing.
Masyarakat diminta terlibat dalam meminimalisir kejadian karhutla, karena mereka yang mengetahui kondisi di lapangan,
pungkasnya.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa total luas area yang terbakar di Jambi? Berdasarkan data BPBD Jambi, total luas area yang terbakar mencapai 300,12 hektare sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026.
Kabupaten mana yang paling terdampak? Kabupaten Sarolangun mencatatkan angka tertinggi dengan 87,32 hektare lahan yang hangus.
Apa yang dilakukan gubernur untuk mengatasi masalah ini? Gubernur Al Haris mengajak masyarakat untuk salat istisqa dan memastikan tim relawan desa siaga di kawasan gambut.
Kapan rapat koordinasi terakhir diadakan? Rapat koordinasi terakhir diadakan pada hari Senin, 10 Agustus 2026, dihadiri oleh berbagai kementerian terkait.