KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam, Polisi Terjunkan Pleton Bawa APAR

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Emily Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Emily Davis - kabarnusantaraku.com

Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam, Tim Pemadam Terus Bekerja

Kabarnusantaraku.com – Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam hingga hari ini. Proses pemadaman api di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat masih terus berlangsung intensif. Api yang mulai menghanguskan beberapa wilayah sejak Kamis (6/8) ini belum juga berhasil dipadamkan sepenuhnya. Hingga Minggu (9/8), tim pemadam dan relawan masih berjuang menghadapi kobaran api yang terus menyebar.

Para relawan yang bertugas menghadapi dua kendala utama dalam operasi pemadaman. Kendala pertama adalah minimnya perlengkapan dan alat pemadam yang memadai. Kendala kedua adalah kondisi fisik para relawan yang sudah mulai lelah setelah beberapa hari berturut-turut bekerja di medan yang berat.

Sebagian besar relawan hanya mengandalkan batang kayu dan kain basah untuk meredam kobaran api. Nicko Rastagil, seorang relawan dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), menjelaskan bahwa banyak anggota yang tetap bertahan di lokasi meski peralatan yang tersedia sangat terbatas. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan penyebaran api.

"Relawan sudah sangat kelelahan, karena tidak hanya keterbatasan peralatan. Tapi juga, ketersediaan makanan dan minuman yang terbatas, serta lokasi yang sulit ditempuh sehingga menguras fisik mereka," kata Nicko kepada kumparan, Minggu (9/8).

Menurut Nicko, api terus menyebar dan membakar area-area kering, sehingga penyebarannya menjadi sangat cepat. Proses pemadaman tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga memerlukan relawan yang memiliki kemampuan dan keahlian memadai. Kerja cepat dan tepat sangat dibutuhkan agar api tidak semakin meluas ke wilayah lain.

Nicko memperkirakan luas wilayah yang terbakar mencapai 15 hektare. Area tersebut membentang dari Alun-alun Suryakencana hingga Kawah Wadon. Ia menambahkan bahwa luas kebakaran ini diprediksi akan terus bertambah jika tidak segera ditangani dengan baik. Kondisi cuaca yang kering juga menjadi faktor pendorong penyebaran api.

Keterlibatan Polres Cianjur dan Pihak Terkait dalam Pemadaman

Polres Cianjur mengirimkan satu pleton personel yang dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu memadamkan api. Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menyatakan bahwa personel tersebut dibantu oleh Satuan Brimobda Polda Jabar dalam operasi pemadaman lahan terbakar. Keterlibatan pihak kepolisian ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman.

"Tidak hanya personel, mereka juga dilengkapi dengan peralatan APAR dan gepyok, yakni batang rotan untuk mempercepat proses pemadaman api di kawasan tersebut agar tidak cepat meluas," kata Alexander terpisah.

Alexander menjelaskan bahwa para personel telah memiliki kualifikasi dalam penanganan kebencanaan, termasuk kebakaran lahan. Hal ini dilakukan agar proses pemadaman dapat berjalan secara efektif. Selain kepolisian, personel TNI, relawan, dan warga sekitar juga turut serta dalam upaya pemadaman. Kolaborasi antar pihak ini menjadi kunci keberhasilan operasi.

Para relawan berencana melakukan sistem estafet untuk membawa air menggunakan kompan atau jerigen. Kondisi ini diperlukan karena titik kebakaran berada cukup jauh dari sumber air, yaitu sekitar 5 kilometer. Sistem ini memungkinkan pasokan air tetap berjalan meskipun jaraknya cukup jauh.

Dampak dan Langkah Pencegahan Kebakaran

Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam memberikan dampak signifikan terhadap kawasan wisata dan ekosistem sekitar. Banyak jalur pendakian yang ditutup sementara untuk keselamatan pengunjung. Selain itu, kualitas udara di kawasan tersebut juga menurun akibat asap yang dihasilkan dari pembakaran.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Langkah pencegahan seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membuat api unggun di area kering menjadi sangat penting. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika melihat tanda-tanda api mulai muncul.

Operasi pemadaman diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Tim pemadam terus memantau perkembangan api dan menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi cuaca. Dengan upaya bersama, diharapkan Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam dapat segera berakhir.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran Gunung Gede Pangrango

1. Kapan Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam dimulai? Kebakaran dimulai sejak Kamis (6/8) dan masih berlangsung hingga Minggu (9/8) dengan proses pemadaman yang intensif.

2. Berapa luas area yang terbakar? Nicko Rastagil memperkirakan luas wilayah yang terbakar mencapai 15 hektare, membentang dari Alun-alun Suryakencana hingga Kawah Wadon.

3. Siapa saja yang terlibat dalam pemadaman? Tim pemadam melibatkan Polres Cianjur, Satuan Brimobda Polda Jabar, personel TNI, relawan, dan warga sekitar.

4. Apa kendala utama yang dihadapi relawan? Kendala utama adalah minimnya perlengkapan dan kondisi fisik relawan yang sudah lelah setelah beberapa hari bekerja.

5. Bagaimana sistem pengiriman air ke lokasi kebakaran? Relawan menggunakan sistem estafet dengan kompan atau jerigen karena titik kebakaran berada sekitar 5 kilometer dari sumber air.

Related Reading