Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Terjun ke NTT
Wamensos dan 48 Ton Beras Dikerahkan ke NTT Pasca Gempa 7,7 SR
Kabarnusantaraku.com – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono segera meluncur ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pagi. Langkah ini diambil guna memperkuat koordinasi penanganan bencana serta memastikan seluruh bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak.
Saat yang sama, Kementerian Sosial juga mengirimkan 48 ton beras sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang dikenal dengan sebutan Gus Ipul menjelaskan bahwa seluruh jajaran kementerian telah bergerak sejak gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA.
“Kita kirim 48 ton beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Pak Wamen Agus Jabo juga berangkat ke NTT untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, bantuan sampai kepada masyarakat, dan kebutuhan-kebutuhan yang masih kurang segera kita penuhi,” ujar Gus Ipul.
Episenter Gempa dan Peringatan Tsunami
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di laut sekitar 30 hingga 38 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Kedalaman hiposenter tercatat sebesar 15 kilometer. Sebelum akhirnya dicabut pada pukul 07.41 WIB, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami.
Setelah gempa utama, sejumlah gempa susulan juga dirasakan di wilayah tersebut. Wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, serta beberapa kawasan lain di NTT.
Data Korban dan Pengungsi
Hingga Sabtu pukul 15.40 WIB, sekitar 2.000 jiwa tercatat terdampak berdasarkan laporan sementara yang diterima Kemensos. Jumlah pengungsi masih dalam tahap pendataan lebih lanjut.
Sementara itu, data awal mencatat 38 orang meninggal dunia. Rinciannya adalah 16 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, satu orang di Manggarai Barat, dan tiga orang di Sikka. Selain itu, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dua orang masih tertimbun reruntuhan.
“Sekarang yang paling utama adalah menyelamatkan dan melindungi warga. Pastikan pengungsi mendapatkan tempat yang aman, makanan tersedia, kelompok rentan terlayani, dan pendataan korban dilakukan secepat mungkin tetapi tetap akurat,” tegas Gus Ipul.
Logistik dan Bantuan dari Berbagai Gudang
Kemensos telah menggerakkan logistik kebencanaan dengan nilai awal mencapai Rp4,52 miliar. Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp1,015 miliar dikirim ke Kabupaten Nagekeo. Isinya meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna.
Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT juga mengirimkan bantuan bernilai Rp541,6 juta menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Barang-barang tersebut antara lain tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.
Sementara dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi, dua paket bantuan dengan total nilai hampir Rp3 miliar sedang dalam perjalanan menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang. Paket tersebut mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.
“Prinsipnya, stok yang ada paling dekat dengan lokasi langsung kita gerakan. Dari pusat kita tambah lagi. Jadi bantuan tidak menunggu satu jalur. Semua sumber daya kita mobilisasi untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” jelas Gus Ipul.
Koordinasi dan Verifikasi Data
Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Tagana, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta unsur lain yang terlibat dalam penanganan bencana. Tim Tagana dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) juga telah diturunkan untuk membantu asesmen, evakuasi, pendataan korban, pendirian tenda darurat, serta pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.
Sejumlah titik pengungsian sementara telah diidentifikasi di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan masih terus melakukan pendataan jumlah warga yang bertahan di pengungsian setelah peringatan tsunami dicabut.
“Saya minta tim jangan hanya cepat, tetapi juga teliti. Data korban meninggal, luka, pengungsi, maupun kerusakan rumah harus terus diverifikasi. Dari data itulah kita menentukan intervensi berikutnya, termasuk santunan bagi ahli waris korban meninggal,” kata Gus Ipul.
Kemensos menegaskan bahwa seluruh data yang ada masih bersifat sementara dan terus diverifikasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait. Wamensos Agus Jabo akan memantau langsung berbagai kebutuhan tersebut sekaligus membawa bantuan tambahan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos?Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos matter?Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.