Komisi IX Sepakat Prabowo Sebut Orang Korupsi MBG Biadab: Harus Redesign Total
Komisi IX Dorong Redesign Total Program MBG Pasca Pernyataan Prabowo
Kabarnusantaraku.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pelaku korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai orang biadab. Politikus PDIP ini menekankan bahwa isu korupsi serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.
Menurut Charles, langkah yang tepat adalah melakukan perombakan menyeluruh terhadap sistem yang sedang berjalan saat ini. Ia menjelaskan bahwa MBG pada dasarnya merupakan program sosial, sehingga tindakan korupsi di dalamnya sangat tidak dapat dimaklumi.
Ya, yang pertama saya sepakat dengan Bapak Presiden bahwa ini kan sebetulnya program sosial ya, MBG adalah program sosial. Oleh karena itu yang masih mau melakukan korupsi, ya biadab gitu kan,
Charles menyampaikan hal tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat (14/8).
Mengembalikan Pengelolaan ke Dapur Sekolah
Salah satu rekomendasi utama yang diajukan oleh Charles adalah mengembalikan pengelolaan makanan MBG ke dalam dapur sekolah. Ia meyakini pendekatan ini akan membatasi peluang terjadinya praktik korupsi, baik pada tahap pengadaan maupun distribusi kepada penerima manfaat.
Oleh karena itu saya tetap berpendapat bahwa kita harus melakukan redesign total dari program ini, tidak bisa lagi menggunakan format seperti sekarang. Yaitu ya kita kembalikan saja dapur ke sekolah. Kenapa? Untuk memperkecil ruang terjadinya kasus-kasus korupsi, ya, tindak-tindak korupsi,
Menurut wakil rakyat tersebut, potensi korupsi tidak hanya terbatas pada Badan Gizi Nasional (BGN) atau proses pengadaan barang dan jasa. Masalah juga dapat muncul di tingkat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Karena korupsi itu kan tidak hanya terjadi di BGN saja, bukan dalam hal pengadaan barang dan jasa saja, tetapi dapur-dapur SPPG juga ternyata melakukan, ada ya yang melakukan korupsi dengan tidak memberikan kepada anak-anak haknya gitu kan. Yang seharusnya sepuluh ribu mungkin hanya diberikan makanan sebesar delapan ribu, belum lagi under-invoicing dan lain sebagainya,
Kasus Keracunan yang Meningkat
Selain masalah korupsi, Charles juga menyoroti tingginya angka kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG. Hingga saat ini, jumlah kasus yang tercatat telah melampaui 45 ribu kejadian.
Dan ini tentu menjawab juga pertanyaan tadi terkait dengan kasus keracunan. Per hari ini kita sudah melihat lebih dari 45 ribu kasus keracunan di program MBG ini. Dan sejak Pak Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN pun ya kalau kita pelajari hampir setiap hari terjadi kasus keracunan di berbagai kota di Indonesia, mungkin kecuali di hari-hari libur ya. Dan kemarin kita lihat ada terjadi juga di Sumatera Utara, terjadi kasus keracunan kembali,
Charles menjelaskan bahwa sistem distribusi makanan yang saat ini menggunakan dapur tersentralisasi berkontribusi terhadap tingginya risiko kontaminasi. Makanan yang dibiarkan pada suhu ruang selama lebih dari empat jam memiliki peluang kontaminasi yang lebih besar.
Nah kalau kita diskusi dengan teman-teman ahli gizi dan juga ahli keamanan pangan kan cukup jelas, bahwa makanan ketika dibiarkan di suhu ruang lebih dari empat jam maka risiko kontaminasi juga semakin tinggi gitu kan. Di sinilah permasalahan menggunakan dapur yang tersentralistis dengan apa ya, dengan metode yang kurang aman ya untuk bisa menyampaikan makanan kepada anak-anak,
Solusi Jangka Panjang
Politikus PDIP ini menilai bahwa perbaikan fisik pada 27 ribu dapur SPPG yang sedang beroperasi belum cukup untuk menyelesaikan masalah keracunan jika pola distribusi dan penyajian tetap sama. Bahkan dengan mendapatkan sertifikasi SLHS, risiko tetap ada jika makanan harus menunggu lebih dari empat jam sebelum dikonsumsi anak-anak.
Jadi pendapat saya, kalaupun hari ini dari 27 ribu dapur yang sedang beroperasi mereka diperbaiki sekaligus, sekalipun ya dengan mendapatkan SLHS pun, tetapi kalau pola distribusinya masih seperti sekarang, pola pengadaan dan penyajian masih seperti sekarang, maka kasus-kasus keracunan menurut saya akan terus tetap terjadi,
Charles pun mendorong perubahan konsep pelaksanaan MBG dengan mengembalikan pengelolaan makanan ke sekolah. Ia menilai kantin sekolah dan orang tua murid dapat dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut untuk menciptakan sistem yang lebih aman dan transparan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Komisi IX Sepakat Prabowo Sebut Orang?Komisi IX Sepakat Prabowo Sebut Orang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Komisi IX Sepakat Prabowo Sebut Orang matter?Komisi IX Sepakat Prabowo Sebut Orang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.