KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov DKI: Penyegaran, Perlu Speed Up di Balai Kota

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Foto : Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com

Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov DKI

Kabarnusantaraku.com – Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov DKI menjadi sorotan publik pada Rabu (19/8) ketika Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di ruang rapat tertutup Balai Kota Jakarta. Langkah tersebut ia gambarkan sebagai penyegaran internal yang bertujuan mempercepat respons birokrasi provinsi terhadap kebutuhan warga ibu kota.

Rotasi Jabatan: Analogi Pergantian Posisi di Lapangan

Pramono menolak menyebut pergantian posisi sebagai bentuk hukuman atau penalti. Dalam pandangannya, rotasi merupakan mekanisme alami yang menjaga vitalitas sebuah organisasi dan mencegah stagnasi di satu titik. Ia memilih analogi sepak bola untuk menjelaskan konsep tersebut kepada para pejabat yang baru dikukuhkan.

"Saya mengibaratkan seperti pemain bola ya, kadang-kadang main di kanan, di kiri, dan sebagainya."

Inti dari instruksi Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov ini bukan sekadar memindahkan nama di papan organisasi, melainkan menciptakan percepatan nyata dalam setiap lini pengambilan keputusan di lingkungan Balai Kota. Setiap pejabat yang bergeser posisi diharapkan membawa perspektif segar sekaligus mempercepat siklus eksekusi kebijakan.

Forum Rapat sebagai Satu-satunya Kanal Keputusan

Gubernur menegaskan bahwa tidak ada satu pun kebijakan strategis yang ia tetapkan di luar forum rapat. Seluruh deliberasi, mulai dari usulan, pembahasan, hingga penetapan final, berlangsung dalam ruang deliberasi bersama jajaran terkait. Mekanisme ini sekaligus menjadi jaminan transparansi karena setiap pihak yang terlibat mengetahui alur pembahasan secara utuh.

"Karena hampir semua keputusan di Balai Kota itu kita putuskan mulai dari rapat. Karena saya tidak pernah memutuskan di luar rapat."

Ketika keputusan final telah ditetapkan, lanjutnya, eksekusinya tidak boleh tertunda. Penundaan dianggap sebagai bentuk kelalaian terhadap kepentingan publik yang menunggu.

"Ini adalah hal yang menjadi transparan, semua orang tahu dalam pengambilan keputusan. Tinggal begitu diputuskan, harusnya segera dijalankan."

Payung Hukum dan Konsistensi sebagai Garis Batas

Kepada ketujuh pejabat yang baru menerima amanah, Pramono menyampaikan peringatan tegas: setiap tindakan administratif wajib berada dalam koridor regulasi yang berlaku. Ia menolak segala bentuk improvisasi yang melampaui ketentuan hukum dan menekankan bahwa konsistensi prosedur adalah harga mati dalam tata kelola pemerintahan.

"Yang paling penting adalah segala sesuatunya harus dikerjakan secara konsisten. Kemudian saya selalu menekankan bahwa payung hukumnya harus jelas. Jangan bermain di luar payung hukum yang telah menjadi ketentuan."

Seleksi Berbasis Manajemen Talenta dan Koordinasi BKN

Proses pengisian ketujuh jabatan tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Pramono memastikan bahwa setiap kandidat telah melewati tahapan penilaian berbasis manajemen talenta yang terukur. Koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga dilakukan untuk menjamin kepatuhan terhadap seluruh ketentuan kepegawaian yang berlaku di tingkat nasional maupun daerah.

"Oh iya, ada (penilaian). Dan kita menggunakan manajemen talenta, kemudian kita berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional."

Ia menutup pernyataannya dengan penekanan bahwa tidak akan ada celah prosedural yang dapat menjadi bahan sanggahan di kemudian hari. Setiap tahapan, mulai dari seleksi hingga pelantikan, telah dipetakan agar tidak membuka ruang bagi pertanyaan hukum.

"Karena saya enggak mau ada celah sedikit pun untuk dipermasalahkan."

Daftar Pejabat yang Dikukuhkan

Berikut nama dan jabatan baru ketujuh pejabat yang resmi dilantik dalam acara tersebut:

1. Abdul Khalit — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta

2. Mochamad Abbas — Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta

3. M Matsani — Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta

4. Fajar Eko Satriyo — Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta

5. Muhammad Herizkianto — Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta

6. Indra Patrianto — Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov DKI?

Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov DKI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov DKI matter?

Pramono Lantik 7 Pejabat Pemprov DKI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.