Raih MURI, Kapolri-Ketua Komisi IV Tanam Bawang Serentak di 279 Hektare Lahan
Polri Catat Rekor MURI: Tanam Bawang Putih Serentak di 279 Hektare Lahan
Kabarnusantaraku.com – Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) resmi diberikan kepada Polri atas pelaksanaan penanaman bawang putih secara serentak di lahan terluas. Total area yang digarap dalam satu waktu mencapai 279,53 hektare, tersebar di 59 Polres yang berada di bawah 14 Polda. Aksi kolektif ini merupakan bagian dari upaya mempercepat tercapainya swasembada bawang putih di tingkat nasional.
Lokasi dan Kehadiran Pejabat
Puncak kegiatan berlangsung di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (19/8). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. Turut mendampingi antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, perwakilan kementerian/lembaga terkait, PJU Mabes Polri, Forkopimda Provinsi NTB, kelompok tani, serta warga setempat.
Rangkaian acara tidak terbatas pada penanaman saja. Di lokasi yang sama juga digelar Panen Raya Bawang Putih serta Groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri, sehingga membentuk satu paket kegiatan ketahanan pangan yang komprehensif.
Konteks Ketergantungan Impor
Sigit menekankan bahwa capaian rekor bukan sekadar pencatatan angka, melainkan momentum untuk menggalang gerakan bersama dalam mendongkrak produksi bawang putih domestik. Ia mengingatkan bahwa sekitar 90–95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih tercukupi lewat jalur impor. Produksi dalam negeri baru berada di kisaran 39–40 ribu ton per tahun, padahal permintaan nasional telah melampaui 600 ribu ton per tahun.
Polri berkomitmen mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan.
Dukungan itu diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor: kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, dan mitra strategis lainnya.
Skala Operasional Lahan
Kementerian Pertanian mengalokasikan target lahan seluas 4.840 hektare untuk program ini. Hingga saat ini, verifikasi telah mencakup 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda dan 66 Polres. Dari luasan terverifikasi tersebut, 927,6 hektare sudah ditanami dengan keterlibatan 117 kelompok tani dan 2.257 petani.
Khusus pada penanaman serentak di Sembalun, 110 kelompok tani beranggotakan 2.174 petani menggarap 279,53 hektare. Potensi produksi dari luasan itu diperkirakan mencapai sekitar 2.795 ton bawang putih.
Panen Raya dan Peralatan Pertanian
Di lokasi yang sama, panen raya bawang putih juga dilaksanakan pada lahan 105 hektare. Sembilan kelompok tani dengan total 287 petani terlibat, dan potensi hasilnya diestimasi 1.050 ton.
Untuk memperkuat kapasitas produksi dari sisi hulu, diserahkan sejumlah alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani. Paket bantuan mencakup 90 unit hand tractor, satu unit traktor roda empat, 24 unit pompa air, serta 17 ton pupuk Phonska Nitroku. Sumber pendanaan berasal dari Polri, Kementerian Pertanian, dan PT Pupuk Indonesia.
Gudang Ketahanan Pangan dan Peran Bulog
Dari sisi hilir, dilakukan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di atas lahan seluas 1.013 meter persegi yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Bangunan gudang memiliki luas 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan hingga 300 ton. Anggaran pembangunan sebesar Rp 1,4 miliar dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pengelolaan pascapanen dan menjaga mutu bawang putih.
Hasil panen selanjutnya akan diserap Bulog guna memenuhi kebutuhan bibit yang akan ditanam kembali. Dengan mekanisme ini, peningkatan produksi berjalan beriringan dengan kepastian pasar bagi petani.
Apresiasi dan Arah Kebijakan
Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi kepada Polri dan Kementerian Pertanian atas kerja keras dalam mendukung swasembada pangan. Ia juga mengapresiasi Menko Pangan yang telah mengoordinasikan berbagai kementerian/lembaga sehingga program berjalan secara sinergis.
Swasembada bawang putih tidak cukup hanya dengan memperluas lahan dan meningkatkan produksi, tetapi harus diikuti pembangunan ekosistem yang kuat, kepastian penyerapan hasil panen, tata niaga yang sehat, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Momentum penanaman serentak, menurut Titiek, harus menjadi awal dari gerakan yang konsisten dan berkelanjutan.
Melalui pencapaian Rekor MURI Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas, Polri berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin menguat. Tujuannya jelas: mendongkrak produksi nasional, menekan ketergantungan impor, dan mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Raih MURI Kapolri Ketua Komisi IV Tanam?Raih MURI Kapolri Ketua Komisi IV Tanam is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Raih MURI Kapolri Ketua Komisi IV Tanam matter?Raih MURI Kapolri Ketua Komisi IV Tanam matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.