KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Siswa Tetap Belajar di Tengah Kabut Asap Jambi, Sekolah Imbau Pakai Masker

Published Agustus 25, 2026 · Updated Agustus 25, 2026 · By Emily Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Emily Davis - kabarnusantaraku.com

Belajar Berlanjut Meski Asap Karhutla Menyelimuti Jambi

Kabarnusantaraku.com – Para siswa tetap belajar di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi pada Senin, 24 Agustus. Lapisan tebal partikel hasil kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara anjlok secara drastis, namun kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah tidak dihentikan. Siswa dari SMA 5, SMP 17, dan SD 66 Kota Jambi tercatat tetap hadir di kelas, mengikuti pelajaran seperti hari-hari biasa meskipun jarak pandang di luar ruangan sangat terbatas dan udara terasa berat di setiap tarikan napas.

Indeks Kualitas Udara Mencapai Level Bahaya

Data pemantauan menunjukkan angka indeks kualitas udara (AQI) di Kota Jambi menyentuh 199, yang secara klasifikasi masuk kategori tidak sehat. Kondisi di Kabupaten Muaro Jambi jauh lebih parah dengan indeks 274, tergolong sangat tidak sehat. Asap pekat menutupi ruas jalan, bangunan, dan area terbuka, sehingga setiap aktivitas di luar ruangan berisiko tinggi bagi saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak yang paru-parunya masih dalam fase perkembangan.

Dalam situasi seperti ini, siswa tetap belajar di tengah cuaca yang tidak ideal. Pihak sekolah memilih untuk tidak menghentikan kegiatan karena belum ada surat edaran resmi dari pemerintah daerah mengenai libur sekolah. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan bahwa paparan singkat di dalam ruangan yang berventilasi baik jauh lebih aman dibandingkan bolak-balik keluar-masuk area yang diselimuti asap pekat sepanjang hari.

Langkah Preventif yang Diambil Sekolah

Ilyani Ropida, Wakil Kepala SD 66 Kota Jambi, menegaskan bahwa seluruh siswa diwajibkan mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Aktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, diminta untuk dikurangi seminimal mungkin guna menekan risiko paparan partikel halus. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi yang semula dijadwalkan pada hari itu dipercepat agar siswa tidak terlalu lama terpapar udara luar yang tercemar.

"Hari ini aktivitas di sekolah kita mengadakan kegiatan Maulid Nabi, tetapi kegiatan ini akan kita percepat mengingat kondisi kabut asap. Kami juga sudah menginstruksikan para siswa untuk menggunakan masker dan sampai hari ini belum ada surat edaran resmi mengenai libur sekolah di tengah kabut," ujar Ilyani.

Ilyani menambahkan bahwa apabila kualitas udara terus memburuk dari hari ke hari, sekolah akan mengevaluasi kemungkinan pengurangan jam belajar mengajar atau pembatalan sementara kegiatan luar ruangan. Hingga saat ini, siswa tetap belajar di tengah kondisi yang menuntut kewaspadaan ekstra, dan pihak sekolah berharap situasi segera membaik agar seluruh proses pendidikan dapat berlangsung tanpa risiko kesehatan tambahan bagi peserta didik.

Imbauan Kesehatan untuk Siswa dan Orang Tua

Di samping instruksi langsung dari sekolah, para siswa dan orang tua diimbau untuk meningkatkan asupan air putih sepanjang hari, menghindari aktivitas berat di luar ruangan, serta segera mencari tempat tertutup apabila merasa sesak napas atau mata perih. Masker yang digunakan sebaiknya menutupi hidung dan mulut secara rapat agar partikel halus tidak lolos. Bagi siswa yang memiliki riwayat asma, alergi pernapasan, atau kondisi medis lain, konsultasi dengan tenaga kesehatan disarankan sebelum kembali beraktivitas normal di lingkungan sekolah.

Kondisi kabut asap akibat karhutla merupakan fenomena tahunan yang kerap menghantui wilayah Jambi setiap musim kemarau. Selama belum ada kebijakan resmi penghentian kegiatan, siswa tetap belajar di tengah upaya adaptasi yang dilakukan sekolah secara bertahap. Kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar keselamatan peserta didik tetap terjaga tanpa mengorbankan hak mereka untuk memperoleh pendidikan secara berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kabut Asap dan Kegiatan Sekolah

Apakah sekolah di Jambi sudah memberlakukan libur karena kabut asap? Belum. Hingga Senin, 24 Agustus, tidak ada surat edaran resmi mengenai libur sekolah. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan protokol kesehatan tambahan seperti kewajiban memakai masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan.

Masker jenis apa yang paling disarankan untuk siswa? Masker yang menutupi hidung dan mulut secara rapat, seperti masker bedah sekali pakai atau masker N95, jauh lebih efektif menyaring partikel halus dari asap dibandingkan masker kain biasa. Pastikan masker tidak ada celah di sisi hidung atau dagu.

Apakah orang tua boleh menjemput anak lebih awal? Iya, selama berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah. Mengurangi waktu anak berada di luar ruangan saat indeks kualitas udara di atas 150 merupakan langkah pencegahan yang bijak dan didukung oleh pihak sekolah.

Kapan sekolah akan mempertimbangkan pengurangan jam belajar? Pihak sekolah menyatakan akan mengevaluasi situasi secara berkala setiap hari. Apabila kualitas udara terus memburuk dan tidak menunjukkan tanda perbaikan, pengurangan jam atau pembatalan sementara kegiatan luar ruangan akan dipertimbangkan sebagai langkah perlindungan terakhir.

Related Reading