Taksi Green SM Tertabrak KRL di Karet, Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Taksi Green SM Tertabrak KRL di Karet
Kabarnusantaraku.com – Peristiwa Taksi Green SM Tertabrak KRL di kawasan Karet, Jakarta Pusat, mengguncang pengguna transportasi umum pada Senin malam (24/8) sekitar pukul 21.10 WIB. Insiden terjadi di perlintasan sebidang dekat Stasiun Tanah Abang ketika sebuah taksi listrik bernomor polisi B 1341 SBX milik operator Green SM tertabrak Commuter Line yang sedang melintas. Tiga orang dilaporkan mengalami luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit, sementara operasional KRL relasi Angke–Manggarai terganggu selama sekitar sebelas menit sebelum kembali normal.
Kronologi dan Penjelasan Kepolisian
Kasat Lantas Kompol Arry S. Utomo menjelaskan bahwa kendaraan taksi tersebut sedang melaju dari arah utara ke selatan di Jalan KH Mas Mansyur. Saat memasuki perlintasan sebidang, sebuah KRL yang bergerak dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet menabrak bagian kendaraan. Menurut keterangan polisi di lokasi, tabrakan itu menyebabkan kerusakan pada bodi taksi dan membuat tiga orang di dalamnya mengalami cedera dengan tingkat luka yang bervariasi.
"Sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban luka," ujar Arry saat memberikan keterangan resmi di sekitar lokasi kejadian.
Ketiga korban terdiri dari dua penumpang dan satu pengemudi taksi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ketiganya dibawa ke RS Mintoharjo untuk penanganan medis segera oleh tim ambulans yang tiba di lokasi. Akibat insiden, sejumlah perjalanan Commuter Line dihentikan sementara hingga proses evakuasi dan pembersihan jalur selesai. Operasional kembali normal sekitar pukul 21.21 WIB, kurang lebih sebelas menit setelah kejadian pertama.
Respons Green SM: Maaf dan Komitmen Tanggung Jawab
Melalui keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (26/8), juru bicara Green SM Quynh Anh menyampaikan permohonan maaf atas insiden Taksi Green SM Tertabrak KRL tersebut. Ia menegaskan bahwa perusahaan sangat prihatin dan memprioritaskan keselamatan seluruh pihak yang terlibat, termasuk penumpang serta pengguna KRL yang terdampak.
"Green SM sangat prihatin dan dengan tulus menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang melibatkan salah satu kendaraan kami dengan kereta KRL di kawasan Karet pada Senin malam, 24 Agustus 2026," kata Quynh Anh dalam pernyataan resmi perusahaan.
"Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan penumpang dan pengemudi mendapatkan penanganan medis dan dukungan yang diperlukan. Tim Green SM saat ini tengah mendampingi mereka selama menjalani perawatan di rumah sakit," sambungnya.
Quynh Anh juga menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna Commuter Line yang mengalami gangguan perjalanan akibat kecelakaan tersebut.
"Kami memohon maaf atas dampak yang dialami oleh penumpang dan pengemudi kami, serta atas gangguan dan ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna KRL," ujarnya.
Investigasi Internal dan Tanggung Biaya Pengobatan
Green SM menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis ketiga korban tanpa pengecualian. Perusahaan juga menjalankan investigasi internal guna mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk kondisi teknis kendaraan dan prosedur pengemudi saat insiden berlangsung. Proses investigasi ini dilakukan berkoordinasi dengan kepolisian serta pihak-pihak terkait lainnya.
"Green SM berkomitmen untuk menangani masalah ini secara kooperatif dan bertanggung jawab. Tim kami sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan kronologi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata Quynh Anh.
"Kami akan mengambil langkah tindak lanjut yang diperlukan dan membagikan informasi lebih lanjut setelah fakta-faktanya terkonfirmasi," tambahnya.
FAQ: Informasi Praktis Terkait Insiden
Apakah ada korban jiwa dalam kecelakaan Taksi Green SM Tertabrak KRL ini? Tidak. Ketiga korban—dua penumpang dan satu pengemudi—mengalami luka dan telah mendapat