Wali Kota Jakarta Pusat: 707 Ribu Warga Dapat KJP dan 15 Ribu Terima KJMU
Komitmen Pembangunan Manusia: 707 Ribu Penerima KJP dan 15 Ribu Penerima KJMU di Jakarta
Kabarnusantaraku.com – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menegaskan bahwa kemajuan ibu kota tidak bisa diukur semata-mata dari pembangunan fisik maupun infrastruktur. Menurutnya, dukungan terhadap sektor pendidikan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Jakarta yang lebih sejahtera. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara Jakarta Bersholawat yang digelar di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/8).
"Bukan hanya membangun infrastrukturnya saja, bukan hanya membangun fisik bangunan-bangunannya saja, tetapi juga tentunya komitmen Bapak Gubernur untuk senantiasa memberikan dukungan terhadap pembangunan manusianya."
Kartu Jakarta Pintar: Menjangkau Lebih dari 707.000 Warga
Salah satu instrumen utama dalam komitmen pendidikan tersebut adalah program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Arifin mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat program ini telah melampaui 707.000 warga Jakarta. Ia menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus mengalirkan dukungan di bidang pendidikan melalui skema tersebut.
"Oleh karena itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dari sektor pendidikan. Lebih dari 707.000 warga Jakarta mendapatkan bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP)."
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul: 15.000 Beasiswa untuk Mahasiswa
Di samping KJP, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan jalur bantuan bagi mahasiswa melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Arifin menyebutkan bahwa alokasi program ini telah menyentuh lebih dari 15.000 warga Jakarta yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
"Selain daripada Kartu Jakarta Pintar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalokasikan untuk yang dinamakan dengan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Lebih dari 15.000 KJMU dialokasikan untuk saudara-saudara kita."
Bantuan Pelunasan Ijazah untuk Lebih dari 6.000 Anak
Arifin turut menyoroti persoalan yang dialami sejumlah siswa maupun lulusan sekolah yang ijazahnya tertahan di institusi pendidikan karena keterbatasan kemampuan finansial untuk melunasinya. Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah turun tangan membantu mengatasi kendala tersebut.
"Bahkan kemudian ada ternyata saudara-saudara kita, anak-anak kita yang ijazahnya tertahan di sekolah-sekolah, tidak sempat diambil karena tidak punya kemampuan keuangan untuk melunasi untuk mengambil ijazah."
Berdasarkan data yang ia sampaikan, lebih dari 6.000 anak telah menerima bantuan pelunasan ijazah dari pemerintah provinsi.
"Alhamdulillah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan bantuan lebih dari 6.000-an anak-anak kita yang ijazahnya dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta."
Pendidikan sebagai Fondasi Kemajuan Kota
Menutup pidatonya, Arifin kembali menekankan bahwa seluruh program bantuan pendidikan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa kemajuan Jakarta pada hakikatnya harus bertumpu pada peningkatan kualitas manusianya melalui jalur pendidikan.
"Ini komitmen bahwa untuk memajukan Jakarta harus utamanya adalah manusianya dengan pendidikan."
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wali Kota Jakarta Pusat?Wali Kota Jakarta Pusat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wali Kota Jakarta Pusat matter?Wali Kota Jakarta Pusat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.