KabarNusantaraku
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun Terblokir, Senin Harus Dijawab

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Susan Davis - kabarnusantaraku.com

Foto : Susan Davis - kabarnusantaraku.com

Meta Diberi Batas Waktu hingga Senin untuk Menjawab Isu Pemblokiran Massal Akun WhatsApp

Kabarnusantaraku.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan tenggat lima hari bagi Meta untuk merespons surat klarifikasi yang dikirim pada 14 Agustus. Jawaban tertulis paling lambat harus diterima pada Senin, 24 Agustus 2026. Tuntutan ini muncul setelah gelombang laporan dari warga Indonesia yang mendapati akun WhatsApp mereka dibekukan secara permanen tanpa alasan yang jelas.

Tiga Tuntutan Tertulis dari Komdigi

Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, merinci tiga poin yang wajib dijawab Meta secara tertulis. Pertama, akar penyebab hilangnya atau terblokirnya akun. Kedua, langkah penanganan yang sudah dijalankan maupun yang masih berlangsung. Ketiga, posisi terkini pemulihan akun-akun yang terdampak.

"Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, pada tanggal 14 Agustus, telah menyampaikan surat permintaan klarifikasi kepada Meta Indonesia terkait permasalahan sejumlah akun WhatsApp yang hilang atau terblokir," kata Alexander.

"Melalui surat tersebut, Meta diminta memberikan klarifikasi tertulis mengenai penyebab pemblokiran atau hilangnya akun WhatsApp, langkah penanganan yang telah dan/atau sedang dilakukan, serta status pemulihan akun yang terdampak," tambahnya.

Korban Peretasan dan Penyalahgunaan untuk Judi Online

Di balik angka-angka pemblokiran, sebagian kasus ternyata bermula dari peretasan. Akun yang sudah diretas kemudian disalahgunakan untuk menyebarkan promosi judi daring. Mirsan S, misalnya, melaporkan dua akun WhatsApp-nya dibekukan. Salah satunya terblokir setelah ia menerima deretan pesan promosi judi online. Setelah akunnya kembali aktif, ia menemukan bahwa nomor tersebut telah mengirim tautan judi ke banyak kontak tak dikenal.

Aykaputri Amalia, jurnalis kumparan, juga termasuk salah satu pengguna yang mengalami pemblokiran serupa dalam sebulan terakhir. Banyak warga lain melaporkan hal yang sama: akun mereka dibekukan padahal tidak pernah melakukan tindakan ilegal.

Kewajiban Kanal Aduan dan Pertanggungjawaban

Alexander menegaskan bahwa Meta berkewajiban membuka kanal aduan khusus bagi pengguna yang menjadi korban peretasan maupun suspend akun. Pemerintah akan memastikan Meta menindaklanjuti setiap laporan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku di platform tersebut.

"Secara paralel pemerintah akan meminta klarifikasi kepada pihak Meta dan memastikan Meta menindaklanjuti aduan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku pada platform," kata Alexander dalam keterangan kepada kumparanTEKNO.

Lebih jauh, Alexander meminta perwakilan Meta hadir langsung di kantor Komdigi untuk memberikan keterangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penyelenggaraan layanan digital bagi pengguna di Indonesia.

Respons WhatsApp: "Terkadang Kami Melakukan Kesalahan"

Pada awal Agustus 2026, juru bicara WhatsApp Indonesia menyampaikan kepada kumparanTEKNO bahwa pemblokiran akun kadang terjadi karena kesalahan internal. Berikut pernyataan lengkapnya:

"Kami senantiasa berupaya untuk selangkah lebih maju dari pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan layanan kami serta memblokir akun demi menjaga keamanan pengguna lain. Terkadang kami melakukan kesalahan, dan jika itu terjadi, kami berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar pengguna dapat kembali berkirim pesan."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun?

Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun matter?

Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.