Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparannews

Prabowo Terima Laporan B50 dari Dirut Pertamina, Minta Anak-Cucu BUMN Dikurangi

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, menjadi lokasi pertemuan strategis pada Minggu sore, tanggal 9 Agustus 2025. Dalam kunjungan

Prabowo Terima Laporan B50 dari Dirut Pertamina, Minta Anak-Cucu BUMN Dikurangi

Prabowo Terima Laporan B50 dari Dirut Pertamina

Kabarnusantaraku.com – Kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, menjadi lokasi pertemuan strategis pada Minggu sore, tanggal 9 Agustus 2025. Dalam kunjungan resmi tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon A. Mantiri, hadir untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait implementasi program-program mandatori yang digagas oleh pemerintahan baru. Berdasarkan keterangan resmi dari Sekretariat Kabinet, diskusi ini berfokus pada kemajuan program biodiesel dan persiapan infrastruktur energi nasional yang menjadi prioritas utama.

Salah satu poin utama yang dilaporkan dalam pertemuan ini adalah kemajuan signifikan dalam implementasi Program Mandatori B50 atau Biodiesel 50 persen. Program ambisius ini resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada bulan Juli lalu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, kesiapan infrastruktur untuk tahapan persiapan mandatori Bioetanol juga menjadi bahan pembicaraan penting dalam pertemuan tersebut, mengingat potensi besar Indonesia sebagai produsen bioenergi terbesar di dunia.

Perintah Perampingan Struktur BUMN

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo memberikan arahan penting terkait efisiensi organisasi perusahaan milik negara. Ia memerintahkan pengurangan lapisan manajemen serta anak dan cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan berbagai BUMN lainnya untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan responsif. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” demikian penjelasan dari sumber resmi yang mengonfirmasi komitmen pemerintah terhadap reformasi struktural.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan pentingnya agenda yang dibahas dan keseriusan pemerintah dalam mengimplementasikan program-program strategis nasional.

Visi Pengelolaan Sumber Daya Alam

Sebelum pertemuan dengan Dirut Pertamina, Presiden Prabowo telah menegaskan posisi tegas mengenai pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Ia menyatakan bahwa sumber daya negara tidak boleh lagi mengalir keluar tanpa memberikan nilai tambah bagi bangsa sendiri. Visi ini sejalan dengan komitmen untuk membangun industri hilir yang mampu mengolah sumber daya domestik secara optimal.

“Kita harus berani mengolahnya, menguasai teknologinya, membangun industrinya, dan menjadikannya sumber kedaulatan energi,” tegas Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang menjadi pedoman bagi seluruh sektor energi nasional.

Sejarah Perkembangan Program Biodiesel Nasional

Program biodiesel nasional telah dikembangkan secara bertahap selama hampir dua dekade sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Implementasinya dimulai dari B2,5 pada tahun 2008, kemudian meningkat menjadi B10 pada 2013, B15 pada 2015, B20 pada 2018, B30 pada 2020, B35 pada 2023, B40 pada 2025 hingga mencapai B50. Setiap tahapan implementasi didukung oleh penguatan regulasi, peningkatan kapasitas industri, penyempurnaan standar mutu, pembangunan infrastruktur distribusi, serta pengembangan sumber daya manusia guna memastikan pelaksanaannya berjalan optimal.

Pemerintah memandang implementasi Mandatori B50 sebagai langkah strategis untuk semakin memperkuat fondasi ketahanan energi nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi. Selain mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik, program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, memperkuat daya saing industri dalam negeri, mendukung kesejahteraan petani kelapa sawit, menciptakan lapangan kerja, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Frequently Asked Questions

Apa itu Program Mandatori B50? Program Mandatori B50 adalah kebijakan pemerintah yang mewajibkan penggunaan biodiesel dengan kandungan 50 persen dalam bahan bakar diesel nasional. Program ini merupakan kelanjutan dari berbagai tahapan sebelumnya mulai dari B2,5 hingga B40.

Kapan Program B50 Resmi Diluncurkan? Program B50 resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada bulan Juli 2025 sebagai bagian dari agenda energi nasional yang lebih komprehensif.

Apa tujuan perampingan BUMN yang diperintahkan Presiden? Perampingan BUMN bertujuan untuk mengurangi lapisan manajemen, memangkas anak dan cucu perusahaan, serta meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan dan produktivitas secara keseluruhan.

Siapa saja pejabat yang hadir dalam pertemuan dengan Dirut Pertamina? Selain Dirut Pertamina Simon A. Mantiri, hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Berapa lama program biodiesel nasional telah dikembangkan? Program biodiesel nasional telah dikembangkan secara bertahap selama hampir dua dekade sejak tahun 2008 dengan berbagai tahapan implementasi yang terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *