Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparannews

Keluhkan Harga Pakan Naik, Peternak di Malioboro Bagikan Ribuan Ayam dan Telur

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Peternak di kawasan Malioboro, Yogyakarta, menggelar aksi pembagian ribuan ayam dan telur kepada warga pada Senin, 10 Agustus. Langkah ini diambil sebagai

Keluhkan Harga Pakan Naik, Peternak di Malioboro Bagikan Ribuan Ayam dan Telur

Peternak Malioboro Bagikan Ayam dan Telur Karena Keluhkan Harga Pakan Naik

Kabarnusantaraku.com – Peternak di kawasan Malioboro, Yogyakarta, menggelar aksi pembagian ribuan ayam dan telur kepada warga pada Senin, 10 Agustus. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya biaya pakan yang selama ini membebani para peternak hingga menimbulkan kerugian finansial. Peserta aksi berasal dari berbagai kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain melakukan distribusi hewan ternak dan produk telur, para peternak juga menyampaikan serangkaian tuntutan kepada pihak berwenang. Koordinator Aksi Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y), Andry Patra, menjelaskan bahwa prioritas utama adalah penurunan harga pakan. “Yang utama adalah yang nomor satu, menurunkan harga pakan. Harga pakan supaya turun sehingga biaya produksi kami bisa turun juga. Dan kalau bisa, kondisi dari pabrikan jangan menaikkan harga pakan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Andry, saat ini harga pakan mencapai Rp 480 ribu untuk setiap konsentrat atau setara Rp 8.000 per kilogram untuk pakan jadi. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 30 hingga 40 persen. Selain beban pakan, peternak juga menghadapi masalah rendahnya harga jual ayam. Kondisi ini mendorong mereka untuk membagikan ayam kepada masyarakat sebagai strategi mengendalikan jumlah populasi.

Populasi terlalu tinggi karena impor GP (grand parent stock/induk ayam) yang terlalu tinggi juga. Jadi untuk menstabilkan harga telur, kami afkir. Ayam-ayam itu dikeluarkan, diafkir seperti yang ada di belakang ini. Tetapi kejadiannya adalah harga ayam afkir itu turun di angka Rp 13.000 sampai Rp 14.000 per kilogram.

Andry menambahkan bahwa langkah pembagian ini juga dilakukan agar ayam-ayam tidak mati akibat kekurangan pakan. Peternak berharap pemerintah dapat membantu meningkatkan harga ayam afkir melalui penyerapan oleh pabrik-pabrik besar. “Karena harga ayam tidak laku. Ini Rp 13.000 ini ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat,” jelasnya.

Malioboro dipilih sebagai pusat aksi karena merupakan lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat. Selain itu, keberadaan kantor DPRD DIY di kawasan tersebut memungkinkan peternak menyampaikan aspirasi secara langsung. “Semoga pemerintah mendengarkan. Mendengarkan aspirasi kami bahwasanya peternak ini sedang mengalami kerugian cukup dalam, semenjak tiga bulan yang lalu,” harap Andry.

Kondisi sulit ini menyebabkan peternak menanggung kerugian mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah, tergantung jumlah ternak yang dimiliki masing-masing peternak. Sementara itu, harga telur saat ini berada di kisaran Rp 22.000 per kilogram, lebih rendah dari harga normal yang mencapai Rp 25.000 per kilogram.

Six Tuntutan Mendesak Peternak

Dalam aksi tersebut, peternak membawa enam tuntutan utama yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan:

Pertama, menurunkan harga pakan agar kembali pada tingkat harga yang wajar, masuk akal, dan terjangkau bagi peternak rakyat. Kedua, mewujudkan harga telur yang adil dan tidak menjadikan peternak sebagai pihak yang terus-menerus menanggung kerugian. Tata kelola pengaturan harga harus memberikan jaminan keberlanjutan bagi usaha peternakan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Ketiga, menciptakan tata niaga bahan baku pakan ternak dan komoditas lainnya yang sehat, adil, dan transparan dari hulu hingga hilir. Keempat, menjamin ketersediaan komoditas jagung serta kemudahan akses bagi peternak di pasaran dengan harga yang wajar dan adil. Kelima, memperkuat kelembagaan di industri peternakan. Keenam, meningkatkan perhatian dan aksi nyata pemerintah terhadap kelangsungan sektor peternakan.

Dalam jangka pendek, pemerintah diminta membantu mengatasi overpopulasi di industri ayam petelur dengan mengatur penyerapan ayam tua berusia lebih dari 90 minggu. Aspirasi para peternak tersebut diterima oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY, Yudi Ismono. “Saya mewakili menerima teman-teman dari forum peternak ayam petelur. Ini nanti kita hadirkan dinas terkait dalam rangka untuk mengakomodasi masukan-masukan dari permasalahan yang ada,” kata Yudi.

“Dari sini akan kami teruskan ke unsur dinas terkait, sama secara politik ke partai supaya permasalahan ini bisa segera diatasi,” tambahnya.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo mengatakan aksi damai tersebut berlangsung kondusif. “Kita akan mendampingi kegiatan ini sampai dengan selesai dari para peternak ayam yang menyampaikan aspirasi, baru membagi-bagi ayam kurang lebih dua ribu ekor. Kita anggota kepolisian, anggota lalu lintas dan Samapta kita mengawal langsung dan mengatur terkait kelancaran lalu lintasnya,” kata Ari.

Sebanyak 167 personel diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut. “Alhamdulillah kondusif,” pungkasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum Peternak Malioboro

Berapa banyak ayam dan telur yang dibagikan dalam aksi ini? Sebanyak kurang lebih dua ribu ekor ayam dan ribuan telur dibagikan kepada warga sekitar kawasan Malioboro.

Mengapa peternak memilih membagikan ayam alih-alih menjualnya? Harga ayam afkir saat ini turun menjadi Rp 13.000-Rp 14.000 per kilogram. Peternak memilih membagikan ayam agar tidak mati akibat kekurangan pakan dan membantu menstabilkan populasi.

Berapa persen kenaikan harga pakan yang dialami peternak? Harga pakan mengalami kenaikan sebesar 30 hingga 40 persen, dengan harga konsentrat mencapai Rp 480 ribu per unit atau setara Rp 8.000 per kilogram untuk pakan jadi.

Apa saja tuntutan utama peternak kepada pemerintah? Enam tuntutan utama meliputi penurunan harga pakan, harga telur yang adil, tata niaga bahan baku yang transparan, ketersediaan jagung, penguatan kelembagaan peternakan, dan aksi nyata pemerintah.

Kapan aksi pembagian ayam dan telur ini berlangsung? Aksi berlangsung pada Senin, 10 Agustus, di kawasan Malioboro, Yogyakarta, yang dipilih karena lokasinya ramai dan dekat dengan kantor DPRD DIY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *