Skip to content
Yellow Desk
Agustus 28, 2026
Kumparannews

2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton Drainase di Jatinegara, Dievakuasi Damkar

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kedua 2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton drainase di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat setelah terjebak di bawah

2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton Drainase di Jatinegara, Dievakuasi Damkar

2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton Drainase di Jatinegara: Evakuasi Berhasil, Korban Selamat

Kabarnusantaraku.com – Kedua 2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton drainase di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat setelah terjebak di bawah reruntuhan struktur beton. Insiden tragis ini terjadi pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus, di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di depan hotel Best Western Premier The Hive, Cipinang Cempedak. Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak karena proses evakuasi yang memakan waktu cukup lama.

Kronologi Kejadian dan Respons Cepat

Sekitar pukul 14.00 WIB, kedua korban sedang melakukan pekerjaan drainase di lokasi tersebut. Tiba-tiba, beton drainase roboh dan menimpa mereka. Rekan kerja korban segera melaporkan kejadian tersebut ke AGD (Ambulans Gizi Daerah). Namun, AGD mengalami kesulitan dalam mengevakuasi korban yang terjebak di bawah beton. Akhirnya, AGD meminta bantuan petugas Damkar untuk melakukan evakuasi lebih lanjut.

Petugas pemadam kebakaran merespons dengan cepat dan mengerahkan enam unit mobil serta 25 personel untuk menangani insiden ini. Tim Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 14.56 WIB dan segera memulai operasi evakuasi satu menit kemudian. Proses penyelamatan berlangsung intensif hingga pukul 17.39 WIB sebelum kedua korban berhasil dikeluarkan dari bawah reruntuhan beton dengan selamat.

Identitas Korban dan Kondisi Medis

Abdul Wahid, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, menjelaskan bahwa kedua korban bernama Udin berusia 25 tahun dan Syarifin berusia 40 tahun. Keduanya merupakan penduduk asli Pekalongan, Jawa Timur, yang sedang bekerja sebagai pekerja proyek di Jakarta. Setelah dievakuasi, kedua pekerja tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Hingga saat ini, jenis luka yang diderita belum dapat diidentifikasi secara pasti.

Sekitar pukul 14.00 WIB korban sedang bekerja pekerjaan drainase, namun beton drainase roboh dan rekan korban melapor ke AGD, AGD kesulitan mengevakuasi dan lalu AGD meminta bantuan Damkar untuk mengevakuasi korban yang ternyata ada 2 orang.

Pentingnya Keselamatan Kerja di Proyek Konstruksi

Insiden 2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton ini menyoroti pentingnya keselamatan kerja di proyek konstruksi. Struktur beton drainase yang roboh dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kualitas konstruksi, cuaca, atau beban berlebih. Petugas Damkar menekankan bahwa proses evakuasi memerlukan koordinasi yang baik antara AGD dan tim pemadam kebakaran untuk memastikan keselamatan korban.

Kedua korban yang selamat ini diharapkan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Pihak berwenang juga sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti robohnya beton drainase tersebut. Hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden

1. Kapan insiden 2 Pekerja Proyek Tertimpa Beton terjadi? Insiden terjadi pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus, sekitar pukul 14.00 WIB.

2. Di mana lokasi tepatnya? Lokasi kejadian adalah di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, di depan hotel Best Western Premier The Hive, Cipinang Cempedak.

3. Siapa saja korban yang tertimpa beton? Korban adalah Udin (25 tahun) dan Syarifin (40 tahun), keduanya dari Pekalongan, Jawa Timur.

4. Berapa lama proses evakuasi berlangsung? Proses evakuasi berlangsung dari pukul 14.56 WIB hingga 17.39 WIB, atau sekitar 2 jam 43 menit.

5. Siapa yang pertama kali menangani korban? AGD (Ambulans Gizi Daerah) adalah yang pertama kali menangani korban, namun kemudian meminta bantuan Damkar karena kesulitan dalam evakuasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *